Blog

  • Mahfuz Sidik Khawatir Genosida di Gaza Terjadi di Iran

    Mahfuz Sidik Khawatir Genosida di Gaza Terjadi di Iran

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua Komisi I DPR 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, peristiwa genosida di Gaza, Palestina bisa terjadi di Iran , jika dampak dari serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam beberapa hari ini.

    Hal ini mengacu pada data media pemerintah Iran, yang menyebutkan bahwa jumlah korban sipil yang tewas hingga hari kelima perang mencapai 1.045 orang, dengan sekitar 6.000 orang terluka.

    “Bagaimana kemungkinan jumlah korban jika serangan udara menyeluruh dilancarkan Amerika dan Israel tanpa henti seperti ancaman Menteri Pertahanan AS? Kita bisa membuat perbandingan dengan korban di Gaza,” kata Mahfuz Sidik dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).

    Menurut dia, studi yang dilakukan oleh The Lancet Global Health mengungkap jumlah korban tewas di Gaza selama 15 bulan pertama operasi militer Israel mencapai lebih dari 75.000 orang.

    Sedangkan Unesco mengungkap 64.000 korban adalah anak-anak dan sedikitnya 1.000 bayi. Angka korban yang dilansir The Lancet artinya rata-rata jatuh korban tewas 167 orang per-hari.

    “Membandingkan dengan jumlah korban tewas di Iran yang mencapai 1.045 orang dalam lima hari, berarti rata-rata jatuh korban tewas 209 orang per-hari. Jumlah ini hampir 1.5 kali jumlah korban di Gaza,” katanya.

    Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini menilai jika militer AS-Israel tanpa mengindahkan hukum humaniter internasional, maka genosida di Iran akan terjadi bahkan lebih buruk dan lebih besar dari peristiwa di Gaza.

    Ancaman Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, lanjut Mahfuz, nampaknya sudah menjadi keputusan Presiden AS Donald Trump.

    Juru bicara Gedung Putih, Caroline Leavitt pada Rabu (4/3/2026) mengkonfirmasi pernyataan Hegseth dengan menyatakan “dalam beberapa jam ke depan, kami akan mencapai dominasi di langit Iran, dan pesawat militer kami akan menghujani Iran dengan rudal dan senjata yang melumpuhkan”.

    Aksi militer ini dipastikan akan semakin masif dan agresif setelah Kongres melalui pemungutan suara, akhirnya menyetujui aksi perang yang diambil oleh Presiden Trump.

    Mengacu kepada tindakan brutal militer Israel di Gaza, maka menurut dia, serangan udara gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran akan benar-benar menjadi perang yang ‘unfair’.

    “Hari-hari ke depan, masyarakat dunia akan kembali menyaksikan pembantaian besar-besaran warga sipil di Iran oleh kekuatan militer udara Amerika Serikat dan Israel,” pungkas Mahfuz Sidik.

    Diketahui, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, dalam pernyataannya kepada media pada Rabu (4/3/2026), mengancam akan melakukan serangan menyeluruh yang menghancurkan tanpa henti, tiap hari dan tiap menit untuk menguasai wilayah Iran dan.

    “Sampai kami memutuskan aksi ini selesai, dan Iran tidak bisa berbuat apa-apa,” demikian ancam Hegseth.

    Ancaman ini menandakan bahwa militer AS-Israel akan mengerahkan maksimal armada tempur udaranya untuk membombardir daratan Iran secara menyeluruh. Bahkan Hegseth mengakui bahwa itu akan menjadi aksi perang yang tidak sepadan (unfair).

    Pada pada hari pertama , Sabtu (28/2/2026), serangan AS-Israel telah menyasar sekolah dasar khusus siswi di Minab, Iran yang mengakibatkan tewasnya 165 orang pelajar, yang telah mendapatkan kecaman keras salah satu Lembaga PBB, Unesco.

    Kemudian media pemerintah Iran menyebutkan jumlah korban sipil yang tewas hingga hari kelima perang mencapai 1045 orang, dengan sekitar 6000 orang terluka.

  • Ketua DPD RI Ingatkan Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

    Ketua DPD RI Ingatkan Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengingatkan pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM dan LPG tetap aman menjelang arus mudik dan balik Lebaran.

    Hal itu mengingat akan ada pergerakan sekitar 144 juta orang atau hamper 50% dari total penduduk Indonesia ke kampung halamannya.

    “Ini serius, karena ada dua momentum yang bertabrakan di waktu yang sama. Perang Teluk yang memengaruhi lalulintas pedagangan dan supply minyak dunia. Dan inflasi menjelang Lebaran, yang dari tahun ke tahun selalu naik di saat hari Idul Fitri,” kata Sultan, Jumat (6/3/2026).

    Senator Indonesia asal Bengkulu itu membaca kegelisahan warga, soal potensi kenaikan harga barang dan jasa dalam minggu-minggu mendekati mudik Lebaran.

    “Jika harga minyak bumi naik, bahan bakar naik, transportasi naik, jatuhnya biaya logistik naik. Jika LPG langka, ini dampaknya lebih langsung ke masyarakat dan UMKM, karena menyangkut kebutuhan dasar, makan,” ungkapnya.

    Masyarakat sekarang, lanjutnya, semakin melek informasi. Makin mudah mengakses media. Dan, banyak konten berseliweran tentang krisis akibat perang teluk. “Karena itu, pemerintah harus detail dan serius, memitigasi ancaman tersebut,” sarannya.

    “Dengan pergerakan masyarakat yang begitu besar, kebutuhan BBM untuk transportasi dan LPG untuk rumah tangga pasti ikut meningkat. Karena itu pemerintah harus memastikan pasokan energi benar-benar aman menjelang Lebaran,” ujar Sultan.

    Di sisi lain, Sultan juga melihat, di setiap masalah selalu ada peluang. Mobilitas masyarakat dalam skala besar selama mudik, adalah peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Ia menyebut arus mudik sebagai “mesin ekonomi raksasa” yang mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal karena jutaan orang kembali ke daerah asal mereka.

    Karena itu, Sultan mengajak pemerintah daerah, pelaku UMKM, industri pariwisata, serta sektor ekonomi kreatif untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan mempromosikan berbagai keunggulan daerah.

    “Setelah bersilaturahmi dengan keluarga, para pemudik bisa diajak menikmati kuliner lokal, mengunjungi destinasi wisata daerah, serta membeli produk-produk UMKM. Ini kesempatan besar untuk menghidupkan ekonomi daerah,” ujar Sultan.

    Sultan juga mengapresiasi dan dukungan penuh terhadap berbagai program mudik gratis untuk membantu masyarakat pulang ke kampung halamannya. Salah satunya, program mudik gratis yang diinisiasi DPP KAMSRI buat warga Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang bermukin di Jakarta.

    “Selamat buat warga Sumbagsel – Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bangka Belitung, di Jakarta yang sudah mendapatkan fasilitas mudik gratis bersama KAMSRI. Semoga aman dan lancar,” ungkap Sultan B Najamudin, yang rencanakan akan melepas mereka 14 Maret 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

    “Semoga perjalanan mudik tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

  • Diduga Dikriminalisasi, Pendeta Sepuh Ini Terancam Penjara

    Diduga Dikriminalisasi, Pendeta Sepuh Ini Terancam Penjara

    distorsi.id/, Jakarta – Tragis benar nasib Ir. Wajudi Pranata ini. Betapa tidak, pria sepuh berusia 72 tahun yang sehari-hari menjadi pelayan umat ini tak pernah menyangka di masa tuanya akan berhadapan dengan hukum dan terancam di penjara.

    Apa pasal? Ini lantaran Ir. Wajudi Pranata harus berurusan dengan hukum karena mengingatkan Joseph Hong Kah Ing, rekan sejawatnya sesama Pendeta di Gereja Abbalove Jakarta Selatan.

    Kasus ini bermula dari skandal jual beli saham PT. Teknik Alum Service (TAS) milik Agam Tirto Buwono kepada PT. Greenworld Resource yang dimiliki Hong Kah Ing. Pada perjalanannya, Hong Kah Ing hanya membayar USD250 ribu dari USD6,5 juta pada tahun 2014.

    Namun, sebelum lunas dibayar, Hong Kah Ing menjual saham perusahaan itu ke Bursa Singapura (Singapore Exchange/SGX) pada tahun 2018. Tentu dengan banyak sekali diduga melakukan berbagai pemalsuan surat-surat.

    Wahjudi Pranata yang merupakan karyawan dan sahabat Hong Kah Ing. Selain hubungan pertemanan di kantor, keduanya juga terlibat dalam pelayanan di gereja Abbalove Jakarta Selatan sebagai sesama pendeta.

    Sebagai sahabat Hong Kah Ing, Wahjudi mendapat telepon dari Agam Tirto Buwono yang mempertanyakan dugaan mengapa banyak surat dipalsukan. Agam juga mengaku kesulitan menghubungi Hong Kah Ing dan karyawan perusahaannya.

    Selain berkonflik dengan Agam, Hong Kah Ing juga terlibat sengketa dengan Chong Wan Lin dan Lim Eng Hoe dari Singapura. Karena Hong Kah Ing susah dihubungi, Chong Wan Lin meminta Wahjudi untuk mempertemukannya dengan para Pendeta di Gereja Abbalove, tempat Hong Kah Ing melayani umat.

    Dari situlah, Wahjudi memberi penjelasan kepada para Pendeta yang lain dan mengajak berdoa. Namun, rupanya tidak selesai. Hingga Wahjudi Pranata akhirnya membuat grup WA di perusahaan dengan nama “Penjelasan WP Terkait Agam” yang beranggotakan karyawan perusahaan milik Hong Kah Ing yang seluruh anggotanya berdomisili di Jakarta.

    Dalam grup WA tersebut, Wahjudi membuat voice note (VN) yang intinya memperingatkan agar seluruh karyawan perusahaan dan Hong Kah Ing tidak menghindar saat dimintai Agam Tirto Buwono. Termasuk menjelaskan dugaan beberapa surat palsu yang tercatat dan digunakan saat IPO di Singapore Exchange.

    Tidak terima peringatan itu, Hong Kah Ing akhirnya melaporkan Wahjudi Pranata ke Polda Sulawesi Tengah. Saat ini, kasusnya sudah berlanjut ke Persidangan di PN Palu.

    “Benar, Selasa kemarin disidangkan di Pengadilan Negeri Palu dengan agenda pembacaan dakwaan,” kata Tony Agustin Sitompul dari kantor hukum M. Mahfuz Abdullah & Associate, kepada awak media, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

    Menurut Tony, perkara yang dihadapi kliennya merupakan kasus yang tidak wajar. “Jadi kami menilai kasus ini agak lain. Kami menduga dikriminalisasi. Sebab diawali ajakan berdoa dan nasihat menasihati di gereja. Kemudian dilanjutkan dengan Voice Note dalam grup WA yang tujuannya untuk menasihati, namun tiba-tiba bisa masuk perkara hukum. Hal ini tentu tidak sesuai dengan SKB tiga menteri yang menyatakan bahwa Grup WA terbatas tidak bisa dijadikan delik, apalagi hal-hal yang disampaikan dalam pesan voice note tersebut semuanya fakta. Yaitu, ada beberapa dugaan surat palsu yang digunakan saat IPO di Singapore Exchange. Dugaan pemalsuan surat-surat ini sendiri sedang dalam pengusutan Penyidik Polda Metro Jaya atas laporan Pak Agam,” urainya.

    Tony menambahkan, seluruh anggota grup WA berdomisili di Jakarta, namun malah dilaporkan ke Polda Sulawesi Tengah. “Ini agak lain juga. Sehingga berproses di Polda Sulteng dan kini mulai disidangkan,” ujarnya sambil tertawa.

    Sebagai warga Nasrani, Tony Sitompul juga mengaku heran sesama pendeta tidak memberi contoh yang baik kepada umatnya. “Pendeta polisikan pendeta itu rasanya gimana, sesama penginjil berkonflik, apa begitu sesuai dengan firman Tuhan,” pungkasnya.

  • Komisi VII DPR Dalami Efektivitas Model Konsolidasi UMKM di Tangsel

    Komisi VII DPR Dalami Efektivitas Model Konsolidasi UMKM di Tangsel

    distorsi.id/, Tangerang Selatan – Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten.

    Menurut Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Saleh Partaonan Daulay, pertemuan digelar dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan terhadap sektor, UMKM dan Ekonomi Kreatif, sekaligus memperkuat kolaborasi dan regulasi yang telah diberlakukan pemerintah Kota Tangsel.

    “Kami ingin memperoleh gambaran konkret mengenai efektivitas model konsolidasi UMKM yang berlaku di Tangerang Selatan, akses pembiayaan, implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), digitalisasi dan onboarding ke e-commerce, fasilitasi legalitas usaha, NIB, dan sertifikasi halal,” kata Saleh, menjawab pertanyaan wartawan, di sela reses, di Tangsel, Kamis (5/3/2026).

    Dalam pertemuan, lanjutnya, Komisi VII DPR RI juga mendalami sejumlah isu strategis, seperti pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM), strategi pengembangan pariwisata perkotaan yang terintegrasi dengan subsektor ekonomi kreatif seperti kuliner, kriya, fashion, dan aplikasi digital.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum DPP PAN itu juga menyoroti penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produk UMKM dan IKM guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar modern.

    Sebagai informasi, pembahasan ini turut mencakup kontribusi lembaga penyiaran publik seperti TVRI, RRI, dan LKBN Antara dalam mendiseminasikan informasi pembangunan serta mempromosikan potensi UMKM dan pariwisata daerah.

    Saleh berharap, hasil diskusi dalam kunjungan kerja ini dapat menjadi bahan penting bagi Komisi VII DPR RI dalam merumuskan rekomendasi kebijakan dan dukungan regulasi yang lebih tepat sasaran.

    “Kami yakin hasil diskusi dalam reses ini akan menjadi bahan penting bagi Komisi VII DPR RI untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, dukungan regulasi, dan penguatan anggaran yang lebih tajam dan tepat sasaran,” imbuhnya.

  • Operasi Ketupat 2026: Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik

    Operasi Ketupat 2026: Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik

    distorsi.id/ – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri telah merampungkan persiapan Operasi Ketupat untuk menyambut musim mudik Lebaran 2026. Dengan memprediksi ada empat gelombang puncak pergerakan masyarakat, yakni dua saat mudik dan dua saat balik, serta kesiapan 10 jalan tol fungsional di Jawa.

    “Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar, aman, dan bebas dari potensi kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya,” kata Direktur Penegakan Hukum atau Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Brigjen Pol Faizal.

    Hal itu dikatakan Faizal dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman”, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Faizal memulai paparannya dengan menyoroti keberhasilan Operasi Ketupat tahun 2024-2025 yang mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah. Indikatornya sangat bagus, di mana jumlah pelanggaran, Laka Lantas, hingga kejadian kriminalitas semuanya mengalami penurunan.

    “Manajemen lalu lintas yang kami laksanakan memberikan dampak positif tersebut,” ujarnya.

    Untuk tahun 2026, Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu tanggal 14-15 dan 18-19 Maret. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada tanggal 24-25 dan 28-29 Maret.

    “Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang,” tambahnya.

    Fokus Utama, Sentralisasi Kerawanan
    Salah satu fokus utama Polri adalah sterilisasi kerawanan di lima karakteristik lokasi keamanan utama. Pertama, jalan tol dan rest area.

    Faizal mengakui isu rest area menjadi perhatian penting, sehingga pihaknya telah melakukan evaluasi di sejumlah rest area jalur Jakarta-Cikampek dan Bandung.

    “Kami sudah menyiapkan sistem digital yang memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara real-time. Informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini,” ungkapnya.

    Kedua, jalan arteri dan jalan nasional yang rawan kemacetan, terutama di pasar tumpah, lokasi perbelanjaan, dan persimpangan yang membutuhkan pengaturan langsung. Ketiga, pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun.

    “Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar,” kata Faizal, seraya juga menyebutkan ada penambahan dermaga di Bakauheni yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan.

    Keempat, tempat wisata dan area modifikasi kendaraan. Polri akan menempatkan pos pemeriksaan (checkpoint) di titik-titik strategis, seperti di KM 81 jalur Jakarta-Cikampek, untuk memeriksa kendaraan rental, dan angkutan ilegal yang beroperasi bolak-balik tanpa istirahat.

    “Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan,” tegasnya.

    Kelima, tempat ibadah yang menjadi konsentrasi massa juga akan dijaga keamanannya.

    Upaya Urai Kemacetan
    Dalam upaya mengurai kemacetan di Jawa, Faizal mengumumkan kesiapan 10 jalan tol fungsional. Dua di antaranya yang dinilai sangat membantu adalah Tol Jabar Selatan (Cipeuyeum-Cisokan) yang siap 100% dan akan menampung arus dari arah Bandung yang sebelumnya memadati Cikampek, serta Tol fungsional menuju Sukabumi yang akan menghindari titik kritis di Pasar Cibadak.

    “Tol-tol fungsional ini akan sangat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama,” pungkasnya.

  • Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran menyampaikan dukungannya terhadap berbagai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

    Azran menyoroti khususnya program mudik gratis dan penertiban terminal bayangan yang diusung Pemprov DKI Jakarta.

    Namun demikian, Azran menekankan pentingnya pengawasan ketat, transparansi, serta solusi berkelanjutan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik secara nasional pada musim mudik Lebaran setiap tahun dapat mencapai lebih dari 120 juta orang, dengan wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu titik keberangkatan terbesar.

    Sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menjadi pusat mobilitas masyarakat yang akan kembali ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa menjelang Lebaran 2026.

    Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sekitar 690 unit bus untuk program mudik gratis bagi warga Jakarta yang ingin pulang kampung.

    Program ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar dapat melakukan perjalanan mudik secara lebih aman, nyaman, dan terjangkau.

    Senator Azran menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Program mudik gratis adalah langkah positif untuk membantu warga Jakarta pulang kampung dengan lebih aman dan terjangkau. Namun yang paling penting adalah memastikan bahwa program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik pungutan liar,” ujar Azran.

    Diingatkannya, pengawasan publik dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, Azran juga menyoroti langkah Pemprov DKI dalam menertibkan terminal bayangan atau terminal ilegal di berbagai titik di Jakarta.

    Keberadaan terminal bayangan selama ini sering menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, ketidakteraturan lalu lintas, hingga potensi risiko keselamatan bagi penumpang karena kendaraan yang beroperasi tidak selalu melalui pemeriksaan kelayakan.

    Menurut Azran, penertiban tersebut merupakan langkah yang tepat, namun perlu dibarengi dengan pendekatan yang komprehensif.

    “Penertiban terminal bayangan memang penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan keteraturan transportasi. Namun pemerintah juga perlu memastikan bahwa terminal resmi memiliki kapasitas yang memadai, akses transportasi yang mudah, serta pelayanan yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Azran mendorong beberapa langkah strategis, antara lain:
    Digitalisasi pendaftaran mudik gratis untuk memastikan transparansi dan mencegah pungutan liar.

    Peningkatan pengawasan di titik keberangkatan, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
    Penguatan fasilitas terminal resmi, termasuk akses transportasi penghubung seperti bus kota dan transportasi massal.

    Sosialisasi masif kepada masyarakat agar menggunakan jalur dan terminal resmi demi keselamatan perjalanan.

    Azran juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bijak.

    “Keselamatan perjalanan mudik adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah dan turut menjaga ketertiban selama arus mudik,” tutup Bang Azran.

    Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Azran optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

  • Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah memperketat pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026, terutama lonjakan harga tiket, kendaraan over dimension over load (ODOL), hingga tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor.

    Permintaan tersebut disampaikan Syaiful dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman”, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Menurut Syaiful, pemerintah harus memastikan tarif tiket transportasi tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani saat ingin pulang ke kampung halaman. Ditegaskannya, tradisi mudik yang telah menjadi momen penting bagi jutaan keluarga Indonesia tidak boleh terganggu oleh lonjakan harga.

    “Jangan sampai masyarakat ingin mudik tapi terhalang tiket yang naik. Pertemuan keluarga yang sudah setahun ditunggu tidak boleh terganggu karena hal ini,” kata Syaiful.

    Selain harga tiket, Komisi V, lanjutnya, juga menyoroti keberadaan kendaraan besar yang melanggar aturan dimensi dan muatan atau ODOL. Kendaraan jenis ini dinilai kerap menjadi penyebab kecelakaan serta kerusakan jalan, sehingga perlu penindakan tegas di lapangan.

    Politikus PKB itu juga mengingatkan potensi gangguan pada layanan transportasi, termasuk keterlambatan jadwal perjalanan, terutama di sektor penerbangan.

    Menurutnya, koordinasi antarinstansi harus diperkuat untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

    Isu lain yang mendapat perhatian adalah maraknya angkutan mudik ilegal atau yang disebutnya sebagai “angkutan umum zombie”. Modus ini biasanya menggunakan mobil pribadi atau kendaraan perusahaan yang dioperasikan layaknya angkutan umum tanpa pengawasan keselamatan yang memadai.

    “Beberapa kecelakaan fatal beberapa tahun lalu terjadi karena kendaraan semacam ini beroperasi bolak-balik tanpa pengawasan. Ini harus diawasi secara langsung,” ujarnya.

    Dalam hal infrastruktur, Komisi V terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan kepolisian untuk memperkuat pengawasan serta memastikan kesiapan sarana-prasarana di jalur mudik. Hal tersebut mencakup perbaikan jalan rusak, pemasangan lampu penerangan di titik rawan kecelakaan, serta pengelolaan rest area agar tidak menjadi titik kemacetan.

    Ia juga meminta Badan Pengatur Jalan Tol memastikan standar pelayanan minimum di jalan tol terpenuhi, termasuk penyampaian informasi rekayasa lalu lintas seperti skema one way secara berkala kepada masyarakat.

    Selain faktor infrastruktur, Saiful menyoroti potensi risiko cuaca selama masa mudik. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode mudik diperkirakan masih berada dalam musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir dan kondisi jalan licin di sejumlah wilayah.

    “Kami minta BMKG terus memperbarui informasi cuaca agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka,” kata Saiful.

    Namun perhatian terbesar Komisi V tertuju pada tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor. Berdasarkan data yang dihimpun DPR dari periode 2022 hingga 2025, sekitar 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik dialami oleh pengguna sepeda motor.

    Angka tersebut dinilai mengkhawatirkan karena sebagian besar korban berasal dari kelompok usia muda. Data menunjukkan kelompok usia 17 hingga 25 tahun menyumbang sekitar 28,54 persen kasus kecelakaan, sementara anak di bawah 17 tahun mencapai sekitar 15 persen.

    “Kita tidak boleh menggadaikan masa depan anak muda. Banyak keluarga yang membawa anak di bawah umur menggunakan sepeda motor untuk mudik. Risikonya sangat besar,” ujar Syaiful.

    Meski pelarangan total penggunaan sepeda motor untuk mudik dinilai belum realistis, Komisi V mendorong pemerintah memperluas program mudik gratis dengan moda transportasi yang lebih aman seperti bus dan kereta api.

    Menurut Syaiful, langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memindahkan sebagian besar pemudik motor ke moda transportasi yang lebih aman.

    “Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Dengan sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, risiko kecelakaan selama mudik bisa ditekan,” kata Syaiful.

  • DPD RI Salurkan 1.626 Bingkisan Idul Fitri 1447 H bagi Pegawai, Staf Pendukung dan Santuni Anak Yatim

    DPD RI Salurkan 1.626 Bingkisan Idul Fitri 1447 H bagi Pegawai, Staf Pendukung dan Santuni Anak Yatim

    distorsi.id/, Jakarta – Sekretariat Jenderal DPD RI melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sekretariat Jenderal DPD RI menyalurkan 1.626 bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada pejabat, pegawai, dan staf pendukung, di lingkungan Setjen DPD RI.

    Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pemberian santunan untuk anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Sekretaris Jenderal DPD RI sekaligus Penasihat KORPRI Setjen DPD RI, H. Mohammad Iqbal, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Sekretariat Jenderal DPD RI dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di bulan suci Ramadan.

    Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta solidaritas di lingkungan kerja.

    “Pemberian bingkisan ini tidak semata-mata dilihat dari nilai materinya, tetapi sebagai wujud perhatian dan kebersamaan, sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Sekretariat Jenderal DPD RI,” ujar Iqbal.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan.

    “Saya mewakili pimpinan dan seluruh pejabat di lingkungan Setjen DPD RI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat semangat kita memberikan pengabdian terbaik bagi lembaga,” tambahnya.

    Sedangkan Deputi Bidang Persidangan selaku Ketua KORPRI Sekretariat Jenderal DPD RI, Oni Choiruddin, mengatakan KORPRI memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.

    Melalui berbagai program dan kegiatan organisasi, KORPRI diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pegawai, baik dari sisi kesejahteraan maupun dalam memperkuat solidaritas antar-anggota.

    Menurutnya, KORPRI juga diharapkan terus menjalin hubungan yang harmonis di antara seluruh anggota sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif, saling mendukung, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

    “Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memperkuat kebersamaan serta kepedulian di antara seluruh anggota KORPRI, sehingga semangat kekeluargaan di lingkungan Setjen DPD RI dapat terus terjaga,” ujar Oni.

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, KORPRI Setjen DPD RI menyalurkan bingkisan Hari Raya dalam bentuk voucher belanja kepada pegawai dan staf pendukung.

    Total bingkisan yang disalurkan sebanyak 1.626 voucher, dengan rincian 1.408 voucher diberikan kepada pejabat dan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan 218 voucher diberikan kepada staf pendukung yang selama ini turut membantu kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

  • OTT Berulang Kepala Daerah: Catatan Kritis Profesor Djohermansyah Djohan

    OTT Berulang Kepala Daerah: Catatan Kritis Profesor Djohermansyah Djohan

    distorsi.id/, Jakarta – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar kepala daerah. Kali ini, Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, terjaring OTT KPK pada Selasa dini hari.

    Ia menjadi kepala daerah ke delapan yang ditangkap sejak pelantikan kepala daerah serentak nasional pada 2025.

    Bagi Guru Besar IPDN dan pakar otonomi daerah, Profesor Djohermansyah Djohan, peristiwa ini bukan sekadar kasus individual. Ia menyebutnya sebagai gejala sistemik yang menandakan pembenahan tata kelola daerah belum menyentuh akar persoalan korupsi di daerah.

    “Ini sudah periode kedua, Fadia Arafiq pernah pula menjadi wakil bupati. Rasanya tidak mungkin tidak paham aturan,” kata Djohermansyah Djohan, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

    Sistem Sudah Digital, Korupsi Tetap Lolos
    Sejumlah penelitian, termasuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut, faktor korupsi kepala daerah antara lain monopoli kekuasaan, diskresi kebijakan, lemahnya akuntabilitas, rendahnya kompetensi pengelolaan keuangan, dan ketidaktahuan regulasi.

    Namun, lanjut Djohermansyah, indikator itu tak sepenuhnya menjelaskan kasus kepala daerah berpengalaman.

    “Kalau ukurannya ketidaktahuan, ini sulit diterima. Mereka sudah lama di dunia pemerintah daerah,” katanya.

    Mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah pada Kemdagri itu memetakan tiga ladang utama korupsi daerah, yaitu pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan jual-beli jabatan.

    Pada pengadaan barang dan jasa, kata Djohermansyah, pemerintah telah menerapkan sistem elektronik, e-katalog, hingga digitalisasi proses tender.

    Namun praktik suap tetap terjadi. “Di balik layar sistem digital itu tetap ada manusia yang bisa dikendalikan oleh kepala daerah. Arahan tetap terjadi,” ungkapnya.

    Demikian juga halnya dengan perizinan, kata Djohermansyah, juga telah dipangkas menjadi sistem satu pintu berbasis elektronik.

    Namun celah kompromi tetap muncul. Demikian pula praktik jual-beli jabatan yang, menurutnya, bahkan menjalar hingga level desa.

    “Artinya, pembenahan teknis saja tidak cukup. Ada faktor lain yang lebih dalam,” tegasnya.

    Data 416 Kepala Daerah Tersangkut Korupsi
    Djohermansyah mencatat, sejak 2005 hingga kini, sedikitnya 416 kepala daerah tersangkut perkara korupsi, ditangani KPK, kejaksaan, maupun kepolisian. Angka itu menunjukkan pola berulang selama dua dekade Pilkada langsung.

    “Kalau teknikalities sudah berkali-kali diperbaiki, tapi kasus tetap muncul, berarti ada yang salah di hulu,” tegasnya, sembari menambahkan, hulu yang dimaksud adalah awal proses rekrutmen politik di tubuh partai.

    Reformasi Dimulai dari Partai Politik
    Menurut Djohermansyah, pembenahan harus dimulai dari mekanisme rekrutmen partai politik.

    Ia menyoroti praktik mahar politik yang hingga kini belum benar-benar terhapus.
    “Kalau mau maju, harus punya biaya besar. Itu sudah jadi rahasia umum,” ujarnya.

    Partai politik, katanya, perlu membangun demokrasi internal yang transparan pakai uji publik dan tidak semata mengandalkan kuasa bos partai yang sentralistik, popularitas dan isi tas kandidat, atau pertimbangan dinasti politik. Negara juga harus memperkuat dengan menambah dana partai agar tidak cari duit kepada kandidat.

    “Kalau dana partai memadai dari negara, mereka tidak perlu meminta-minta kepada calon,” katanya.

    Karena itu, Djohermansyah mengusulkan peningkatan signifikan bantuan keuangan partai berbasis perolehan suara dari 1000 rupiah menjadi 10.000 rupiah persuara.

    Pilkada Mahal dan Transaksional
    Masalah berikutnya adalah mahalnya biaya Pilkada. Ia mengutip pernyataan Presiden yang menyebut sistem pemilihan saat ini “very costly”. “Biaya kampanye, pembelian suara, hingga ongkos saksi di TPS menjadi beban besar kandidat,” ungkapnya.

    Beban ini, kata Djohermansyah, berpotensi mendorong praktik balas jasa dari cukong politik ketika kepala daerah menjabat lewat pemberian proyek. Solusinya, Negara harus hadir lebih jauh.

    Ia mengusulkan pembiayaan saksi oleh negara, pembatasan dana kampanye yang ketat, serta model kampanye sederhana berbasis program.

    “Kalau negara serius ingin demokrasi bersih, biaya politik harus ditekan secara struktural,” tegasnya.

    Syarat Calon Perlu Diperketat
    Ia juga menyoroti syarat minimal pendidikan kepala daerah yang hingga kini cukup setara SMA.

    Djohermansyah membandingkan dengan Papua yang, melalui Undang-Undang Otonomi Khusus, mensyaratkan minimal sarjana (S-1) untuk calon kepala daerah. “Papua saja bisa lebih tinggi standarnya. Mengapa nasional tidak?” katanya.

    Selain pendidikan, integritas calon perlu diuji lebih ketat. Ia mengkritik regulasi yang masih memberi ruang bagi mantan terpidana korupsi untuk kembali mencalonkan diri.

    “Sudah pernah dihukum, lalu maju lagi, tertangkap lagi. Ini lingkaran setan,” ujarnya.

    Pengawasan dan Hukuman Berat
    Di hilir, pengawasan terhadap kepala daerah perlu diperkuat. Namun, ia menilai pembinaan administratif saja tidak cukup tanpa efek jera yang nyata.

    Djohermansyah mendorong penerapan hukuman berat dan mekanisme pemiskinan koruptor secara konsisten. “Kalau perlu 90 tahun, 100 tahun penjara. Harta disita, pokoknya dimiskinkan. Supaya ada efek jera,” usulnya.

    Diingatkannya, tanpa keberanian politik memperbaiki regulasi dan penegakan hukum, siklus OTT akan terus berulang.

    Political Will sebagai Kunci
    Djohermansyah menegaskan, momentum pembenahan bergantung pada kemauan politik Pemerintah dan DPR.

    Kementerian Dalam Negeri, sebagai pemegang data dan pembina pemerintahan daerah, harus menjadi motor penggerak perubahan. “Kalau tidak dibetulkan dari hulu sampai hilir, kita akan terus bertemu lagi dengan kasus yang sama,” ujarnya.

    OTT terhadap kepala daerah, dalam pandangannya, bukan semata persoalan individu yang tergelincir. Hal itu adalah cermin dari tata kelola politik dan pemerintahan yang tidak dibenahi dengan sungguh-sungguh.

    “Tanpa perbaikan menyeluruh dari rekrutmen partai politik, pembiayaan politik, syarat calon, hingga penegakan hukum, OTT akan terus berulang, jangan-jangan bisa tembus hingga 500,” imbuhnya.

  • Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Lampung— Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B. S.E. M.M., mendampingi kunjungan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno, S.E.,M.M. dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Rabu (4/3/2026).

    Turut mendampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfotiksan, Plt. Kepala Dinas PRKP, Plt. Kepala Dinas PUPR, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Prokopim, serta Camat Way Khilau.

    Hadir pula Pabandya-2/Kommas Paban IV/Komsos Ster TNI Letkol Inf Dwi Purwanto, S.H., Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav. Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., Kepala Desa Tanjung Rejo beserta jajaran, serta tamu
    undangan lainnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno meninjau langsung berbagai progres program pembangunan TMMD.

    Adapun rincian capaian meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan progres 73,5 persen, pembangunan talud sepanjang 540 meter dengan progres 88,8 persen, pembangunan sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan capaian antara 50 hingga 100 persen.

    Wasev Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran TMMD yang efektif dan efisien. Ia berharap kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo

    “Pembangunan infrastruktur yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gunakan anggaran TMMD ini sebaik mungkin sesuai kebutuhan dan selesaikan pekerjaan tepat waktu,” tegasnya.

    Selain sasaran fisik, TMMD Ke-127 juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya. Program terpadu ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat.

    Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wasev Panglima TNI serta komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.

    “Terima kasih kepada jajaran TNI atas penyelenggaraan TMMD Ke-127 di Kabupaten Pesawaran. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

    Bupati menambahkan, TMMD bukan semata membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi desa. Pemerintah Kabupaten Pesawaran pun mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat Desa Tanjung Rejo selama pelaksanaan program berlangsung.

    Kepala Desa Tanjung Rejo, Yusman, mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan TMMD yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, upacara penutupan TMMD Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026 di Lapangan Sepak Bola Glora Muda, Desa Gunung Sari. (***)