Tag: Pesawaran

  • Bupati Pesawaran Pastikan Pelayanan Optimal di Pos Pengamanan Arus Mudik

    Bupati Pesawaran Pastikan Pelayanan Optimal di Pos Pengamanan Arus Mudik

    Lampung — Memasuki musim mudik Idul Fitri 1446 H, Pemerintah Kabupaten Pesawaran memastikan seluruh pos pengamanan (Pospam) dalam kondisi siap. Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., turun langsung meninjau sejumlah titik strategis guna memastikan pelayanan bagi pemudik berjalan optimal.

    Peninjauan dilakukan pada Rabu (18/3/2026) dengan menyasar beberapa lokasi, di antaranya Pos Pengamanan Simpang Tugu Keris dan Pos Pengamanan Exit Tol Batang Hari Ogan di Kecamatan Tegineneng. Kegiatan ini bertujuan mengecek kesiapan personel serta sarana pendukung dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

    Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan perjalanan pemudik. Pos pengamanan di Pesawaran tidak hanya difungsikan sebagai titik pengaturan arus kendaraan, tetapi juga sebagai rest area yang dilengkapi dengan berbagai layanan fasilitas.

    Fasilitas ini disediakan agar pemudik dapat beristirahat dengan aman dan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan, sehingga risiko kecelakaan akibat kelelahan dapat diminimalisir.

    Bupati Nanda Indira hadir bersama Sekretaris Daerah Wildan, Kapolres Pesawaran serta jajaran pejabat daerah, termasuk Staf Ahli, Asisten, Plt. Kadishub, Kepala Perangkat Daerah, dan unsur TNI-Polri.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan yang bertugas di lapangan.

    Bupati juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik. Pemudik yang merasa lelah atau mengantuk diminta untuk tidak memaksakan diri dan memanfaatkan fasilitas pos pengamanan yang tersedia.

    Selain Pospam Tugu Keris dan Exit Tol Batang Hari Ogan, Polres Pesawaran juga menyediakan beberapa titik Pospam lainnya yaitu di Sekitar Tugu Pengantin, Pantai Mutun, Simpang 3 Mutun, Ketapang dan Tugu Cokelat.

    “Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga arus mudik hingga arus balik Idul Fitri tahun ini berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Bupati. (***)

  • Al Hidayah Pesawaran Berbagi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Suci

    Al Hidayah Pesawaran Berbagi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa di Bulan Suci

    Lampung– Dewan Pimpinan Daerah Pengajian Akbar Al-Hidayah Kabupaten Pesawaran menggelar Pengajian Akbar sekaligus santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

    Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M di Masjid Islamic Center, Kecamatan Gedong Tataan, Maret 2026.

    Kegiatan bertema “Al-Hidayah Berbagi, Sucikan Hati dengan Santunan” ini menjadi momentum tahunan dalam menebar kebaikan dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
    Sebanyak 102 paket sembako disalurkan secara simbolis kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

    Ketua Pengajian Akbar Al-Hidayah Kabupaten Pesawaran, Halimah Zakaria, menyampaikan harapannya agar santunan yang diberikan dapat membawa keberkahan dan menjadi ladang pahala bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan tujuan meningkatkan ukhuwah islamiyah, menambah wawasan keagamaan, sekaligus menjadi wadah bersama untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

    Kegiatan tersebut turut diisi tausiah singkat oleh KH. Endang Zainal Khaidir yang mengajak jamaah untuk memaknai Ramadan sebagai bulan penyucian hati, memperbanyak amal ibadah, serta mempererat kepedulian sosial.

    Pengajian akbar ini juga turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, Plt. Kabag Kesra, Camat Gedong Tataan, Ketua Himpunan Majelis Taklim se-Kabupaten Pesawaran, serta para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

    Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus Al-Hidayah atas konsistensi dan kontribusinya dalam mendukung program sosial pemerintah daerah.

    Bupati juga mengajak lembaga sosial dan para dermawan untuk terus berbagi di bulan penuh rahmat ini, sekaligus mengimbau masyarakat menjaga kondusivitas di tengah dinamika global yang sedang bergejolak, serta senantiasa berdoa memohon kebaikan bagi daerah dan bangsa.

    “Semoga kegiatan kita hari ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” harap Bupati. (***)

  • Tahun 2027, Pesawaran Dorong Pembangunan Inklusif

    Tahun 2027, Pesawaran Dorong Pembangunan Inklusif

    Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (13/3/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, anggota DPRD Provinsi Lampung, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, para pejabat struktural di lingkungan Pemkab Pesawaran, camat dan kepala desa se-Kabupaten Pesawaran, perwakilan Gapoktan, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh adat.

    Adapun tema pembangunan Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 adalah “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan dan Pemerataan Infrastruktur dan Sarana Prasarana Pelayanan Publik untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.”

    Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan pembangunan, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira menyampaikan bahwa penyusunan RKPD Tahun 2027 merupakan tahapan strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Dokumen tersebut menjadi penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2029.

    Ia menjelaskan bahwa RKPD 2027 disusun dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2045, RPJMD Kabupaten Pesawaran 2025–2029, serta mengacu pada arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dan RPJMD Provinsi Lampung 2025–2029. Seluruh perencanaan tersebut diselaraskan dengan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

    “Musrenbang ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan pendekatan teknokratis, partisipatif, politis, top-down, dan bottom-up, sehingga perencanaan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, aspirasi pemangku kepentingan, serta kemampuan fiskal daerah,” ujar Bupati Nanda.

    Bupati juga memaparkan sejumlah capaian makro pembangunan Kabupaten Pesawaran Tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 5,38 persen atau meningkat 1,49 poin dibanding tahun sebelumnya. Jika dinilai secara ekonomi, perputaran ekonomi di Kabupaten Pesawaran mencapai Rp23,45 triliun atau berkontribusi sebesar 4,44 persen terhadap perekonomian Provinsi Lampung.

    Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian sebesar 36,86 persen, diikuti sektor perdagangan 17,30 persen, industri pengolahan 14,15 persen, konstruksi 10,26 persen, serta sektor lainnya sebesar 21,43 persen.

    Dalam mendukung kebijakan strategis nasional, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga melaporkan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau seluruh kecamatan di wilayah tersebut.

    Di Kabupaten Pesawaran sendiri saat ini, lanjut Bupati, tercatat sebanyak 52 SPPG yang melayani sekitar 130.416 penerima manfaat. Selain itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga terus dikembangkan di seluruh kecamatan. Saat ini terdapat 47 gerai yang tersebar di berbagai wilayah.

    Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Lintas Barat, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan. Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar 7 hektare dengan kapasitas 1.200 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

    Bupati Nanda menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Pesawaran tetap berlandaskan pada visi daerah yakni “Mewujudkan Pesawaran CAKEP Lebih Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijabarkan dalam lima misi pembangunan: Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif.

    “Program-program tersebut diharapkan menjadi game changer pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” jelasnya.

    Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan struktur ekonomi daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan akses pendidikan.

    Gubernur juga mendorong agar seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung berpartisipasi aktif untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi harus didorong dari tingkat kabupaten hingga desa. Gubernur mneyebut, pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

    “Pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Jika desa tumbuh, maka kabupaten akan tumbuh, dan pada akhirnya provinsi serta negara juga akan tumbuh,” ujarnya.

    Selain itu, Gubernur Lampung juga
    mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan daerah senantiasa menjunjung tinggi prinsip good governance agar pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (***)

  • Bupati Pesawaran Bersama Gubernur Lampung Cek Kondisi Ruas Jalan Provinsi

    Bupati Pesawaran Bersama Gubernur Lampung Cek Kondisi Ruas Jalan Provinsi

    Lampung — Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam agenda peninjauan sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Kabupaten Pesawaran.

    Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap terjaga serta mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Peninjauan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya ruas Jalan Gedong Tataan–Kedondong (sebelum Komplek Pemkab Pesawaran), ruas jalan Kecamatan Kedondong, Way Khilau, hingga jalur penghubung Branti – Gedong Tataan.

    Dalam kesempatan itu, Bupati Nanda menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap kondisi infrastruktur di Pesawaran. Bupati menilai bahwa semua ruas jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan mobilitas masyarakat lintas kabupaten, yakni Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus.

    “Kami berharap kemantapan jalan ini dapat terus ditingkatkan, sehingga akses distribusi barang dan mobilitas warga semakin lancar. Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ujar Bupati.

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen dalam mendukung peningkatan infrastruktur di Pesawaran. Sebab, kondisi jalan yang mantap tidak hanya berdampak pada kelancaran arus barang dan jasa, tetapi juga berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan serta efisiensi waktu tempuh masyarakat.

    Selain peningkatan badan jalan, Gubernur juga menekankan pentingnya pembangunan drainase di sepanjang ruas yang diperbaiki agar konstruksi lebih tahan lama dan tidak mudah rusak akibat genangan air.

    “Untuk itu saya turut mengimbau kepada masyarakat untuk turut menjaga kebersihan saluran drainase demi keberlanjutan fungsi infrastruktur,” kata Gubernur.

    Adapun rincian penanganan meliputi perbaikan ruas Gedong Tataan–Kedondong dengan rincian 100 meter rigid beton dan 800 meter hotmix. Kemudian ruas Simpang Kedondong–Pardasuka, Desa Kubu Batu–Kota Jawa Kecamatan Way Khilau, dengan penanganan 80 meter rigid beton dan 1,1 kilometer hotmix. Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada ruas Branti–Gedong Tataan sepanjang 1,2 kilometer hotmix.

    Seluruh pengerjaan dijadwalkan dilaksanakan pasca Hari Raya Idul Fitri, termasuk pembangunan drainase pada titik-titik prioritas. Sementara itu, jalan berlubang lainnya akan ditangani melalui alokasi dana pemeliharaan Pemerintah Provinsi Lampung sebelum musim mudik lebaran mendatang.

    Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Pesawaran diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi konektivitas wilayah serta kesejahteraan masyarakat. (***)

  • Bupati Pesawaran Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026

    Bupati Pesawaran Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026

    Lampung – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Krakatau 2026” dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel tersebut digelar di halaman Mapolres Pesawaran, Kamis (12/3/2026).

    Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian, unsur Forkopimda, serta diikuti oleh personel gabungan dari TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanda Indira membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode arus mudik, perayaan Idul Fitri 1447 H, hingga arus balik Lebaran.

    Selain itu, operasi ini juga difokuskan pada pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, serta menjaga keamanan di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, objek wisata, dan titik-titik strategis lainnya.

    Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa secara nasional Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

    Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Pesawaran berlangsung aman dan kondusif.

    Ia menyebutkan bahwa sebanyak 319 personel gabungan telah disiagakan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan untuk mendukung pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik.

    Selain itu, Polres Pesawaran juga telah menyiapkan enam titik pos pengamanan yang tersebar di sejumlah jalur strategis di wilayah Kabupaten Pesawaran, di antaranya di Kecamatan Tegineneng, Padang Cermin, dan Gedong Tataan. Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

    “Polres Pesawaran bersama seluruh instansi terkait berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujar Kapolres. (***)

  • Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok, Pemkab Pesawaran Adakan Pasar Murah

    Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok, Pemkab Pesawaran Adakan Pasar Murah

    Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar kegiatan pasar murah di Lapangan Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan saat Bulan Suci Ramadhan.

    Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya di bulan Ramadan.

    Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah direncanakan akan dilaksanakan di tujuh titik berbeda. Meski tidak seluruh kecamatan mendapatkan giliran, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan jangkauan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

    “Insyaallah harga yang kami hadirkan berada di bawah harga pasaran, sehingga bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati.

    Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras 5 kilogram seharga Rp56.000, gula Rp15.000, minyak goreng Rp15.000, tepung Rp8.000, telur Rp24.000, dan bawang merah Rp33.000. Harga tersebut berada di bawah harga pasar, sehingga disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

    Bupati Nanda Indira berharap pasar murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dapat digelar secara berkelanjutan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

    Antusiasme warga terlihat dari ramainya antrean yang memanjang. Salah seorang warga, Marsinah, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia membeli beras, minyak, dan telur dengan harga yang lebih murah namun tetap berkualitas. “Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan, karena sangat membantu, terutama saat bulan puasa sekarang ini,” ungkapnya.(*)

  • TMMD ke-127 Hadirkan Pembangunan Strategis untuk Masyarakat Pesawaran

    TMMD ke-127 Hadirkan Pembangunan Strategis untuk Masyarakat Pesawaran

    Lampung – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir melalui upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Rabu (11/3/2026).

    Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., jajaran perangkat daerah, Danrem 043/Gatam, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav M. Nuril Ambiyah selaku Dansatgas TMMD dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 berlangsung selama 30 hari dengan berbagai sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik.
    Untuk sasaran fisik, TMMD berhasil menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan talud, pembangunan lima unit sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH).

    Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga melaksanakan berbagai program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, sekolah ramah anak, penyuluhan peternakan dan perikanan, bahaya judi online dan pornografi, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), bahaya narkoba, penyuluhan hukum, serta edukasi tentang lingkungan hidup.

    Pada kesempatan tersebut, juga turut diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain bingkisan sembako serta bantuan bibit kambing sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

    Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan program TMMD ke-127. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

    “Program TMMD ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. Kami berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

    Penutupan TMMD ke-127 secara simbolis ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pengembalian alat kerja TMMD oleh Pangdam XXI/Radin Inten.

    Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program TMMD yang berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo.

    “Ini adalah salah satu bentuk sinergi antara TNI, masyarakat, dan Pemerintah Daerah dalam upaya mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

    Usai pelaksanaan upacara, Pangdam XXI/Radin Inten bersama Bupati Pesawaran dan rombongan meninjau langsung sejumlah hasil pembangunan TMMD di Desa Tanjung Rejo, termasuk jalan rabat beton, sumur bor, serta rumah warga yang telah direhabilitasi melalui program RTLH.

    Kegiatan penutupan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kantor Desa Tanjung Rejo sebagai wujud kebersamaan serta ungkapan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-127 yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

    Bupati Nanda Indira Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026

    Pesawaran, 12 Maret 2026 – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Krakatau 2026” dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel tersebut digelar di halaman Mapolres Pesawaran, Kamis (12/3/2026).

    Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian, unsur Forkopimda, serta diikuti oleh personel gabungan dari TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanda Indira membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode arus mudik, perayaan Idul Fitri 1447 H, hingga arus balik Lebaran.

    Selain itu, operasi ini juga difokuskan pada pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, serta menjaga keamanan di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, objek wisata, dan titik-titik strategis lainnya.

    Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa secara nasional Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

    Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Pesawaran berlangsung aman dan kondusif.

    Ia menyebutkan bahwa sebanyak 319 personel gabungan telah disiagakan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan untuk mendukung pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik.

    Selain itu, Polres Pesawaran juga telah menyiapkan enam titik pos pengamanan yang tersebar di sejumlah jalur strategis di wilayah Kabupaten Pesawaran, di antaranya di Kecamatan Tegineneng, Padang Cermin, dan Gedong Tataan. Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

    “Polres Pesawaran bersama seluruh instansi terkait berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujar Kapolres. (***)

  • Bupati Pesawaran Ikut Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri

    Bupati Pesawaran Ikut Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri

    Lampung – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Senin (9/3/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran.

    Rakor yang dibuka secara resmi oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., ini dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga terkait, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran melalui Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Krakatau 2026.”

    Operasi tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik.

    Dalam sambutannya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera yang setiap tahunnya menjadi titik krusial mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.

    “Lampung memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang Sumatera. Setiap tahun menjadi titik krusial arus mudik dan arus balik, sehingga diperlukan koordinasi yang matang serta langkah-langkah partisipatif dari seluruh pihak untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

    Dalam forum tersebut, sejumlah langkah strategis turut dibahas guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Di antaranya memastikan pelaksanaan kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas, percepatan perbaikan infrastruktur jalan oleh instansi terkait, serta kesiapan sarana dan prasarana pengaturan lalu lintas di jalur tol dan rest area.

    Selain itu, rakor juga membahas kesiapan distribusi bahan bakar selama periode mudik, serta kesiapan operasional transportasi laut di pelabuhan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menuju Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

    Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Pesawaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan arus mudik. Kepala Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang Pengembangan Keselamatan, Eky Yuli Widianto, S.Pi., menjelaskan bahwa sebagai wilayah yang dilalui jalur mudik, Pesawaran memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan nyaman.

    “Sebagai wilayah yang menjadi perlintasan arus mudik, Kabupaten Pesawaran berkewajiban menjaga kelancaran dan kenyamanan lalu lintas sehingga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan pengamanan arus mudik di sejumlah titik strategis, di antaranya Simpang Tol Batanghari Ogan, Simpang Tugu Keris Tegineneng, Simpang Tugu Coklat, Simpang Tugu Pengantin, Simpang Mutun, serta Simpang Ketapang. Pengamanan tersebut akan dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Polres Pesawaran.

    Selain itu, sekitar enam pos pengamanan juga akan didirikan di sejumlah titik sebagai tempat pengaturan lalu lintas sekaligus lokasi istirahat bagi para pemudik.

    Upaya pengamanan mudik ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya. Dinas Kesehatan akan menyiapkan layanan kesehatan di setiap pos pengamanan berupa tenaga medis, fasilitas P3K, serta ambulans. Sementara Dinas PUPR memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap layak dilalui, dan Dinas Komunikasi dan Informatika bertugas menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas dan layanan mudik.

    “Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi di lapangan sehingga pengamanan Idul Fitri 1447 H, khususnya arus mudik dan arus balik di wilayah Lampung, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” harapnya. (***)

  • Mimpi Warga Pesawaran Miliki Rumah Layak Huni Terwujud Lewat Program TMMD

    Mimpi Warga Pesawaran Miliki Rumah Layak Huni Terwujud Lewat Program TMMD

    Lampung – Harapan Suhono, warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran untuk bisa memiliki rumah yang layak dan aman kini terwujud.

    Melalui Program Pembangunan RTLH TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digagas Kodim 0421/Lampung Selatan, rumah Suhono dinyatakan rampung dan siap huni di bulan Maret 2026. Suhono yang hidup sebatang kara, kini bisa menetap dengan tenang tanpa khawatir air bocor membanjiri lantai saat hujan deras tiba.

    Sebelumnya, Suhono menceritakan bahwa rumahnya memang sudah tua dan keropos. Saat hujan deras disertai angin kencang tiang-tiang rumah tuanya tak lagi mampu menopang dan akhirnya roboh.

    “Saya sebatang kara, rumahnya memang sudah tua, jadi waktu angin kenceng dan hujan deras kemarin rumah saya roboh,” ucapnya lirih.

    Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mengusulkan agar rumah Suhono dibangun kembali.

    Berkat kerja sama dan gotong royong yang dilakukan tim Satgas bersama warga rumah Suhono pun kini kembali berdiri lebih kokoh dari sebelumnya. Sohono mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan Kodim 0421/Lampung Selatan. Ia berharap rumah ini akan memberikan rasa aman untuk dirinya tinggal.

    “Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan iepada semua yang telah membantu. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” harapnya.

    Sementara itu penerima manfaat lainnya, yakni rumah milik Khoirul Anwar kini dalam proses pengecatan dinding sebagai tahapan akhir sebelum bisa ditempati.
    Sementara itu, rumah Bapak Ngadino memasuki tahap penguatan struktur dengan pengecoran slop atas dan pemasangan kusen pintu serta jendela.

    Di sisi lain, rumah Ibu Yusmawati/Bapak Heri juga terus dikerjakan melalui proses plester dinding dan pemasangan kusen, sebagai persiapan menuju tahap akhir pembangunan. Adapun rumah Ibu Siti Hamdiah telah memasuki tahap pengacian dinding luar guna meratakan dan memperkuat permukaan sebelum pengecatan.

    Seluruh tahapan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh Satgas TMMD bersama warga, sebagai bagian dari upaya pengabdian menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (***)

  • Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Lampung— Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B. S.E. M.M., mendampingi kunjungan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno, S.E.,M.M. dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Rabu (4/3/2026).

    Turut mendampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfotiksan, Plt. Kepala Dinas PRKP, Plt. Kepala Dinas PUPR, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Prokopim, serta Camat Way Khilau.

    Hadir pula Pabandya-2/Kommas Paban IV/Komsos Ster TNI Letkol Inf Dwi Purwanto, S.H., Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav. Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., Kepala Desa Tanjung Rejo beserta jajaran, serta tamu
    undangan lainnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno meninjau langsung berbagai progres program pembangunan TMMD.

    Adapun rincian capaian meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan progres 73,5 persen, pembangunan talud sepanjang 540 meter dengan progres 88,8 persen, pembangunan sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan capaian antara 50 hingga 100 persen.

    Wasev Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran TMMD yang efektif dan efisien. Ia berharap kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo

    “Pembangunan infrastruktur yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gunakan anggaran TMMD ini sebaik mungkin sesuai kebutuhan dan selesaikan pekerjaan tepat waktu,” tegasnya.

    Selain sasaran fisik, TMMD Ke-127 juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya. Program terpadu ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat.

    Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wasev Panglima TNI serta komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.

    “Terima kasih kepada jajaran TNI atas penyelenggaraan TMMD Ke-127 di Kabupaten Pesawaran. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

    Bupati menambahkan, TMMD bukan semata membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi desa. Pemerintah Kabupaten Pesawaran pun mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat Desa Tanjung Rejo selama pelaksanaan program berlangsung.

    Kepala Desa Tanjung Rejo, Yusman, mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan TMMD yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, upacara penutupan TMMD Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026 di Lapangan Sepak Bola Glora Muda, Desa Gunung Sari. (***)