Tag: #Sultan Baktiar Najamudin

  • Ketua DPD RI Lepas Tim Pelajar U-17 BLiSPI ke Turnamen Internasional di Bangkok

    Ketua DPD RI Lepas Tim Pelajar U-17 BLiSPI ke Turnamen Internasional di Bangkok

    distorsi.id/, ‎Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, melepas tim pelajar U-17 yang tergabung dalam Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia atau BLiSPI, untuk mengikuti turnamen internasional Mikasa Cup dan Volt Eleven International 2026, di Bangkok, Thailand.

    Kegiatan pelepasan berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPD RI, Jalan Denpasar C3 No. 8, Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (22/3/2026).

    ‎Dalam sambutannya, Sultan menegaskan bahwa sepakbola bukan sekadar olahraga, melainkan instrumen strategis dalam diplomasi global.

    “Sepakbola adalah salah satu bentuk diplomasi tertinggi sebuah negara. Respek dan kehormatan suatu bangsa bisa hadir hanya karena bola,” ujarnya.

    ‎Menurutnya, sepakbola juga mencerminkan nilai-nilai fundamental seperti kompetisi sehat, kerja sama tim, dan kolaborasi lintas batas. Oleh karena itu, penguatan ekosistem sepakbola nasional harus dimulai dari akar rumput.
    ‎
    #Dorong Kompetisi Berjenjang dari Desa hingga Nasional
    ‎Ketua DPD RI menekankan pentingnya membangun sistem kompetisi berjenjang yang dimulai dari tingkat desa hingga nasional. Ia mengungkapkan harapannya agar ke depan lahir lebih banyak liga kampung yang terstruktur sebagai wadah pencarian bakat unggul.

    ‎“Tidak ada pemenang tanpa kompetisi yang kuat. Kita harus membangun fondasi dari bawah—dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi—agar muncul talenta terbaik bangsa,” tegasnya.

    ‎Ia juga mengapresiasi langkah PSSI yang dinilai semakin serius dalam membenahi tata kelola sepakbola nasional.
    ‎
    ‎Kolaborasi DPD RI dan BLiSPI
    ‎Sultan menyampaikan bahwa kehadiran BLiSPI menjadi salah satu jalan strategis untuk memperkuat pembinaan sepakbola usia dini berbasis komunitas. Dengan jaringan yang tersebar di seluruh provinsi, BLiSPI dinilai mampu menjaring talenta lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
    ‎DPD RI, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PSSI, guna menciptakan ekosistem sepakbola nasional yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

    ‎“Sepakbola adalah pemersatu bangsa dan pada titik tertentu menjadi industri besar. Namun, yang masih kurang adalah fokus dan kepedulian dalam memupuk bibit-bibit muda agar bisa bersinar,” katanya.
    ‎
    ‎Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga memberikan pesan motivasi kepada para pemain muda. Ia menekankan pentingnya integritas, sportivitas, dan semangat juang. Mengutip filosofi Sun Tzu, ia menyampaikan bahwa “semangat adalah setengah dari kemenangan, sementara setengah lainnya ditentukan di lapangan.”

    ‎“Kalian tidak sendiri. Kami akan terus mendampingi. Jika kalian memiliki nilai dan kualitas, cepat atau lambat peluang akan datang, apalagi di era digital saat ini,” ujarnya.
    ‎
    ‎Sebagai bentuk dukungan nyata, Ketua DPD RI menyatakan komitmennya untuk menyambut kepulangan tim di Tanah Air dengan penyambutan khusus, termasuk arak-arakan, peliputan media, serta pemberian apresiasi kepada para atlet berprestasi.

    ‎“Kebanggaan orang tua adalah anak yang berprestasi. Dan orang tua kalian bukan hanya keluarga, tetapi juga bangsa dan negara,” tambahnya.
    ‎
    ‎Acara ini turut dihadiri oleh Senator asal Lampung Bustami Zainudin, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan DPD RI Empi Muslim, Ketua BLiSPI Subagja, legenda pemain nasional Rully Nere, serta Founder BLiSPI Rahmat Raharjo.

    ‎Pelepasan ditandai secara simbolis dengan penyerahan jersey BLiSPI dari Ketua BLiSPI kepada Ketua DPD RI.
    ‎
    ‎Melalui sinergi antara DPD RI, BLiSPI, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan akan lahir generasi pesepakbola unggul yang mampu memperkuat tim nasional Indonesia di kancah internasional.

    ‎“Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis akan muncul pemain-pemain hebat yang membawa harum nama Indonesia,” pungkas Sultan.

  • DPD RI Apresiasi Presiden Prabowo Rayakan Idul Fitri Bersama Korban Banjir Sumatra

    DPD RI Apresiasi Presiden Prabowo Rayakan Idul Fitri Bersama Korban Banjir Sumatra

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang melaksanakan salat Idul Fitri bersama korban banjir Sumatra, di Kabupaten Aceh Tamiyang.

    Menurutnya, kehadiran presiden di tengah korban banjir Sumatra memberikan pesan empati dan kehadiran negara di saat masa- masa sulit rakyat.

    “Presiden memastikan negara melalui pemerintah yang dipimpinnya berkomitmen menghadirkan harapan, berbagi kebahagiaan serta turut merasakan kesedihan masyarakat yang menjadi korban banjir pada Idul Fitri,” kata Sultan, di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengungkapkan peristiwa banjir Sumatra pada Desember 2025 lalu menyebabkan banyak korban yang kehilangan keluarga dan orang-orang tercinta.

    “Saya kira ini peristiwa langka dan pertama kali dalam sejarah kepemimpinan nasional Presiden RI bersedia hadir untuk salat Idul Fitri bersama korban bencana di daerah. Sebagai orang Sumatra tentunya kami sangat bangga dan respect kepada presiden,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Sultan menyampaikan terima kasih atas komitmen dan konsistensi pemerintah dalam memulihkan kembali daerah-daerah yang terdampak bencana banjir Sumatra.

    “Kami melihat upaya rekonstruksi infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah pusat. Demikian juga dengan dukungan tambahan anggaran kepada pemerintah daerah terdampak,” pungkasnya.

  • Ketua DPD RI Imbau Semua Pihak Tahan Diri di Tengah Eskalasi Konflik Global

    Ketua DPD RI Imbau Semua Pihak Tahan Diri di Tengah Eskalasi Konflik Global

    distorsi.id/, Jalarta – Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri di tengah eskalasi konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

    Menurut Sultan, situasi yang berkembang saat ini tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga menyentuh sensitivitas umat Islam yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan menjelang Idul Fitri.

    “Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Menjelang Idul Fitri, momentum ini seharusnya menjadi ruang untuk kembali pada nilai-nilai fitrah—kedamaian, persatuan, dan kemanusiaan,” ujar Sultan dalam keterangan resminya, Kamis (19/3/2026).

    Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia, lanjut Sultan, memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian global.

    “Rakyat Indonesia sangat prihatin atas konflik yang terjadi. Kami berharap semua pihak yang bertikai dapat segera menghentikan permusuhan dalam bentuk apa pun, dan memilih jalan damai sebagai solusi bersama,” tegasnya.

    Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) itu juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi saat ini memiliki karakter asimetrik, tidak hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam arus informasi yang berkembang di ruang publik.

    “Konflik ini bersifat asimetrik, bukan hanya di medan perang, tapi juga di medan informasi. Karena itu, masyarakat harus cerdas—jangan sampai terjebak pada informasi bias dan hoaks yang justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.

    Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam menyaring informasi, terutama di era digital dan kecerdasan buatan yang memungkinkan penyebaran disinformasi secara cepat dan masif.

    “Kita harus menjaga kejernihan berpikir. Jangan sampai ruang publik dipenuhi oleh narasi yang tidak terverifikasi dan justru memecah persatuan,” tambahnya.

    Sultan juga mengapresiasi sikap sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik sebagai langkah penting menuju de-eskalasi.

    “Langkah menahan diri adalah bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas global. Ini perlu terus didorong sebagai jalan menuju perdamaian,” ujarnya.

    Menutup pernyataannya, Sultan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan umat Muslim di dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah serta menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan semangat persaudaraan.

    “Mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan,” pungkasnya.

  • DPD RI Minta Hentikan Serangan Terhadap Sesama Negara Muslim

    DPD RI Minta Hentikan Serangan Terhadap Sesama Negara Muslim

    distorsi.id/, Jakarta – Tidak semestinya terjadi permusuhan, apalagi peperangan antar-sesama negara Muslim di bulan Suci Ramadan, sebab Ramadan adalah bulan penuh rahmat yang seharusnya dijalani dalam suasana damai, saling memaafkan, bersilaturahmi, dan memperkuat ikatan persaudaraan.

    Karena itu, kata Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, peperangan antara sesama negara berpenduduk Muslim adalah tragedi yang sangat disayangkan dan patut segera diakhiri.

    Hal tersebut dikatakan Sultan, Rabu (18/3/2026), menyikapi perang yang masih berkecamuk di Iran, di mana negara-negara Arab justru menjadi target serangan rudal dan drone dari Iran.

    “Serangan terhadap negara-negara Arab bukan cuma menyasar aset-aset militer Amerika Serikat, juga merusak bandar udara, kawasan pemukiman, aset-aset ekonomi, dan berbagai bangunan milik warga sipil yang tidak ikut dalam peperangan,” kata Sultan.

    Dikatakannya, perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran sudah berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan belum diketahui kapan akan berakhir.

    Negara-negara Arab yang terkena serangan adalah Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, Irak, dan Yordania; dan negara-negara tersebut sampai sekarang masih menahan diri, sebab mereka tak ingin konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel itu meluas sampai menenggelamkan kawasan Asia Barat ke dalam instabilitas yang berkepanjangan.

    “Apalagi, baik yang menyerang maupun yang diserang di Jazirah Arab adalah sesama negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang semestinya kompak untuk menciptakan stabilitas di kawasan itu,” ujar Sultan.

    “Oleh karena itu, sudah saatnya perang ini diakhiri agar Iran dan negara-negara Arab bisa berdamai untuk membangun kesejahteraan, dan tidak terus bermusuhan. Sebab permusuhan antara sesama negara Muslim justru akan menguntungkan pihak-pihak lain yang ingin terus mengadu-domba dan memecah-belah persatuan sambil memancing di air keruh,” kata Sultan.

    “Sebagai negara sahabat Iran, kami mengimbau pemerintah dan angkatan bersenjata Iran untuk segera menghentikan serangan ke negara-negara Muslim karena sebentar lagi akan tiba Idul Fitri. Dengan alasan apa pun, serangan terhadap sesama negara Muslim adalah kesalahan besar dan harus dihentikan,” ujar Sultan.

    Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, kata Sultan, Indonesia sangat prihatin dengan tindakan militer satu arah terhadap negara-negara sahabat di semenanjung Arab saat ini. Serangan demikian tak boleh dilanjutkan lagi, sebab baik Iran, maupun negara-negara Arab yang diserangnya adalah sahabat Indonesia; dan Indonesia sebagai negara yang cinta damai tak ingin melihat mereka terus bermusuhan.

    “Bangsa Indonesia sangat berempati terhadap para korban yang berjatuhan di Iran dan juga di negara-negara yang dijadikan target serangannya. Namun Indonesia berkomitmen tetap konsisten dengan sikap politik luar negeri yang bebas aktif dan tidak akan ikut campur dalam konflik yang kini berkecamuk di Asia Barat,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Sultan sebagai Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini mendorong peningkatan kerja sama dan solidaritas antar-sesama negara anggota OKI, sebab perang yang kini berlangsung berdampak buruk terhadap perekonomian banyak negara, termasuk negara-negara anggota OKI.

    “Iran dan negara-negara Arab masih terikat dalam format kerja sama OKI yang bertujuan memperkokoh ikatan persaudaraan di antara sesama negara Muslim serta menegakkan kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara OKI,” pungkasnya.

    Sultan juga mendorong negara-negara anggota OKI untuk menggelar pertemuan darurat pada tingkat kepala negara untuk mencari solusi terbaik guna menghentikan peperangan dan permusuhan di kawasan Asia Barat.

    “OKI perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin persatuan di antara negara-negara Muslim dan mengatasi perbedaan di antara mereka, sesuai dengan pesan Deklarasi Jakarta 2016,” ujar Sultan.

  • Bagikan THR Untuk Tuna Netra se-Jabodetabek, Sultan: Perlu Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kaum Difabel

    Bagikan THR Untuk Tuna Netra se-Jabodetabek, Sultan: Perlu Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kaum Difabel

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan pemerintah perlu terus memberikan perhatian serius terhadap pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas yang notabene hidup di bawah garis kemiskinan.

    Menurutnya, perhatan serius tersebut merupakan bagian dari amanah konstitusi yang mewajibkan negara untuk melindungi fakir miskin.

    “Kita perlu berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian pada saudara-saudara penyandang disabilitas melalui program bantuan sosial. Tapi mungkin bentuk dan caranya belum bersifat memberdayakan secara ekonomi,” kata Sultan, saat acara “Sedekah Membawa Berkah” bersama Ratusan Tuna Netra Se-Jabodetabek, di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (15/3/2026).

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengungkapkan, Indonesia memiliki UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai payung hukum utama yang menjamin hak, kesetaraan, dan perlindungan difabel dari diskriminasi.

    “UU ini mencakup 22 hak dasar, termasuk pendidikan, pekerjaan (kuota 2% swasta/1% BUMN/Pemerintah), kesehatan, dan aksesibilitas fasilitas publik dengan tujuan untuk menciptakan kemandirian saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

    DPD RI, kata Sultan, terus mendorong agar pemerintah dan semua pihak terkait untuk terus meningkatkan perhatian pada penyandang disabilitas, khususnya tuna netra dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi.

    “Saya sangat percaya bahwa dalam keterbatasan fisik sekaligus, setiap manusia memiliki potensi Dan kelebihan tersendiri yang perlu untuk dikembangkan,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, Sultan menyampaikan apresiasi kepada para penyumbang seperti pengusaha dermawan Muhammad Fitno dan kawan-kawan.

    “Tidak banyak orang kaya yang memberikan perhatian kepada masyarakat tuna netra, kecuali yang diberikan pertunjuk Dan keberkahan dalam rezekinya oleh Allah SWT,” tutupnya.

  • Sultan Najamudin: DPD RI Tak Akan Pernah Berhenti Membangun Ketatanegaraan Semakin Baik

    Sultan Najamudin: DPD RI Tak Akan Pernah Berhenti Membangun Ketatanegaraan Semakin Baik

    distorsi.id/, Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia atau DPD RI, tidak akan pernah berhenti berupaya membangun sistem ketatanegaraan semakin baik.

    Demikian dikatakan Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin di sela-sela buka puasa bersama dengan sejumlah wartawan, di kediaman dinasnya, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

    “Saya tidak akan pernah berhenti berupaya membangun sistem ketatanegaraan yang semakin baik ke depannya,” kata Sultan Najamudin.

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengungkap begitu banyak undang-undang yang sudah disahkan DPR bersama pemerintah, ketika diuji oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata bermasalah karena dinilai bertentangan dengan konstitusi.

    “Guna meminimalisir terjadinya gugatan hingga pembatalan undang-undang oleh MK, mestinya ada kewenangan DPD RI untuk men-challenge undang-undang sebelum disahkan,” tegas Sultan Najamudin.

    Dikatakannya, penguatan kelembagaan DPD RI bukan untuk kepentingan pimpinan dan anggota DPD RI, tapi itu sepenuhnya untuk merajut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Namun Sultan mengakui untuk mewujudkan keadilan politik dan keadilan ekonomi memang sulit. “Tapi DPD RI berkeyakinan bahwa akan terwujud keadilan tersebut,” pungkasnya.

  • Ketua DPD RI Lepas 500 Pemudik Tujuan Lima Provinsi Sumatera

    Ketua DPD RI Lepas 500 Pemudik Tujuan Lima Provinsi Sumatera

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin resmi melepas program Mudik Gratis Bersama Kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (Kamsri) 2026, di Lobby Gedung DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/3/2026).

    Program mudik gratis tersebut menyediakan sembilan bus yang mengangkut sekitar 500 pemudik menuju lima provinsi di wilayah Sumatera, yakni Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung.

    Dalam sambutannya, Sultan mengapresiasi inisiatif Kamsri yang secara konsisten menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat.

    Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus kontribusi nyata organisasi kemasyarakatan dalam membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman saat momentum Lebaran.

    Menurutnya, program mudik bersama seperti yang dilakukan Kamsri bukan hal baru, namun konsistensi dalam menjalankannya dari tahun ke tahun menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan bahkan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

    Sultan juga menilai mudik bersama tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan perjalanan. Dengan fasilitas transportasi yang terorganisasi, pemudik dapat melakukan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

    Sementara itu, Panitia Mudik Bersama Kamsri 2026 menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mempererat solidaritas serta memberikan layanan sosial kepada masyarakat, khususnya para perantau asal Sumatera yang berada di Jakarta dan sekitarnya.

    Para peserta mudik diberangkatkan menggunakan sembilan bus yang telah disiapkan panitia dan dijadwalkan menuju berbagai kota tujuan di lima provinsi tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat merayakan Hari Raya Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman dengan lebih mudah dan aman.

  • Konflik Timur Tengah Ancam Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi

    Konflik Timur Tengah Ancam Harga Pangan, DPD RI Minta Pemerintah Siapkan Mitigasi

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, mengatakan ketegangan geopolitik global yang terjadi di kawasan Timur Tengah merupakan ancaman nyata bagi ketersediaan pangan dan daya beli masyarakat menjelang momentum Lebaran 2026.

    Hal tersebut dikatakan Sultan dalam Sidang Paripurna ke-8 Masa Sidang IV Tahun 2025-2026, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

    “Gejolak Timur Tengah adalah alarm semua negara. Pemerintah harus segera memitigasi agar kenaikan harga pangan tidak membebani masyarakat jelang Lebaran,” kata Sultan.

    Ketua DPD RI menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi keluarga dan pelaku UMKM di daerah. Ditambah dengan posisi defisit APBN yang mencapai Rp135,7 triliun.

    DPD RI menurut Sultan, memandang perlunya navigasi fiskal yang super cermat dan taktis. “Dengan inflasi 4,76%, kuncinya adalah penguatan produksi pangan daerah dan stabilitas distribusi. Jangan sampai rantai pasok terganggu di tengah ketidakpastian global,” tegasnya.

    Selain isu ekonomi, DPD RI juga menekan Pemerintah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi. Dengan mobilitas masyarakat yang diprediksi melonjak tajam, koordinasi lintas instansi menjadi krusial untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik.

    “Tujuan kita satu, memastikan jutaan pemudik bisa pulang dengan aman dan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok,” tambah Sultan.

    Aspirasi Daerah
    Komite I menyoroti penguatan ASN, pemerataan infrastruktur komunikasi, dan tata kelola pembangunan daerah. Komite II mengangkat ketahanan pangan dan konektivitas maritim.

    Komite III menekankan pemerataan layanan kesehatan, pengembangan keterampilan generasi muda, perluasan kerja, akses pendidikan, dan penguatan lembaga keagamaan. Komite IV dan BULD menyoroti dinamika ekonomi daerah, ketidakpastian hukum, serta lemahnya penanganan terintegrasi.

  • Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Israel dengan Iran

    Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Israel dengan Iran

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan dukungannya terhadap pandangan dan sikap Presiden Prabowo Subianto atas konflik Amerika Serikat-Israel dengan Republik Islam Iran.

    “Sikap netral terhadap para pihak yang berkonflik adalah wujud politik bebas aktif diplomasi bangsa Indonesia. Sebagai bangsa kita harus menghormati pandangan, sikap dan keputusan pemimpin nasional kita,” kata Sultan, usai menghadiri peringatan Nuzul Qur’an, di Istana Negara,  Jakarta, Selasa, (10/3/2026).

    Menurut Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu, dalam sejarahnya, Indonesia adalah negara penggagas Gerakan Non-Blok di antara konfrontasi dua kekuatan global.

    “Kami sangat memahami dan sepenuhnya mendukung sikap diplomatij Presiden Prabowo yang demikian bijaksana demi kepentingan bangsa dan begara. Presiden berupaya menjaga hubungan baik dengan semua negara,” tegasnya.

    DPD RI, kata Sultan, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaeni.

    “Tentunya Ucapan belasungkawa presiden tersebut mewakili seluruh Bangsa Indonesia kepada bangsa Iran,” ujarnya.

    Sebagai negara mayoritas Muslim, ungkapnya, tentu sangat berempati dengan para korban perang di Iran. Namun juga menghormati kepentingan dan kebijakan luar negeri dari negara-negara sahabat lainnya.

    “Prinsipnya presiden ingin mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok. Karena semua pihak yang bertikai adalah sahabat baik Indonesia,” pungkasnya.

    Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang makin kompleks.

    Pernyataan itu disampaikan Presiden, Senin (9/3/2026), di sela acara peresmian 218 jembatan secara hybrid melalui konferensi video, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

  • Ketua DPD RI Apresiasi TNI Aktif Membangun Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatera

    Ketua DPD RI Apresiasi TNI Aktif Membangun Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatera

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonsia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang turut aktif membangun ratusan jembatan dan pemulihan bencana banjir Sumatera.

    Sultan mengatakan, peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat daerah adalah wujud pengabdian dan kecintaan TNI terhadap rakyat dan Bangsa Indonesia.

    “Kami melihat TNI tidak hanya aktif dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, namun juga efektif mendorong kecepatan serta ketepatan realisasi program-program pemerintah sesuai harapan masyarakat di daerah,” ujar Sultan, Selasa (10/3/2026).

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengatakan, selama TNI memiliki Komitmen dan pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat hingga ke desa-desa. TNI telah menyatu atau manunggal dengan rakyat.

    “Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif dan kerja keras prajurit TNI pada beberapa program prioritas pemerintah, baik program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, penertiban kawasan hutan hingga program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan daerah pascabencana alam,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Sultan mengatakan DPD RI secara kelembagaan siap berkolaborasi bersama institusi TNI dalam agenda pengawasan pembangunan daerah dan ketahanan nasional di daerah.

    “DPD RI dan TNI memiliki tanggung jawab konstitusional yang sama dalam menjaga persatuan nasional,” imbuhnya.

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan 218 jembatan yang dilakukan secara virtual pada Senin (9/3/2026), dengan mengundang para prajurit TNI yang terlibat dalam pembangunan yang dipimpin oleh satuan tugas di bawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat.