Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran 2026, DPD RI Cek Cadangan Pangan di Gudang Bulog Purwomartani Yogyakarta

oleh -3 Dilihat
Empat Anggota DPD RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta kunjungan kerja ke Gudang Bulog Purwomartani, Selasa (3/3/2026). Foto: dokumen BPHM.

distorsi.id/, Yogyakarta – Empat Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Gudang Bulog Purwomartani, Selasa (3/3/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan bahan pangan pokok pada Ramadan 1447 H dan menyongsong Idul Fitri 2026.

Momentum ini tentunya berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan juga stabilitas sosial-ekonomi di DIY.

Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas mengatakan kenaikan harga bahan pokok dan pangan ini merupakan budaya tahunan yang mungkin akan selalu terjadi, sehingga harus diantisipasi.

”Kapasitas DPD RI di sini bukan mengawasi tetapi membantu untuk dapat menstabilkan harga. Yogya jangan lebih bergejolak ketimbang provinsi lain. Tentunya, kita akan memastikan harga bahan kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya.

Anggota Komite II DPD RI Hilmy Muhammad mengatakan, kunjungan kali ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh persiapan yang dilakukan oleh Gudang Bulog DIY untuk distribusi pangan ke warga.

“Kita ingin tahu tentunya terkait dengan konsumsi untuk warga kita di DIY, sebanyak apa stok yang dimiliki, apakah sudah siap ketercukupannya. Tentunya, kita perlu mengetahui dan memastikan supaya proses distribusi ini berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

Selanjutnya dari lingkup Komite III, Ahmad Syauqi, juga turut menyampaikan bahwa DPD RI hadir untuk memastikan keterjangkauan harga pokok bagi masyarakat terutama kelompok rentan.

“Pastinya kita akan menjamin keterjangkauan harga bahan pokok, apalagi pada kelompok masyarakat rentan tentu saja akan menjadi perhatian tersendiri. Mungkin bahasa lugasnya adalah mengendalikan harga-harga agar ditingkat masyarakat terutama kelompok rentan tidak menimbulkan gejolak,” ungkapnya.

Kemudian, Anggota Komite IV DPD RI, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega menyampaikan terjadi kenaikan harga bahan pangan menjelang Lebaran di DIY terutama pada komoditas cabai dan daging ayam.

Namun, secara umum harga bahan pokok masih stabil dan tidak mengalami kenaikan di beberapa wilayah di DIY.

“Berdasar hasil pemantauan lapangan yang kami lakukan di Pasar Sleman dan Kulonprogo bersama TPID DIY, secara umum kami melihat bahwa ketersediaan harga pokok di DIY ini masih dalam kategori terkendali. Jika, harga bahan pangan naik, mari kita cegah perilaku panic buying supaya ketersediaan bahan pokok di pasar bisa merata ke semua warga,” katanya.

Sementara itu Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi mengungkapkan bahwa pasokan harga pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan dan tidak ada indikasi penimbunan barang.

Dengan posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog DIY sebesar 48.115 ton (per tanggal 1 Maret 2026). Maka stok beras tersebut cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

“Untuk kegiatan operasi pasar murah demi stabilisasi pasokan dan harga pangan ini bekerjasama dengan Dinas Perdagangan DIY. Hampir tiap minggu kebutuhan stok dan harga tetap stabil, tidak ada indikasi penimbunan. Kami selalu memonitor harga bersama tim TPID, untuk menjaga indikasi spekulasi harga menjelang hari besar keagamaan,” ungkap Dedi.

Turut hadir dalam forum diskusi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY Brigjen TNI Firyawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Perekonomian DIY Dahana Pamungkas, serta Kanit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda DIY Kompol Suranto yang juga memberi masukan di sesi dialog.