Tag: #Achmad Azran

  • Paksa Mundur Buruh di Cakung Tak Boleh Dibiarkan, Azran: THR dan Hak Pekerja Harus Dipenuhi

    Paksa Mundur Buruh di Cakung Tak Boleh Dibiarkan, Azran: THR dan Hak Pekerja Harus Dipenuhi

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Achmad Azran menyampaikan keprihatinan serius atas dugaan pemaksaan pengunduran diri terhadap ratusan buruh PT. Amos Indah Indonesia, kawasan KBN Cakung, Jakarta Utara, yang berpotensi merampas hak-hak pekerja menjelang Idul Fitri.

    Azran mengatakan, tunjangan hari raya (THR) merupakan hak normatif pekerja yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan dan tidak boleh dijadikan alat tekanan oleh perusahaan.

    “THR adalah hak pekerja. Tidak boleh ada perusahaan yang menjadikannya sebagai alat untuk menekan buruh agar mengundurkan diri. Jika benar terjadi pemaksaan seperti yang dilaporkan, maka ini adalah persoalan serius yang harus segera ditangani,” tegas Azran.

    Karena itu, ia juga minta Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan memediasi persoalan ini agar tidak merugikan para pekerja.

    “Negara harus hadir melindungi pekerja. Apalagi banyak dari mereka yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun. Jangan sampai menjelang Lebaran mereka justru kehilangan pekerjaan dan hak-haknya,” ujarnya.

    Azran juga mengingatkan perusahaan untuk menghormati aturan ketenagakerjaan yang berlaku serta menjaga hubungan industrial yang sehat dengan para pekerja dan serikat buruh.

    Kasus ini mencuat setelah ratusan buruh PT. Amos Indah Indonesia—sebuah perusahaan industri garmen di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung yang memproduksi pakaian untuk pasar ekspor—dilaporkan menghadapi tekanan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.

    Pada 5 Maret 2026, pihak manajemen disebut menyampaikan bahwa 13 Maret 2026 akan menjadi hari terakhir para pekerja bekerja dengan alasan pesanan produksi sedang menurun.

    Para buruh kemudian ditawari untuk menandatangani surat pengunduran diri dengan kompensasi yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

    Bahkan, menurut keterangan Ketua Pengurus Basis FSBPI-KPBI PT Amos Indah Indonesia, Lindah, pekerja yang menolak menandatangani surat pengunduran diri diancam tidak akan menerima THR tahun 2026 serta tidak diperbolehkan lagi bekerja di tempat kerja mereka.

    Mayoritas pekerja yang terdampak merupakan buruh perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dengan masa kerja yang mencapai hingga 26 tahun.

    Dalam PKB juga disebutkan adanya kewajiban perusahaan untuk secara berkala mengangkat pekerja menjadi karyawan tetap. Namun para pekerja menilai ketentuan tersebut tidak dijalankan.

    Para buruh juga menyebut bahwa perusahaan justru memasukkan tenaga kerja baru dengan status pekerja Harian Lepas (HL) untuk menggantikan posisi mereka.

    Ketegangan antara pekerja dan manajemen memuncak pada 11 Maret 2026 ketika terjadi dugaan intimidasi terhadap pengurus serikat pekerja, termasuk perampasan telepon genggam dan penghentian fungsi mesin absensi sehingga pekerja tidak dapat mencatat kehadiran.

    Hingga saat ini belum tercapai kesepakatan antara pekerja dan manajemen perusahaan. Para buruh menyatakan akan melakukan aksi mogok kerja pada 12–18 Maret 2026 serta mendirikan tenda di depan pabrik sebagai bentuk protes terhadap dugaan pemaksaan pengunduran diri yang mereka nilai melanggar hukum.

    Menanggapi situasi tersebut, Azran berharap agar semua pihak dapat mengedepankan dialog dan penyelesaian yang adil, dengan tetap menjamin hak-hak pekerja terpenuhi.

    “Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat. Hak pekerja harus dihormati, dan perusahaan juga perlu membuka ruang dialog agar tercapai solusi yang tidak merugikan para buruh,” harap Azran.

  • Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran menyampaikan dukungannya terhadap berbagai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

    Azran menyoroti khususnya program mudik gratis dan penertiban terminal bayangan yang diusung Pemprov DKI Jakarta.

    Namun demikian, Azran menekankan pentingnya pengawasan ketat, transparansi, serta solusi berkelanjutan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik secara nasional pada musim mudik Lebaran setiap tahun dapat mencapai lebih dari 120 juta orang, dengan wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu titik keberangkatan terbesar.

    Sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menjadi pusat mobilitas masyarakat yang akan kembali ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa menjelang Lebaran 2026.

    Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sekitar 690 unit bus untuk program mudik gratis bagi warga Jakarta yang ingin pulang kampung.

    Program ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar dapat melakukan perjalanan mudik secara lebih aman, nyaman, dan terjangkau.

    Senator Azran menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Program mudik gratis adalah langkah positif untuk membantu warga Jakarta pulang kampung dengan lebih aman dan terjangkau. Namun yang paling penting adalah memastikan bahwa program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik pungutan liar,” ujar Azran.

    Diingatkannya, pengawasan publik dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, Azran juga menyoroti langkah Pemprov DKI dalam menertibkan terminal bayangan atau terminal ilegal di berbagai titik di Jakarta.

    Keberadaan terminal bayangan selama ini sering menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, ketidakteraturan lalu lintas, hingga potensi risiko keselamatan bagi penumpang karena kendaraan yang beroperasi tidak selalu melalui pemeriksaan kelayakan.

    Menurut Azran, penertiban tersebut merupakan langkah yang tepat, namun perlu dibarengi dengan pendekatan yang komprehensif.

    “Penertiban terminal bayangan memang penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan keteraturan transportasi. Namun pemerintah juga perlu memastikan bahwa terminal resmi memiliki kapasitas yang memadai, akses transportasi yang mudah, serta pelayanan yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Azran mendorong beberapa langkah strategis, antara lain:
    Digitalisasi pendaftaran mudik gratis untuk memastikan transparansi dan mencegah pungutan liar.

    Peningkatan pengawasan di titik keberangkatan, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
    Penguatan fasilitas terminal resmi, termasuk akses transportasi penghubung seperti bus kota dan transportasi massal.

    Sosialisasi masif kepada masyarakat agar menggunakan jalur dan terminal resmi demi keselamatan perjalanan.

    Azran juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bijak.

    “Keselamatan perjalanan mudik adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah dan turut menjaga ketertiban selama arus mudik,” tutup Bang Azran.

    Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Azran optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

  • Timur Tengah Memanas, Senator Azran: Jakarta Harus Tetap Tenang dan Bersatu di Tengah Ketegangan Global

    Timur Tengah Memanas, Senator Azran: Jakarta Harus Tetap Tenang dan Bersatu di Tengah Ketegangan Global

    distorsi.id/, Jakarta – Menanggapi perkembangan situasi internasional terkait serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Anggota DPD RI Achmad Azran yang mengajak masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan menjaga persatuan di tengah dinamika global yang berkembang.

    Dikatakannya, setiap konflik internasional tentu menjadi perhatian dunia, namun masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan dalam merespons situasi tersebut.

    “Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, baik di media sosial maupun platform lainnya. Situasi internasional memang memanas, tetapi Jakarta harus tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ujar Azran.

    Ditekankannya, bahwa Indonesia secara konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dan mengedepankan diplomasi dalam menyikapi setiap konflik antarnegara.

    “Bangsa kita sejak awal berdiri selalu mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi. Prinsip kemanusiaan dan perdamaian adalah fondasi yang tidak boleh kita tinggalkan. Mari jaga Jakarta. Jakarta kampung kita,” tegasnya.

    Menurut Bang Azran, sebagai kota global dan pusat aktivitas nasional, Jakarta harus menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi isu-isu internasional.

    “Jakarta adalah barometer nasional. Kita harus menunjukkan ketenangan, kedewasaan, dan solidaritas. Jangan sampai dinamika global justru memicu keresahan atau perpecahan di tingkat lokal. Apalagi di bulan suci Ramadan ini, kita harus saling berpegangan tangan satu kesatuan,” lanjutnya.

    Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

    “Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Pemerintah tentu memantau perkembangan situasi dengan cermat. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga ketertiban, memperkuat solidaritas, dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” katanya.

    Senator Azran menyoroti memanasnya Timur Tengah tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya perdamaian dunia.

    “Kabar di Timur Tengah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa konflik bersenjata selalu membawa dampak kemanusiaan yang luas. Kita tentu prihatin atas eskalasi yang terjadi. Namun sebagai warga Jakarta dan bagian dari bangsa Indonesia, sikap terbaik kita adalah mendoakan agar ketegangan segera mereda, serta memastikan kota kita tercinta tetap aman, tertib, dan harmonis,” tutup Bang Azran.