Kategori: Daerah

  • Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok, Pemkab Pesawaran Adakan Pasar Murah

    Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok, Pemkab Pesawaran Adakan Pasar Murah

    Lampung – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar kegiatan pasar murah di Lapangan Dusun Salahuddin, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan saat Bulan Suci Ramadhan.

    Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya di bulan Ramadan.

    Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah direncanakan akan dilaksanakan di tujuh titik berbeda. Meski tidak seluruh kecamatan mendapatkan giliran, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan jangkauan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

    “Insyaallah harga yang kami hadirkan berada di bawah harga pasaran, sehingga bisa meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati.

    Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras 5 kilogram seharga Rp56.000, gula Rp15.000, minyak goreng Rp15.000, tepung Rp8.000, telur Rp24.000, dan bawang merah Rp33.000. Harga tersebut berada di bawah harga pasar, sehingga disambut antusias oleh warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

    Bupati Nanda Indira berharap pasar murah tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dapat digelar secara berkelanjutan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

    Antusiasme warga terlihat dari ramainya antrean yang memanjang. Salah seorang warga, Marsinah, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia membeli beras, minyak, dan telur dengan harga yang lebih murah namun tetap berkualitas. “Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan, karena sangat membantu, terutama saat bulan puasa sekarang ini,” ungkapnya.(*)

  • TMMD ke-127 Hadirkan Pembangunan Strategis untuk Masyarakat Pesawaran

    TMMD ke-127 Hadirkan Pembangunan Strategis untuk Masyarakat Pesawaran

    Lampung – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir melalui upacara penutupan yang digelar di Lapangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Rabu (11/3/2026).

    Upacara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., jajaran perangkat daerah, Danrem 043/Gatam, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi.

    Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav M. Nuril Ambiyah selaku Dansatgas TMMD dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 berlangsung selama 30 hari dengan berbagai sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik.
    Untuk sasaran fisik, TMMD berhasil menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan talud, pembangunan lima unit sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH).

    Selain pembangunan fisik, kegiatan TMMD juga melaksanakan berbagai program nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang diberikan meliputi wawasan kebangsaan dan bela negara, sekolah ramah anak, penyuluhan peternakan dan perikanan, bahaya judi online dan pornografi, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), bahaya narkoba, penyuluhan hukum, serta edukasi tentang lingkungan hidup.

    Pada kesempatan tersebut, juga turut diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, antara lain bingkisan sembako serta bantuan bibit kambing sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

    Dalam sambutannya, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan program TMMD ke-127. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

    “Program TMMD ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. Kami berharap seluruh hasil pembangunan yang telah dilaksanakan dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

    Penutupan TMMD ke-127 secara simbolis ditandai dengan penanggalan tanda peserta dan pengembalian alat kerja TMMD oleh Pangdam XXI/Radin Inten.

    Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya program TMMD yang berjalan lancar serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo.

    “Ini adalah salah satu bentuk sinergi antara TNI, masyarakat, dan Pemerintah Daerah dalam upaya mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

    Usai pelaksanaan upacara, Pangdam XXI/Radin Inten bersama Bupati Pesawaran dan rombongan meninjau langsung sejumlah hasil pembangunan TMMD di Desa Tanjung Rejo, termasuk jalan rabat beton, sumur bor, serta rumah warga yang telah direhabilitasi melalui program RTLH.

    Kegiatan penutupan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kantor Desa Tanjung Rejo sebagai wujud kebersamaan serta ungkapan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-127 yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

    Bupati Nanda Indira Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2026

    Pesawaran, 12 Maret 2026 – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Krakatau 2026” dalam rangka pengamanan dan pelayanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Apel tersebut digelar di halaman Mapolres Pesawaran, Kamis (12/3/2026).

    Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, Ketua DPRD Pesawaran Achmad Rico Julian, unsur Forkopimda, serta diikuti oleh personel gabungan dari TNI–Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, tenaga kesehatan, dan instansi terkait lainnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanda Indira membacakan amanat Kapolri yang menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Operasi ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode arus mudik, perayaan Idul Fitri 1447 H, hingga arus balik Lebaran.

    Selain itu, operasi ini juga difokuskan pada pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas, serta menjaga keamanan di berbagai lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, objek wisata, dan titik-titik strategis lainnya.

    Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa secara nasional Polri telah menyiapkan sebanyak 2.746 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

    Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha menjelaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan perayaan Idul Fitri di Kabupaten Pesawaran berlangsung aman dan kondusif.

    Ia menyebutkan bahwa sebanyak 319 personel gabungan telah disiagakan, yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta tenaga kesehatan untuk mendukung pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pemudik.

    Selain itu, Polres Pesawaran juga telah menyiapkan enam titik pos pengamanan yang tersebar di sejumlah jalur strategis di wilayah Kabupaten Pesawaran, di antaranya di Kecamatan Tegineneng, Padang Cermin, dan Gedong Tataan. Operasi Ketupat Krakatau 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.

    “Polres Pesawaran bersama seluruh instansi terkait berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,” ujar Kapolres. (***)

  • Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berbagi Sembako untuk Warga Desa Mandiri

    Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berbagi Sembako untuk Warga Desa Mandiri

    distorsi.id/, Morotai, Maluku Utara – Dalam rangka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026, Dansatgas TMMD Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., memberikan santunan berupa paket sembako kepada warga di Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (10/3/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD.

    Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran program TMMD.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” ujarnya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima dan sedikit membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

    “Kami berharap paket sembako yang diberikan ini dapat membantu masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Semoga kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

  • Bupati Pesawaran Ikut Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri

    Bupati Pesawaran Ikut Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Idul Fitri

    Lampung – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Senin (9/3/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran.

    Rakor yang dibuka secara resmi oleh Wakapolda Lampung, Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., ini dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga terkait, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pengamanan Lebaran melalui Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Krakatau 2026.”

    Operasi tersebut bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa hingga merayakan Hari Raya Idul Fitri, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik.

    Dalam sambutannya, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Sumarto, M.Si., menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang utama Pulau Sumatera yang setiap tahunnya menjadi titik krusial mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.

    “Lampung memiliki posisi yang sangat strategis sebagai gerbang Sumatera. Setiap tahun menjadi titik krusial arus mudik dan arus balik, sehingga diperlukan koordinasi yang matang serta langkah-langkah partisipatif dari seluruh pihak untuk memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

    Dalam forum tersebut, sejumlah langkah strategis turut dibahas guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran. Di antaranya memastikan pelaksanaan kebijakan pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas, percepatan perbaikan infrastruktur jalan oleh instansi terkait, serta kesiapan sarana dan prasarana pengaturan lalu lintas di jalur tol dan rest area.

    Selain itu, rakor juga membahas kesiapan distribusi bahan bakar selama periode mudik, serta kesiapan operasional transportasi laut di pelabuhan guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menuju Pulau Sumatera maupun sebaliknya.

    Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Pesawaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan arus mudik. Kepala Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang Pengembangan Keselamatan, Eky Yuli Widianto, S.Pi., menjelaskan bahwa sebagai wilayah yang dilalui jalur mudik, Pesawaran memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjalanan para pemudik berlangsung aman dan nyaman.

    “Sebagai wilayah yang menjadi perlintasan arus mudik, Kabupaten Pesawaran berkewajiban menjaga kelancaran dan kenyamanan lalu lintas sehingga para pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pada tahun 2026 pihaknya akan melakukan pengamanan arus mudik di sejumlah titik strategis, di antaranya Simpang Tol Batanghari Ogan, Simpang Tugu Keris Tegineneng, Simpang Tugu Coklat, Simpang Tugu Pengantin, Simpang Mutun, serta Simpang Ketapang. Pengamanan tersebut akan dilaksanakan dengan berkoordinasi bersama Polres Pesawaran.

    Selain itu, sekitar enam pos pengamanan juga akan didirikan di sejumlah titik sebagai tempat pengaturan lalu lintas sekaligus lokasi istirahat bagi para pemudik.

    Upaya pengamanan mudik ini juga melibatkan berbagai perangkat daerah lainnya. Dinas Kesehatan akan menyiapkan layanan kesehatan di setiap pos pengamanan berupa tenaga medis, fasilitas P3K, serta ambulans. Sementara Dinas PUPR memastikan kondisi infrastruktur jalan tetap layak dilalui, dan Dinas Komunikasi dan Informatika bertugas menyampaikan berbagai informasi penting kepada masyarakat terkait kondisi lalu lintas dan layanan mudik.

    “Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi di lapangan sehingga pengamanan Idul Fitri 1447 H, khususnya arus mudik dan arus balik di wilayah Lampung, dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” harapnya. (***)

  • Puluhan Lansia Dapat Bantuan Atensi dari Kemensos RI

    Puluhan Lansia Dapat Bantuan Atensi dari Kemensos RI

    Lampung – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersinergi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia, telah menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 90 orang Lansia di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Sentra Handayani, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, Camat Tegineneng beserta jajaran, Kepala Desa Trimulyo, Ketua LKS Berkah Harapan, serta para penerima manfaat.

    Hadir mewakili Bupati Pesawaran, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Pesawaran, Sunyoto, SE., MM, yang sekaligus membacakan sambutan Bupati Pesawaran. Dalam sambutan tersebut disampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI, khususnya Sentra Handayani, atas kepedulian dan perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran.

    Disampaikan pula bahwa bantuan ATENSI yang diserahkan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Usulan bantuan dihimpun oleh LKS Berkah Harapan, direkomendasikan oleh Bupati melalui Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, hingga diteruskan dan direalisasikan oleh Kementerian Sosial RI.

    “Meskipun merupakan usulan tahun 2025 yang baru terealisasi pada awal tahun 2026, hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Sunyoto.

    Pemerintah Kabupaten Pesawaran berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dengan Sentra Handayani Kementerian Sosial RI dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat, guna mendorong peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia.

    Selain itu, para penerima manfaat pun diimbau agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kesehatan dan meningkatkan kemandirian keluarga.

    Penyaluran bantuan ATENSI ini menjadi bagian dari upaya negara untuk hadir di tengah masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkeadilan. (***)

  • Mimpi Warga Pesawaran Miliki Rumah Layak Huni Terwujud Lewat Program TMMD

    Mimpi Warga Pesawaran Miliki Rumah Layak Huni Terwujud Lewat Program TMMD

    Lampung – Harapan Suhono, warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran untuk bisa memiliki rumah yang layak dan aman kini terwujud.

    Melalui Program Pembangunan RTLH TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digagas Kodim 0421/Lampung Selatan, rumah Suhono dinyatakan rampung dan siap huni di bulan Maret 2026. Suhono yang hidup sebatang kara, kini bisa menetap dengan tenang tanpa khawatir air bocor membanjiri lantai saat hujan deras tiba.

    Sebelumnya, Suhono menceritakan bahwa rumahnya memang sudah tua dan keropos. Saat hujan deras disertai angin kencang tiang-tiang rumah tuanya tak lagi mampu menopang dan akhirnya roboh.

    “Saya sebatang kara, rumahnya memang sudah tua, jadi waktu angin kenceng dan hujan deras kemarin rumah saya roboh,” ucapnya lirih.

    Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) mengusulkan agar rumah Suhono dibangun kembali.

    Berkat kerja sama dan gotong royong yang dilakukan tim Satgas bersama warga rumah Suhono pun kini kembali berdiri lebih kokoh dari sebelumnya. Sohono mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang diberikan Kodim 0421/Lampung Selatan. Ia berharap rumah ini akan memberikan rasa aman untuk dirinya tinggal.

    “Rasa syukur dan terima kasih saya ucapkan iepada semua yang telah membantu. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” harapnya.

    Sementara itu penerima manfaat lainnya, yakni rumah milik Khoirul Anwar kini dalam proses pengecatan dinding sebagai tahapan akhir sebelum bisa ditempati.
    Sementara itu, rumah Bapak Ngadino memasuki tahap penguatan struktur dengan pengecoran slop atas dan pemasangan kusen pintu serta jendela.

    Di sisi lain, rumah Ibu Yusmawati/Bapak Heri juga terus dikerjakan melalui proses plester dinding dan pemasangan kusen, sebagai persiapan menuju tahap akhir pembangunan. Adapun rumah Ibu Siti Hamdiah telah memasuki tahap pengacian dinding luar guna meratakan dan memperkuat permukaan sebelum pengecatan.

    Seluruh tahapan tersebut dikerjakan secara gotong royong oleh Satgas TMMD bersama warga, sebagai bagian dari upaya pengabdian menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat. (***)

  • Perkuat Infrastruktur Kawasan Mahalona, Wamentrans Dukung Luwu Timur sebagai Sentra Tanaman Pangan

    Perkuat Infrastruktur Kawasan Mahalona, Wamentrans Dukung Luwu Timur sebagai Sentra Tanaman Pangan

    distorsi.id/, Jakarta – Bupati Luwu Timur Irawan Bachri Syam mengatakan, kedatangannya menemui Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi,

    untuk menyampaikan berbagai potensi yang ada di kawasan transmigrasi Mahalona yang berada di Kecamatan Towuti.

    “Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Mahalona seperti tanaman pangan, lada, dan buah naga,” kata Irawan Bachri mengungkap, pembicaraannya dengan Wamentrans, Viva Yoga Mauladi, di Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, (5/3/2026).

    Selain itu, Bupati Irawan Bachri Syam menjelaskan sebagai kabupaten terluas kedua di Provinsi Sulawesi Selatan, Luwu Timur diberi amanat untuk mencetak sawah seluas 1.000 Ha. “Potensinya bisa mencapai 20.000 Ha,” ungkap Irawan Bachri.

    Semua potensi tersebut, menurut Irawan Bachri, belum bisa dioptimalkan karena belum didukung oleh infrastruktur jalan, jembatan, dan pendukung di sektor pertanian.

    “Infrastruktur yang ada sudah tidak memadai,” tegasnya.

    Irawan Bachri menegaskan, Mahalona perlu diberi sentuhan agar potensi kawasan dan transmigran serta penduduk lain menjadi lebih sejahtera.

    “Luwu Timur selalu menerima transmigran dan kami tetap membutuhkan transmigran guna membangun daerah,” ujarnya.

    Potensi besar Mahalona diakui oleh Viva Yoga. “Karena itu kawasan Mahalona masuk dalam 154 kawasan prioritas Kementrans,” kata politikus Partai PAN itu.

    Untuk meningkatkan potensi pertanian dan kehidupan transmigran, Kementerian ini telah menganggarkan sesuai kebutuhan yang diperlukan. Dalam TA 2025, Luwu Timur mendapat bantuan sebesar Rp11,3 miliar.

    “Untuk bantuan TA 2026 masih dalam pembahasan,” ungkap mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.

    Viva Yoga ingin kawasan transmigrasi Mahalona menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Dirinya mendukung kawasan itu menjadi sentra tanaman pangan, komoditas beras, guna mendukung swasembada pangan.

    Untuk itu rencana cetak sawah perlu dipercepat namun hal demikian harus didukung oleh infrastruktur bendungan dan saluran irigasi.

    “Terkait infrastruktur pendukung yang besar, Kementrans akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Viva Yoga.

    “Program cetak sawah tidak boleh gagal. Ini juga menjadi tanggung jawab kami karena selama ini kawasan transmigrasi berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Kawasan transmigrasi harus produktif dan menjadi sentra tanaman pangan,” ujarnya.

    Sebagai kabupaten yang setiap periode menerima kedatangan transmigran, Viva Yoga mengingatkan pada pemerintah Luwu Timur agar dalam menyediakan lahan dan kawasan transmigrasi statusnya harus ‘clean and clear’.

    “Jangan tumpang-tindih dengan lahan milik pihak lain,” tegasnya.

    Dari target sertifikati SHM di lahan milik transmigran, dari 5,580 bidang sudah direalisasi sebanyak 4,521 bidang, sisa 1,088 bidang.

    Bila ada kawasan transmigrasi tumpang tindih dengan kawasan hutan, ada dasar hukum yang kuat yakni pemerintah mengeluarkan seluruh kawasan hutan yang berada di kawasan transmigrasi dilepaskan status kawasan hutannya.

    “Ini merupakan dukungan politik dari Komisi V DPR”, ujarnya. Keputusan itu diperkuat saat Komisi V melakukan rapat kerja dengan Kementrans dan Kementerian Desa dan Pembanguan Daerah Tertinggal.

    Dalam rapat disepakati, keberadaan desa dan lahan transmigrasi yang berada di kawasan hutan atau taman nasional harus dilepaskan statusnya dari kawasan hutan atau taman nasional.

    “Bila ada konflik lahan harus cepat diselesaikan”, ujar Viva Yoga. Dirinya tidak ingin masalah yang terjadi di eks lokasi transmigrasi Bekambit, Desa Rawa Indah, Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terulang, di mana lahan transmigran yang sudah ditempati sejak tahun 1980-an dan sudah SHM, dicaplok pihak lain.

    “Masalah ini kita tuntaskan dengan berkoordinasi bersama Kementerian ATR/BPN dan Kementerian ESDM”, ungkapnya.

  • Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Bupati Pesawaran dan Wasev Panglima TNI Tinjau TMMD Ke-127

    Lampung— Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B. S.E. M.M., mendampingi kunjungan Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno, S.E.,M.M. dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Rabu (4/3/2026).

    Turut mendampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kominfotiksan, Plt. Kepala Dinas PRKP, Plt. Kepala Dinas PUPR, Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Kabag Prokopim, serta Camat Way Khilau.

    Hadir pula Pabandya-2/Kommas Paban IV/Komsos Ster TNI Letkol Inf Dwi Purwanto, S.H., Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav. Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., Kepala Desa Tanjung Rejo beserta jajaran, serta tamu
    undangan lainnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno meninjau langsung berbagai progres program pembangunan TMMD.

    Adapun rincian capaian meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan progres 73,5 persen, pembangunan talud sepanjang 540 meter dengan progres 88,8 persen, pembangunan sumur bor, serta rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan capaian antara 50 hingga 100 persen.

    Wasev Brigjen TNI (Mar) Bambang Hadi Suseno juga menekankan pentingnya penggunaan anggaran TMMD yang efektif dan efisien. Ia berharap kegiatan TMMD dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tanjung Rejo

    “Pembangunan infrastruktur yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Gunakan anggaran TMMD ini sebaik mungkin sesuai kebutuhan dan selesaikan pekerjaan tepat waktu,” tegasnya.

    Selain sasaran fisik, TMMD Ke-127 juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, penyuluhan kesehatan, serta berbagai program sosial lainnya. Program terpadu ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat karakter dan kesadaran sosial masyarakat.

    Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wasev Panglima TNI serta komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pesawaran.

    “Terima kasih kepada jajaran TNI atas penyelenggaraan TMMD Ke-127 di Kabupaten Pesawaran. Ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

    Bupati menambahkan, TMMD bukan semata membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat, kemandirian, dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola potensi desa. Pemerintah Kabupaten Pesawaran pun mengapresiasi sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat Desa Tanjung Rejo selama pelaksanaan program berlangsung.

    Kepala Desa Tanjung Rejo, Yusman, mengungkapkan rasa terima kasih atas pelaksanaan TMMD yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses pertanian dan meningkatkan kesejahteraan warga.

    Sebagai penutup rangkaian kegiatan, upacara penutupan TMMD Ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026 di Lapangan Sepak Bola Glora Muda, Desa Gunung Sari. (***)

  • TMMD ke-127 Kodim 0421/LS Hadirkan Sumur Bor dan Infrastruktur Air Bersih

    TMMD ke-127 Kodim 0421/LS Hadirkan Sumur Bor dan Infrastruktur Air Bersih

    Lampung — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0421/Lampung Selatan terus menunjukkan hasil nyata.

    Hingga akhir Februari 2026, Salah satu sasaran fisik berupa pengeboran sumur bor di Desa Gunung Sari, Kabupaten Pesawaran, berhasil mengeluarkan air dengan kualitas baik dan siap dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.

    Sumur bor yang dikerjakan atas nama Edi Pujianto tersebut kini memasuki tahap lanjutan. Satgas TMMD tengah melakukan pemasangan pipa serta pembangunan pondasi water station sebagai bak penampungan air. Fasilitas ini disiapkan untuk memastikan distribusi air berjalan lancar, aman, dan higienis sebelum digunakan warga.

    Pembangunan sarana air bersih ini menjadi bagian dari fokus TMMD ke-127 dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih dan sanitasi. Selain sumur bor, program ini juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung lainnya guna menunjang kesehatan dan kesejahteraan warga, terutama anak-anak dan ibu hamil.

    Dansatgas TMMD ke-127, Letkol Kav Nuril Ambyah, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan fondasi penting bagi kehidupan masyarakat. Ia berharap pembangunan ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan bagi warga Desa Gunung Sari.

    Kehadiran sumur bor tersebut disambut positif oleh masyarakat. Warga berharap akses air bersih yang lebih mudah akan meningkatkan kualitas hidup serta mendukung aktivitas sehari-hari mereka. Melalui program ini, TMMD ke-127 kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.(***)

  • Bupati Pesawaran Tinjau Pasar Murah dan Bazar Ramadhan di Tegineneng

    Bupati Pesawaran Tinjau Pasar Murah dan Bazar Ramadhan di Tegineneng

    Lampung – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menghadiri Kunjungan Silaturahmi Ramadhan 1447 H/2026 M yang dipusatkan di Masjid Nurul Falah, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Selasa (3/3/2026).

    Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi warga.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran, Sekretaris Daerah, para pejabat struktural di lingkungan Pemkab Pesawaran, Kepala Kemenag Kabupaten Pesawaran, Ketua TP PKK, DWP dan Dekranasda, Camat beserta Uspika Kecamatan Tegineneng, Kepala Desa Gerning dan jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.

    Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.

    “Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mempererat kebersamaan. Mari kita tengok tetangga kita, bantu yang kekurangan, dan jaga persaudaraan. Dengan kebersamaan, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” ujar Bupati.

    Pada kesempatan itu, Bupati juga menanggapi sejumlah masukan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Tegineneng. Bupati menjelaskan bahwa ruas jalan Simpang Gerning–Sri Rejeki saat ini tengah diusulkan ke pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).

    Hal serupa juga dilakukan untuk ruas Simpang Pasar Trimulyo–Simpang Ojek Bumi Agung serta Simpang Masgar–Margomulyo, khususnya sepanjang 300 meter di area persawahan yang kerap tergenang air saat musim hujan. Pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi terbaik agar kondisi jalan di Tegineneng dapat segera diperbaiki.

    “Untuk itu saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar usulan tersebut dapat terealisasi pada tahun ini,” ucapnya.

    Selain persoalan infrastruktur, Bupati juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya angin puting beliung. Tercatat delapan desa di wilayah Tegineneng, termasuk Desa Gerning dan Trimulyo, rawan terdampak bencana tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Februari lalu menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

    Usai agenda silaturahmi, Bupati bersama rombongan melanjutkan kegiatan ke Pasar Murah dan Bazar Ramadhan (Gerai Z-Ifthar) yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pesawaran di halaman Kantor Desa Gerning. Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 30 tenant UMKM yang mendapat dukungan modal usaha serta fasilitas stan untuk berjualan.

    “Melalui pemberdayaan UMKM tersebut, pemerintah daerah berharap para pelaku usaha rumahan dapat berkembang dan naik kelas, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan,” harap Bupati. (***)