Dampak Pembelajaran Daring Learning Loss, DPR RI: Harus Dikaji Mendalam

oleh -11 Dilihat
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti. Foto: dokumen BPP.

distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, mengingatkan kegiatan belajar-mengajar yang akan kembali dilakukan secara Daring atau dalam jaringan (online), harus dikaji secara mendalam.

Alasannya, proses belajar-mengajar secara Daring pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Namun, dari pengalaman saat pandemi tersebut, pembelajaran daring kurang efektif bagi siswa sekolah.

“Pembelajaran secara Daring pernah kita laksanakan saat terjadi pandemi Covid-19. Dan kita semua tahu sistem tersebut meninggalkan problem yang tidak sederhana bagi dunia pendidikan kita,” kata Esti, dalam dalam rilisnya, Selasa (24/3/2026).

Sejumlah problem tersebut, lanjutnya, termasuk tantangan kemampuan anak dalam menyerap materi pelajaran, kedisiplinan, pembentukan karakter, kendala teknologi, dan lain sebagainya.

“Hal-hal tersebut adalah problem yang tidak sederhana,” tegasnya.

Salah satu dampak pembelajaran Daring saat pandemi Covid-19, menurutnya, adalah learning loss, yakni fenomena yang memunculkan keadaan ketika peserta didik malas belajar dan cenderung melupakan sekolahnya.

Ia menilai, kemampuan kognitif pelajar semakin menurun pascakebijakan pembelajaran Daring. Hal itu terlihat dari beberapa hasil pemantauan tumbuh kembang anak di Indonesia.

Selain ketertinggalan dalam bidang akademis seperti learning loss yang dialami para siswa, menurut politikus PDI-Perjuangan itu, sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis dan kesehatan fisik anak.

Ditegaskannya, pendidikan anak-anak tidak boleh dikorbankan karena dapat menyebabkan dampak berkepanjangan.

“Pasti masih ada alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkinan naiknya harga minyak karena kondisi global dunia,” pungkasnya.