Tag: #mudik Lebaran 2026

  • Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran menyampaikan dukungannya terhadap berbagai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

    Azran menyoroti khususnya program mudik gratis dan penertiban terminal bayangan yang diusung Pemprov DKI Jakarta.

    Namun demikian, Azran menekankan pentingnya pengawasan ketat, transparansi, serta solusi berkelanjutan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik secara nasional pada musim mudik Lebaran setiap tahun dapat mencapai lebih dari 120 juta orang, dengan wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu titik keberangkatan terbesar.

    Sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menjadi pusat mobilitas masyarakat yang akan kembali ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa menjelang Lebaran 2026.

    Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sekitar 690 unit bus untuk program mudik gratis bagi warga Jakarta yang ingin pulang kampung.

    Program ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar dapat melakukan perjalanan mudik secara lebih aman, nyaman, dan terjangkau.

    Senator Azran menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Program mudik gratis adalah langkah positif untuk membantu warga Jakarta pulang kampung dengan lebih aman dan terjangkau. Namun yang paling penting adalah memastikan bahwa program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik pungutan liar,” ujar Azran.

    Diingatkannya, pengawasan publik dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, Azran juga menyoroti langkah Pemprov DKI dalam menertibkan terminal bayangan atau terminal ilegal di berbagai titik di Jakarta.

    Keberadaan terminal bayangan selama ini sering menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, ketidakteraturan lalu lintas, hingga potensi risiko keselamatan bagi penumpang karena kendaraan yang beroperasi tidak selalu melalui pemeriksaan kelayakan.

    Menurut Azran, penertiban tersebut merupakan langkah yang tepat, namun perlu dibarengi dengan pendekatan yang komprehensif.

    “Penertiban terminal bayangan memang penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan keteraturan transportasi. Namun pemerintah juga perlu memastikan bahwa terminal resmi memiliki kapasitas yang memadai, akses transportasi yang mudah, serta pelayanan yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Azran mendorong beberapa langkah strategis, antara lain:
    Digitalisasi pendaftaran mudik gratis untuk memastikan transparansi dan mencegah pungutan liar.

    Peningkatan pengawasan di titik keberangkatan, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
    Penguatan fasilitas terminal resmi, termasuk akses transportasi penghubung seperti bus kota dan transportasi massal.

    Sosialisasi masif kepada masyarakat agar menggunakan jalur dan terminal resmi demi keselamatan perjalanan.

    Azran juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bijak.

    “Keselamatan perjalanan mudik adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah dan turut menjaga ketertiban selama arus mudik,” tutup Bang Azran.

    Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Azran optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

  • Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah memperketat pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026, terutama lonjakan harga tiket, kendaraan over dimension over load (ODOL), hingga tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor.

    Permintaan tersebut disampaikan Syaiful dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman”, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Menurut Syaiful, pemerintah harus memastikan tarif tiket transportasi tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani saat ingin pulang ke kampung halaman. Ditegaskannya, tradisi mudik yang telah menjadi momen penting bagi jutaan keluarga Indonesia tidak boleh terganggu oleh lonjakan harga.

    “Jangan sampai masyarakat ingin mudik tapi terhalang tiket yang naik. Pertemuan keluarga yang sudah setahun ditunggu tidak boleh terganggu karena hal ini,” kata Syaiful.

    Selain harga tiket, Komisi V, lanjutnya, juga menyoroti keberadaan kendaraan besar yang melanggar aturan dimensi dan muatan atau ODOL. Kendaraan jenis ini dinilai kerap menjadi penyebab kecelakaan serta kerusakan jalan, sehingga perlu penindakan tegas di lapangan.

    Politikus PKB itu juga mengingatkan potensi gangguan pada layanan transportasi, termasuk keterlambatan jadwal perjalanan, terutama di sektor penerbangan.

    Menurutnya, koordinasi antarinstansi harus diperkuat untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

    Isu lain yang mendapat perhatian adalah maraknya angkutan mudik ilegal atau yang disebutnya sebagai “angkutan umum zombie”. Modus ini biasanya menggunakan mobil pribadi atau kendaraan perusahaan yang dioperasikan layaknya angkutan umum tanpa pengawasan keselamatan yang memadai.

    “Beberapa kecelakaan fatal beberapa tahun lalu terjadi karena kendaraan semacam ini beroperasi bolak-balik tanpa pengawasan. Ini harus diawasi secara langsung,” ujarnya.

    Dalam hal infrastruktur, Komisi V terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan kepolisian untuk memperkuat pengawasan serta memastikan kesiapan sarana-prasarana di jalur mudik. Hal tersebut mencakup perbaikan jalan rusak, pemasangan lampu penerangan di titik rawan kecelakaan, serta pengelolaan rest area agar tidak menjadi titik kemacetan.

    Ia juga meminta Badan Pengatur Jalan Tol memastikan standar pelayanan minimum di jalan tol terpenuhi, termasuk penyampaian informasi rekayasa lalu lintas seperti skema one way secara berkala kepada masyarakat.

    Selain faktor infrastruktur, Saiful menyoroti potensi risiko cuaca selama masa mudik. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode mudik diperkirakan masih berada dalam musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir dan kondisi jalan licin di sejumlah wilayah.

    “Kami minta BMKG terus memperbarui informasi cuaca agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka,” kata Saiful.

    Namun perhatian terbesar Komisi V tertuju pada tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor. Berdasarkan data yang dihimpun DPR dari periode 2022 hingga 2025, sekitar 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik dialami oleh pengguna sepeda motor.

    Angka tersebut dinilai mengkhawatirkan karena sebagian besar korban berasal dari kelompok usia muda. Data menunjukkan kelompok usia 17 hingga 25 tahun menyumbang sekitar 28,54 persen kasus kecelakaan, sementara anak di bawah 17 tahun mencapai sekitar 15 persen.

    “Kita tidak boleh menggadaikan masa depan anak muda. Banyak keluarga yang membawa anak di bawah umur menggunakan sepeda motor untuk mudik. Risikonya sangat besar,” ujar Syaiful.

    Meski pelarangan total penggunaan sepeda motor untuk mudik dinilai belum realistis, Komisi V mendorong pemerintah memperluas program mudik gratis dengan moda transportasi yang lebih aman seperti bus dan kereta api.

    Menurut Syaiful, langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memindahkan sebagian besar pemudik motor ke moda transportasi yang lebih aman.

    “Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Dengan sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, risiko kecelakaan selama mudik bisa ditekan,” kata Syaiful.