Penulis: mbahdot

  • Ramadan Bersama Prof. Djohermansyah Djohan Begawan Otonomi

    Ramadan Bersama Prof. Djohermansyah Djohan Begawan Otonomi

    Bulan Ramadan bagi Profesor Dr. Djohermansyah Djohan MA., bukan sekadar ritual tahunan. Ia memaknainya sebagai ruang rahmat, jeda refleksi, dan ladang pengabdian yang tak pernah selesai.

    Dalam perbincangan Hikmah Ramadan bersama salah satu radio swasta, pada 2 Maret 2026, di Jakarta, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN itu berbagi pengalaman spiritual yang sederhana, hangat, dan membumi.

    Ramadan, menurutnya, adalah bulan ketika rahmat dikucurkan, ampunan dibukakan, pembebasan dari azab yang pedih, dan di bulan 1000 bulan itu manusia diberi kesempatan memperbarui diri menaikkan kelas ketaqwaannya.

    Pengalaman paling membekas baginya terjadi pada Juli 1980, ketika di hari keempat puasa ia dikaruniai anak pertama. “Itu rahmat terbesar dalam hidup saya,” kenangnya.

    Ramadan, bagi Prof. Djo, bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga penanda perjalanan hidup yang penuh syukur.

    Ia juga mengingat pengalaman spiritual lain: beribadah di Tanah Suci pada bulan Ramadan dan berkesempatan mencium Hajarul Aswad.

    Bagi seorang akademisi dan mantan birokrat, pengalaman itu bukan sekadar capaian religius, melainkan pengingat bahwa jabatan dan peran publik tetap harus mengacu pada posisi kita sebagai hamba, insan kamil.

    Ramadan Setelah Purnatugas
    Sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri periode 2010–2014, Ramadan ketika masih aktif di birokrasi tentu berbeda. Dahulu, ia harus berpacu dengan waktu, terjebak kemacetan Jakarta menjelang berbuka, bahkan kerap berbuka di perjalanan.

    Kini, sebagai akademisi senior yang telah purna tugas struktural, ia lebih leluasa mengatur ritme. Subuh dimulai dengan mengaji. Siang hingga sore diisi aktivitas akademik dan melayani diskusi publik. Malam hari diupayakan tetap untuk keluarga dan tarawih berjamaah di masjid dekat rumah.

    Namun purnatugas bukan berarti berhenti mengabdi. Isu-isu pemerintahan daerah tetap membuatnya dicari media. Bahkan di tengah tarawih pun, panggilan diskusi publik bisa datang.

    Ia menyikapinya dengan tenang. “Itu juga bagian dari kebaikan. Kita jalani dengan ikhlas,” tuturnya.

    Di situlah Ramadan menemukan relevansinya: menyeimbangkan ibadah personal dengan tanggung jawab sosial.

    Mengelola Sepi, Merawat Silaturahmi
    Ramadan kali ini ia jalani berdua bersama istri. Anak dan cucu telah memiliki kehidupan masing-masing. Rasa sepi tentu ada, terutama saat sahur dan berbuka.

    Namun, ia mengatasinya dengan memperluas makna keluarga. Kerabat dan sahabat diundang berbuka bersama.

    Lingkungan masjid menjadi ruang silaturahmi. Dengan begitu, rumah tetap hidup, dan Ramadan tetap terasa hangat. Mulai dari takjilan bersama, hadiri Kultum jelang tarawih, hingga menyiapkan dan menyalurkan paket sembako dari infaq dan zakat jamaah kepada mustahiq di lingkungan RW-nya jelang Idul Fitri.

    Ia mencontohkan bagaimana spiritualitas tidak berhenti pada relasi vertikal, tetapi juga diperkuat oleh jejaring sosial. Masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kebersamaan dan kemakmuran warga.

    Tradisi, Identitas, dan Syukur
    Sebagai putra Minangkabau yang kuat adat dan syaraknya, Ramadan juga sarat tradisi. Sehari menjelang puasa, keluarga melakukan “merendang”—memasak rendang khas keluarga.

    Hari pertama puasa, hidangan itu menjadi simbol syukur dan kebersamaan sekaligus pengobat rindu kampung nan jauh di mata.

    Menu berbuka sederhana namun sarat makna: tiga butir kurma dan teh manis hangat. Sesekali, teh talua—minuman khas Minangkabau—hadir di akhir pekan sebagai nostalgia kampung halaman.

    Tradisi seperti itu, bagi Prof. Djo, bukan sekadar soal rasa. Ia adalah pengikat identitas dan pengingat akar budaya sebagai orang Minang.

    Hikmah yang Menyejukkan
    Dari kisah-kisahnya, Ramadan tampak bukan hanya sebagai bulan ibadah individual, melainkan momentum merawat keseimbangan: antara tugas publik dan keluarga, antara tradisi dan modernitas, antara aktivitas dan kontemplasi.

    Dalam usianya yang matang, Prof. Djohermansyah memperlihatkan bahwa pengabdian tidak berhenti saat jabatan selesai. Ia hanya berubah bentuk sesuai pepatah “old pamong never die, they just fade away“.

    Ramadan menjadi pengingat bahwa rahmat Allah hadir dalam kelahiran anak pertamanya, kesempatan beribadah, keluarga yang sederhana, hingga panggilan berbagi ilmu di tengah malam.

    Sejuk, bijak, dan membumi—itulah Ramadan yang ia jalani. Bukan Ramadan yang hiruk-pikuk, melainkan Ramadan yang hening namun produktif. Sebuah teladan bahwa spiritualitas sejati justru menemukan maknanya dalam keseharian yang dijalani dengan ikhlas dan tanggung jawab sang Begawan Otonomi Daerah ini.

  • Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah

    Komisi VIII Minta Pemerintah Mitigasi Jemaah Umrah di Negara Transit Imbas Konflik Timur Tengah

    distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, meminta Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat melakukan mitigasi terhadap puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia.

    Permintaan tersebut disampaikan Wachid menyusul memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada penutupan ruang udara dan gangguan jadwal penerbangan internasional.

    Abdul Wachid menegaskan bahwa Komisi VIII DPR RI terus menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah untuk memantau keselamatan jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih dalam perjalanan.

    “Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah. Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai, karena mereka yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak,” ujar Abdul Wachid, di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

    Politikus Partai Gerindra itu juga menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara perjalanan dengan otoritas negara. Ia meminta pihak travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk bersikap proaktif dan bertanggung jawab penuh terhadap jemaah mereka.

    “Saya meminta pihak travel (PPIU) untuk benar-benar bertanggung jawab dan bekerja sama penuh dengan Pemerintah. Tidak boleh ada jemaah yang dibiarkan tanpa kejelasan. Di saat yang sama, Pemerintah melalui Kemenhaj harus menjalin komunikasi yang sangat intensif dengan pihak KBRI di negara-negara transit tersebut, serta seluruh stakeholder terkait lainnya agar perlindungan jemaah kita terjamin,” tegasnya.

    Terkait jemaah yang saat ini masih tertahan, Abdul Wachid memberikan tenggat waktu bagi Pemerintah untuk menyiapkan langkah darurat.

    “Jika dalam lima hari ke depan situasi keamanan masih terus memanas, kami mengharapkan sudah ada langkah konkret untuk perlindungan WNI, baik yang sedang melaksanakan umrah di Tanah Suci maupun yang terdampar di negara-negara transit,” tambahnya.

    Mengingat saat ini sudah memasuki bulan suci Ramadan, di mana arus keberangkatan jemaah biasanya melonjak tajam, Abdul Wachid menghimbau calon jemaah umrah di Tanah Air.

    “Kami mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan umrah, baik yang direncanakan di akhir Ramadan, maupun selama bulan Ramadan. Kita harus menunggu sampai ada pemberitahuan resmi mengenai jaminan keamanan selanjutnya. Keselamatan nyawa adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” kata Wachid.

    Abdul Wachid memastikan bahwa legislatif akan tetap dalam posisi siaga untuk mengawasi setiap perkembangan yang ada.

    “Intinya, Komisi VIII DPR RI akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan koordinasi lintas sektoral ini berjalan maksimal demi keselamatan seluruh jemaah Indonesia,” pungkasnya.

  • Kecamuk di Iran, Gus Hilmy: Dunia Tidak Boleh Dikuasai Logika Perang

    Kecamuk di Iran, Gus Hilmy: Dunia Tidak Boleh Dikuasai Logika Perang

    distorsi.id/, Jakarta – Hukum internasional tidak boleh tunduk pada kepentingan geopolitik. Ketika hukum kehilangan wibawa, yang tersisa hanya politik kekuatan.

    Jika logika senjata mengalahkan logika diplomasi, stabilitas global runtuh dan negara-negara berkembang seperti Indonesia membayar harga paling mahal.

    Pernyataan itu disampaikan Anggota DPD RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., menyikapi eskalasi konflik militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang terus memanas dan berpotensi meluas.

    Menurutnya, penggunaan kekuatan bersenjata tanpa penghormatan pada kedaulatan negara hanya memperluas lingkar kekerasan dan memperbesar korban sipil. Kegagalan negosiasi tidak boleh diganti dengan pilihan perang.

    “Jika diplomasi buntu lalu diganti serangan militer, dunia sedang bergerak mundur. Keamanan tidak lahir dari bom, tetapi dari kesepakatan yang menghormati kedaulatan,” kata Senator asal D.I. Yogyakarta tersebut melalui keterangan tertulis, Ahad (1/3/2026).

    Gus Hilmy, sapaan akrabnya, menilai konflik ini bukan persoalan regional. Timur Tengah adalah jalur strategis energi dunia. Jika eskalasi mengganggu distribusi minyak, harga energi melonjak. Dampaknya terasa pada inflasi, beban subsidi, dan tekanan terhadap APBN negara berkembang.

    Gus Hilmy juga menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, jika terdapat dugaan pelanggaran terhadap Piagam PBB, maka mekanisme internasional harus dijalankan secara konsisten, tanpa pandang bulu, meskipun negara itu adalah donatur yang besar.

    “PBB jangan hanya mengecam. Sebagai lembaga dunia, PBB memiliki instrumen sanksi. Dewan Keamanan bisa menjatuhkan resolusi penghentian serangan, embargo senjata, pembatasan ekonomi, hingga jika perlu membawa pelanggaran-pelanggaran itu ke mekanisme hukum internasional. Jika langkah-langkah itu hanya diterapkan pada negara lemah dan tidak pada negara kuat, maka PBB kehilangan legitimasi moral. Artinya, PBB harus berani menjatuhkan sanksi kepada Amerika yang terbukti melanggar Piagam PBB,” ujarnya.

    Anggota Komite II DPD RI itu menegaskan bahwa kebuntuan Dewan Keamanan akibat hak veto tidak boleh menjadi alasan pembiaran. Jika veto terus melumpuhkan keadilan, reformasi struktur global menjadi kebutuhan mendesak.

    Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto didesak agar lebih aktif, tidak hanya menawarkan dialog. Terlebih posisinya dinilai kurang tepat sebab Indonesia memiliki kedekatan serta masuk sebagai anggota Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Meski demikian, sebagai anggota aktif PBB dan terlibat dalam inisiatif perdamaian internasional, Presiden Prabowo dapat memanfaatkan kedekatan untuk misi diplomatik.

    “Indonesia tidak cukup hanya menawarkan diri sebagai mediator. Pertanyaannya, apakah kita berani menyampaikan sikap tegas ketika hukum internasional dilanggar oleh negara kuat? Sementara BoP sendiri sudah tidak berlaku dengan adanya penyerangan ke Iran. Kita harap, Pak Prabowo harus memanfaatkan kedekatan diplomatik untuk menekan eskalasi, bukan sekadar menjaga hubungan,” tegasnya.

    Menurut Gus Hilmy, diplomasi Presiden Prabowo harus menghasilkan dampak strategis, bukan hanya capaian ekonomi. Ia mengingatkan bahwa Presiden Soekarno pernah membangun solidaritas non-blok di tengah rivalitas adidaya. Indonesia saat itu dihormati karena konsisten membela kepentingan bangsa-bangsa yang tidak punya kekuatan militer besar.

    “Kita ingin melihat hasil Pak Prabowo keliling dunia ke mana-mana, juga menghasilkan perdamaian dunia, bukan sekedar membuka investasi bagi Indonesia, sementara dunia bergerak menuju konflik terbuka. Kita berharap diplomasi Pak Prabowo membawa dampak, khususnya dunia ketiga, agar mereka ikut terlindungi dari kerasnya pertarungan para negara adidaya. Semangat inilah kiranya yang dulu dilakukan oleh Presiden Soekarno, di tengah kecamuk situasi yang keras antara Amerika dan sekutunya, dan Uni Soviet beserta konco-konconya. Jadi kepentingannya bukan hanya untuk Indonesia. Itulah yang menjadikan Presiden Soekarno dihormati oleh negara-negara tak berdaya yang kemudian membentuk kekuatan non-blok.” ujarnya.

    Konflik ini, menurut Gus Hilmy, menjadi ujian serius bagi tata dunia. Jika lembaga global gagal merespons secara adil dan konsisten, dunia memerlukan kekuatan bersama untuk dorongan reformasi kelembagaan internasional semakin mendesak.

    “Dunia tidak boleh dibiarkan berjalan dengan logika perang. Jika hukum kalah oleh kepentingan geopolitik, yang menang bukan perdamaian, yang ada justru ketidakpastian global,” pungkas Gus Hilmy.

  • Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan

    Mahfuz Sidik: Target Serangan Israel-AS ke Iran Mewujudkan Israel Raya dan Perang Kawasan

    distorsi.id/, Jakarta – Militer Israel mengumumkan telah melakukan serangan pendahuluan kepada Iran, Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat.

    Serangan militer yang didukung Amerika Serikat (AS) itu, menurut Ketua Komisi I DPR RI periode 2010-2017, Mahfuz Sidik, menunjukkan bahwa dengan gamblang bahwa pihak yang paling berkepentingan terhadap pecahnya perang ini adalah Israel.

    “Iran adalah negara dengan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan, dan diposisikan sebagai ancaman paling nyata bagi Israel,” kata Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

    Menurut Sekjen Partai Gelora Indonesia itu, target operasi militer zionis Israel adalah mewujudkan Israel Raya (The Greater Israel), mengacu kepada sejumlah pernyataan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

    “Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir, adalah penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel itu,” katanya.

    Iran pun akhirnya melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah dan Arab Saudi.

    Serangan balasan ini, kata Mahfuz, berpotensi besar menciptakan perang Kawasan, karena menyeret sejumlah negara teluk itu ke dalam perang.

    Sebab, Israel punya kepentingan besar untuk menghancurkan kekuatan militer dan pemerintahan Iran, dengan melibatkan negara-negara di kawasan tersebut.

    “Kita berharap bahwa negara-negara di kawasan teluk dapat menahan diri untuk tidak terlibat langsung dalam perang ini. Karena apa pun situasinya, yang akan diuntungkan adalah Israel,” ujarnya.

    Mahfuz berharap negara-negara di kawasan teluk akan berpikir ulang tentang kerja sama mewujudkan perdamaian kawasan bersama Israel.

    Sejumlah negara Arab juga telah meminta AS tidak menggunakan dan mengizinkan instalasi militernya di negara mereka digunakan untuk menyerang Iran.

    Mahfuz menegaskan, serangan Israel-AS ke Iran yang dilakukan pada bulan suci Ramadan akan memicu sentimen negatif yang luas di kalangan masyarakat muslim dunia terhadap Israel dan AS.

    “Israel menunjukkan tiadanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tegas Mahfuz.

    Mahfuz menilai serangan tersebut, akan memporak-porandakan proposal perdamaian Presiden AS Donald Trump di Gaza.

    “Serangan ini dipastikan akan memperkuat penolakan masyarakat Palestina terhadap setiap inisiasi perdamaian yang melibatkan pihak Israel dan AS,” katanya.

    Mahfuz berpandangan, bahwa serangan militer Israel-AS ke Iran, bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace (BoP) yang dipimpin Presiden Trump.

    Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut.

    “Tidak logis memadamkan api di satu area, tapi mengobarkan api di area lainnya dalam kawasan yang sama. Hal ini hanya akan menimbulkan ketidakpercayaan (distrust) terhadap ide perdamaian,” katanya.

    Mahfuz menyebut serangan Israel-AS ke Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace.

    Serangan militer Israel yang didukung oleh militer AS, bertabrakan dengan ide perdamaian dari Board of Peace yang dipimpin Presiden Trump.

    Proposal perdamaian dan rekonstruksi Gaza, seharusnya diikuti dengan pendekatan resolusi konflik di kawasan tersebut.

    Serangan Israel-AS terhadap Iran adalah noda terhadap ide perdamaian dari Board of Peace. Serangan ini juga mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

    “Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” ujarnya.

    Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

    “Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

  • Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

    Harga Rp189 Jutaan, Mitsubishi Expander Mirip Pajero Sport

    Mitsubishi akhirnya memperkenalkan kepada publik wujud dari Expander, produk baru di segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) di Indonesia. Mobil ini digadang-gadang bakal menjadi penantang kuat dari Avanza, Xenia, Mobilio, hingga Ertiga.

    Meski nama Expander sudah menggaung, akan tetapi Mitsubishi masih belum mau menyebut nama asli dari mobil yang versi purwarupanya bernama XM Concept.

    Jenama asal Jepang itu berjanji akan mengumumkannya pada debut resmi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang diselenggarakan dari tanggal 10-20 Agustus 2017 mendatang.

  • Target Tinggi Mitsubishi Expander ‘Goyang’ Avanza

    Target Tinggi Mitsubishi Expander ‘Goyang’ Avanza

    PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, atau MMKSI, secara resmi telah memperkenalkan jagoan barunya Xpander di enam kota besar secara serentak. Salah satunya di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat malam 11 Agustus 2017.

    Tak tanggung-tanggung, tugas berat diemban Mitsubishi Sumatera Utara. PT MMKSI menargetkan Mitsubishi Sumatera Utara dapat merebut 25 persen pasar MPV 1.500cc yang sebelumnya dikuasai para kompetitor, termasuk Toyota Avanza.

    “Kita mau segmen share 25 persen. Kalau penjualan semua MPV 1500cc di Sumatera Utara sekitar 5.700-an unit dari Januari hingga Juni, atau kurang lebih 900 unit per bulan, kita mau enter di situ 25 persen,” kata Head of Sales and Marketing Region III Departement (Sumatera, Kalimantan & IBT) PT MMKSI, Ilham Iranda Syahputra.

  • Baru Meluncur di RI, Mobil Mahal Ini Langsung Ludes Terjual

    Baru Meluncur di RI, Mobil Mahal Ini Langsung Ludes Terjual

    PT Wahana Auto Ekamarga baru saja meluncurkan secara resmi produk baru, Range Rover Velar. Meski demikian, mobil impor asal Inggris tersebut sudah habis dibeli orang-orang kaya di Indonesia.

    Chief Operating Officer WAE Roland Staehler mengatakan, memang banyak konsumen yang menyukai Range Rover Velar dan menanti mobil ini di Tanah Air. “Kami membawa model Range Rover Velar First Edition empat unit dan ini sudah habis dijual. Ini bisa menjadi tanda mobil dinanti,” kata Roland di Jakarta.

    Sementara itu, Sales Planning Product Dealer Standar & Import Manager WAE, Tommy Handoko mengatakan, pihaknya mendapat total 35 unit Velar untuk tahun ini.

  • Mitsubishi Beri Nama Bayi Barunya Xpander, Low MPV Pesaing Avanza cs

    Mitsubishi Beri Nama Bayi Barunya Xpander, Low MPV Pesaing Avanza cs

    Mitsubishi akhirnya buka mulut soal nama bayi barunya. Mobil Low MPV itu diberi nama Xpander. Bukan Expander seperti yang pernah detikOto ulas sebelumnya.

    Nama itu terlihat jelas dari tampilan mobil di booth Mitsubishi di arena Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Jika Anda menyalakan mesin mobilnya, Xpander akan muncul di layar speedometernya.

    Jika melihat arti bahasa, Mitsubishi Xpander bisa diterjemahkan secara bebas sebagai ‘luas’, namun soal arti nama ini Head of Public Relation Department PT MMKSI, Intan Vidiasari meminta detikOto menanyakannya nanti pada bosnya, Presiden dan CEO Mitsubishi Motors Corporation Osamu Masuko. “Nanti ada di pidato Masuko-san,” ujarnya kepada detikOto sambil tertawa.

  • Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    Pergantian Jitu Luis Milla yang Mengantar Indonesia ke Semifinal

    Jakarta – Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja 2-0. Sempat buntu di babak pertama, Luis Milla mengubah taktik dan berbuah hasil.

    Bermain di Stadion Shah Alam, Malaysia, Kamis (24/8/2017) sore WIB, Luis Milla kembali menurunkan formasi andalal 4-2-3-1. Dengan target meraih kemenangan 3-0 atas Kamboja demi mengamankan tike ke semifinal. Marinus Maryanto Wanewar dimainkan sejak menit pertama.

    Marinus disokong oleh Septian David Maulan yang tepat ada di belakang. Sementara itu, Osvaldo Haay dan Saddil Ramdani bertugas sebagai penyisir sisi kanan dan kiri.

  • Galeri Timnas U-19 Siapkan Cara Berbeda Untuk Lawan Vietnam

    Galeri Timnas U-19 Siapkan Cara Berbeda Untuk Lawan Vietnam

    Tim nasional (timnas) Indonesia U-19 hanya melakukan sesi latihan ringan di Hotel Olympic, Yangon, Jumat (8/9) petang. Untuk para pemain yang tidak bermain pada laga melawan Filipina, Kamis (7/9) malam, diberikan latihan tambahan bersama pelatih fisik Nursaelan.

    Sementara bagi pemain yang bermain, hanya mengikuti hingga sesi stretching dan skipping. Rachmat Irianto dan kawan-kawan pun terlihat rileks dalam menjalani sesi latihan tersebut.

    Tak jarang, canda tawa mengiringi latihan tim Garuda Nusantara itu. Latihan pun ditutup dengan membuat video ucapan terima kasih kepada ketua umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi.