Penulis: mbahdot

  • Perkuat Tata Kelola, GKR Hemas Harap Jogja Agro Park Jadi Model Agro-Edukasi Unggulan

    Perkuat Tata Kelola, GKR Hemas Harap Jogja Agro Park Jadi Model Agro-Edukasi Unggulan

    distorsi.id/, Kulon Progo – Wakil DPD RI, GKR Hemas melakukan kunjungan kerja ke Jogja Agro Park (JAP), di Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Senin (2/3/2016).

    Dalam kunjungan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), GKR Hemas menyoroti pentingnya penguatan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor untuk mentransformasi JAP menjadi model-agro edukasi yang mempunyai dampak nyata bagi ekonomi masyarakat.

    Menurut GKR Hemas, dengan adanya Jogja Agro Park diharapkan dapat menjadi sebuah laboratorium pertanian terpadu berbasis wisata edukasi. Hal itu ditandai dengan penanaman komoditas hortikultura serta pengembangan area peternakan yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran praktis.

    “Ini sebenarnya yang diharapkan agar JAP sebagai tempat pembenihan serta pembelajaran pembibitan, dan sekarang sudah terealisasi sebagian. Kita juga mengharapkan JAP ini menjadi tempat pembelajaran bagi anak-anak dalam mengetahui pertanian, mengenai apa hasil pertanian yang dimakan. Tempat ini juga sudah cukup bagus, tinggal bagaimana caranya menjual wisata di Kabupaten Kulon Progo agar tetap hidup,” tuturnya.

    Turut hadir dalam agenda kunjungan kali ini Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Aris Eko Nugroho, Dinas Pertanian setempat bersama istri-istri Forkopimda, serta jajaran Pengurus TP PKK dan pihak lainnya.

    Agenda ini menjadi momentum strategis untuk mendorong model tata kelola yang lebih inklusif dan terintegrasi. Dengan melibatkan berbagai lintas sektor diharapkan mampu membuka skema kemitraan yang konkret, ini termasuk pengembangan paket wisata agro-edukasi terpadu di kawasan Nanggulan. Sehingga, JAP tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan.

    Sebagai Anggota Komite I yang membidangi otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, serta pemerintahan daerah, GKR Hemas memandang bahwa pengembangan JAP relevan sebagai praktik penguatan kapasitas daerah dalam mengelola aset strategisnya.

    ”Pengembangan JAP bukan sekadar inovasi teknis saja, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas daerah mengelola asetnya secara mandiri. Penguatan otonomi daerah menuntut kita untuk lebih kreatif dalam mengoptimalkan potensi lokal. Kami ingin memastikan bahwa setiap aset strategis di daerah, termasuk JAP mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut,” pungkasnya.

  • Senator Mirah Dorong Sumbawa Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

    Senator Mirah Dorong Sumbawa Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

    distorsi.id/, Sumbawa – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat, Mirah Midadan Fahmid menyambut positif dan mendukung penuh kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk menjadi lokasi Program Strategis Nasional (PSN) ekstensifikasi tambak garam rakyat, khususnya di Kecamatan Plampang.

    Menurutnya, langkah ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kemandirian nasional di sektor garam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

    Senator Mirah menilai potensi geografis dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sumbawa merupakan keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Indonesia.

    Dengan panjang garis pantai mencapai 980 kilometer dan potensi lahan tambak yang luas, Sumbawa memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi garam nasional, khususnya untuk mendukung kebutuhan wilayah Indonesia Timur.

    “Program ini bukan hanya soal pembangunan tambak garam, tetapi tentang bagaimana negara hadir untuk memberdayakan masyarakat pesisir, memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan kita terhadap impor garam. Sumbawa memiliki semua prasyarat untuk menjadi salah satu pusat produksi garam nasional yang strategis,” ujar Senator Mirah.

    Lebih lanjut, Mirah menekankan bahwa pengembangan tambak garam rakyat harus berbasis pada prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial. Ia mengingatkan masyarakat lokal, khususnya petambak garam tradisional, harus menjadi aktor utama dan penerima manfaat utama dari program tersebut, bukan sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.

    “Saya mendorong agar pemerintah pusat memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam setiap tahapan program ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan. Program ini harus memberikan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan petambak, penciptaan lapangan kerja baru, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

    Senator Mirah juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tengah melakukan kajian kelayakan terhadap lahan seluas 10.000 hektar yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

    Ia berharap proses kajian tersebut dapat dilakukan secara komprehensif, transparan, dan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, serta lingkungan.

    “Kajian yang dilakukan harus memastikan bahwa pengembangan tambak garam ini benar-benar layak, tidak merusak ekosistem pesisir, dan memberikan manfaat jangka panjang. Kita ingin pembangunan yang berkelanjutan, bukan pembangunan yang mengorbankan masa depan lingkungan dan masyarakat,” tambahnya.

    Menurut Mirah, apabila Sumbawa ditetapkan sebagai lokasi PSN tambak garam rakyat, hal ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya Indonesia mencapai target swasembada garam pada tahun 2027. Selain itu, program ini juga berpotensi menjadikan NTB sebagai salah satu pusat ekonomi maritim nasional yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan industri dalam negeri.

    Ia juga menegaskan komitmennya sebagai wakil daerah di DPD RI untuk terus mengawal proses ini agar berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat dan daerah. Senator Mirah akan memastikan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat agar program ini dapat terlaksana secara optimal.

    “Saya akan terus mengawal dan memperjuangkan agar Sumbawa mendapatkan perhatian dan dukungan yang layak dari pemerintah pusat. Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan sekaligus mendukung kemandirian nasional di sektor garam,” pungkasnya.

    Senator Mirah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memastikan bahwa program ini menjadi solusi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif.

  • Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka

    Kontroversi Impor 1.000 Ton Beras AS, Komisi IV Desak Penjelasan Terbuka

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, melontarkan kritik keras terhadap rencana pemerintah mengimpor 1.000 ton beras khusus dari Amerika Serikat.

    Kritik tersebut mencuat setelah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyebut bahwa beras impor tersebut “bukan untuk konsumsi masyarakat Indonesia”, namun tidak disertai penjelasan rinci mengenai definisi dan peruntukannya.

    Firman menilai penjelasan pemerintah sejauh ini justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Istilah “beras khusus” yang digunakan dinilai terlalu abstrak dan multitafsir. Tanpa transparansi yang jelas, kebijakan impor pangan—terlebih di tengah isu ketahanan pangan dan perlindungan petani lokal—berpotensi memicu kecurigaan publik.

    “Kalau bukan untuk konsumsi masyarakat, lalu untuk siapa? Apa kriterianya disebut beras khusus? Apakah untuk kebutuhan industri tertentu, riset, atau segmen pasar tertentu? Pemerintah harus terbuka,” tegas Firman disela-sela melihat panen ayam, Selasa (3/3/2026).

    Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, pangan, dan kelautan, Firman menekankan bahwa kebijakan impor beras bukan sekadar soal angka 1.000 ton.

    Isu ini menyentuh sensitivitas nasional terkait kedaulatan pangan, perlindungan petani, serta konsistensi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor.

    Politikus Partai Golkar itu juga mengingatkan bahwa komunikasi publik pemerintah dalam isu strategis tidak boleh setengah-setengah. Pernyataan yang tidak komprehensif berisiko memicu spekulasi liar dan memperlemah kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan nasional.

    Menurut Firman, jika menteri teknis tidak dapat menjelaskan secara detail dan komprehensif, sebaiknya pemerintah menunjuk juru bicara yang benar-benar memahami substansi persoalan.

    “Isu pangan bukan isu ringan. Penjelasannya harus berbasis data, argumentatif, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.

    Firman menilai, dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil dan tekanan terhadap daya beli masyarakat, setiap kebijakan impor harus disertai argumentasi yang kuat dan transparan.

    “Tanpa itu, publik akan menilai kebijakan tersebut tidak konsisten dengan semangat kemandirian pangan yang selama ini digaungkan pemerintah,” pungkasnya.

  • Partai Gelora Luncurkan Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota

    Partai Gelora Luncurkan Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta secara resmi me-launching Program Nasional Rekruitmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan pada Pemilu 2029. Triwisaksana, Ketua DPP Koordinator Bidang (Korbid) Penggalangan Partai Gelora Triwisaksana ditunjuk sebagai ketua tim tersebut.

    Hal itu disampaikan Anis Matta dalam Rapat Koordinasi III Pimpinan DPP dan DPW yang digelar secara daring pada Sabtu (28/2/2026).

    “Dengan membaca bismillahirrahmanirrahim. Program Nasional Rekrutmen 1,5 Juta Anggota menuju kemenangan Pemilu 2029 yang akan datang dimulai secara resmi,” kata Anis Matta dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

    Menurut Anis Matta, program rekrutmen anggota ini, dalam rangka menabung energi menuju kemenangan Pemilu 2029, sehingga di-launching pada bulan Ramadan ini.

    “Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi, Sehingga setelah rapat kita mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

    Program ini untuk melengkapi program yang sudah ada seperti program Pengembangan Wawasan Keislaman, Geopolitik, Kebangsaan, Spiritual, Kepribadian dan Kewirausahaan.

    “Program ini dengan pendekatan normal, tetapi apabila ada perkembangan situasi global maupun nasional yang tidak normal, maka kita mendorong untuk mengakselerasi semua pekerjaan kita dengan segala kemungkinan,” ujarnya.

    Karena itu, ia menegaskan, bahwa semua pekerjaan yang dilakukan Partai Gelora sekarang, adalah masuk dalam kategori menabung syarat-syarat kemenangan pada Pemilu 2029.

    “Ramadan ini adalah momentum yang paling tepat untuk menabung energi, menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029. Sehingga setelah rapat kita mempunyai sumber energi yang besar untuk bekerja lebih cepat,” kata Anis Matta.

    Selain itu, kata Anis Matta, Partai Gelora memfokuskan diri untuk melakukan pembinaan generasi muda selama Ramadan.

    Karena Partai Gelora ingin membangun kepemudaan ini menjadi backbone (tulang punggung) dari semua tingkatan struktur dari DPP, DPW dan DPD.

    “Kita akan ciptakan semacam pasukan di Perang Badar, ada sekitar 300-an pemuda di setiap DPW. Tim kepemudaan ini akan menjadi penggerak yang akan menjadi faktor utama kemenangan kita di tahun 2029,” katanya.

    #Rekrutmen 1,5 Juta Anggota
    Sementara itu, Ketua Tim Program Nasional Rekrutmen 1,5 Juta Anggota Triwisaksana mengatakan, bahwa seperti disampaikan Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta, program rekrutmen adalah cara Partai Gelora menabung syarat-syarat kemenangan Pemilu 2029.

    Selaku Ketua Tim, ia akan didampingi empat Wakil Ketua, yakni Endy Kurniawan (Ketua Bidang Rekrutmen Anggota), Lukman Effendy (Sekretaris Korbid Pemenangan Teritorial), dan Ketua Sarah Azzahra (Wakil Ketua Korbid Komunikasi).

    Lalu, Wakil Ketua Tim Rifkoh Abriani (Sekretaris Korbid Penggalangan), serta Sekretaris Tim Ahmad Chudori (Wasekjen Bidang Data dan Informasi) . Sedangkan Anggota Tim adalah Ketua Pemenangan Teritori 1-10 dan para Ketua Bidang DPP Partai Gelora.

    “Target nasional kita, Insya Allah kita akan merekrut 1,5 juta Anggota. Dua kali lebih banyak dari yang periode lalu,” katanya.

    Dalam rekrutmen ini akan digunakan formasi ‘222’ seperti dalam strategi sepak bola profesional. Maksudnya Partai Gelora memiliki dua jalur rekrutmen, pertama adalah verifikasi Anggota yang sudah terdaftar dan melakukan rekrutmen Anggota baru.

    “Periode lalu, kita sudah punya Anggota sebesar 750 ribu, dan kita akan merekrut lagi 750 ini pada periode sekarang. Kita sudah siapkan strategi untuk verifikasi dan perekrutan baru,” ujarnya.

    Pada 2026 ini, Partai Gelora mentargetkan untuk mendapatkan Anggota masing-masing 350 ribu dari program verifikasi dan perekrutan baru.

    “Kira-kira pada Juni 2028 atau 8 bulan sebelum Pemilu 2029, kita sudah dapatkan 1,5 Juta dari program verifikasi dan perekrutan baru, masing-masing 750 ribu,” katanya.

    Dengan adanya program rekrutmen ini, ia berharap kepengurusan Partai Gelora bisa mengakar sampai pada tingkat kecamatan, kelurahan/desa.

    “Mudah-mudahan bisa sampai tingkat TPS, dan anggota kita bisa mencapai jutaan. Semua harus aktif dan agresif, termasuk Alegnya,” tegas Triwisaksana.

    Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik menambahkan, untuk mendukung program rekrutmen anggota ini, Partai Gelora akan menuntaskan kepengurusan KWSB pada tingkat DPD (Kabupaten/kota).

    “Kita harapkan kepengurusan DPD dapat dituntaskan selama Ramadan ini atau 100 persen. Sehingga kita dapat bergerak cepat melengkapi struktur DPC (Kelurahan/Desa) agar bisa 100 persen juga,” imbuh Mahfuz.

  • Ketika Kepekaan Kepemimpinan Kepala Daerah Diuji

    Ketika Kepekaan Kepemimpinan Kepala Daerah Diuji

    distorsi.id/, Jakarta – Pengadaan mobil dinas untuk Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp8,5 miliar memicu sorotan tajam banyak pihak.

    Polemik ini bukan semata soal angka, melainkan menyangkut kepemimpinan, sensitivitas sosial, dan akuntabilitas belanja publik di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

    Guru Besar IPDN dan pakar otonomi daerah, Profesor Djohermansyah Djohan, menilai persoalan tersebut harus dilihat dari perspektif leadership, bukan sekadar legalitas administratif.

    Legal, Tapi Belum Tentu Etis
    Menurut Djohermansyah, regulasi memang mengatur standar kendaraan dinas kepala daerah.

    Spesifikasi, kapasitas mesin (CC), hingga batas harga telah ada pedomannya dalam aturan Kementerian Dalam Negeri. Bahkan lazimnya gubernur bisa memiliki lebih dari satu jenis kendaraan: sedan untuk kegiatan protokoler dan jeep untuk kebutuhan lapangan.

    “Secara aturan bisa saja terpenuhi. Tapi kepemimpinan tidak berhenti pada regulasi,” ujar Prof. Djohermansyah Djohan, Selasa (3/3/2026), menjawab pertanyaan wartawan.

    Ia menekankan, dalam kondisi ekonomi yang belum stabil dan kampanye efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat, kepala daerah semestinya menunjukkan kepekaan sosial. Legalitas tidak otomatis membenarkan keputusan dari sisi etika publik.

    “Kalau mobil lama masih layak, gunakan dulu. Itu soal sensitivitas dan empati,” tegasnya.

    Kepemimpinan dan Sense of Crisis
    Djohermansyah melihat polemik ini sebagai cerminan lemahnya sense of crisis. Kepala daerah, menurutnya, harus mampu membaca suasana kebatinan masyarakat.

    Meski Kalimantan Timur dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam, bukan berarti seluruh rakyatnya hidup sejahtera.
    “APBD besar tidak identik dengan rakyat makmur. Pemimpin publik harus menjaga perasaan masyarakat,” katanya.

    Ia membandingkan praktik sejumlah kepala daerah yang memilih menggunakan kendaraan dinas lama sebagai bentuk solidaritas simbolik dengan warga. Simbol kesederhanaan, dalam konteks ini, menjadi pesan politik yang kuat.

    Peran Birokrasi: Mengingatkan, Bukan Sekadar Menyetujui
    Dalam sistem pemerintahan daerah, usulan pengadaan barang biasanya datang dari birokrasi melalui telaahan staf. Namun, keputusan akhir berada di tangan kepala daerah.

    Djohermansyah menilai, sekretaris daerah (Sekda) dan jajaran birokrasi memiliki tanggung jawab profesional untuk memberikan pertimbangan objektif, termasuk potensi reaksi publik.

    “Sekda itu mitra strategis kepala daerah. Harus berani memberi masukan, bukan sekadar menjadi safety player,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Sekda tidak berada sepenuhnya di bawah kendali politik kepala daerah. Dalam struktur pemerintahan, pengangkatan dan pemberhentian Sekda provinsi melibatkan pemerintah pusat. Karena itu, birokrasi seharusnya tidak ragu menyampaikan analisis risiko sosial dan politik atas suatu kebijakan.

    Jika masukan sudah diberikan namun diabaikan, tanggung jawab politik berada pada kepala daerah. “Sebaliknya, bila birokrasi tidak menjalankan fungsi profesionalnya, evaluasi juga perlu dilakukan,” ujarnya.

    Otonomi Daerah Bukan Tanpa Batas
    Djohermansyah menegaskan, otonomi daerah bukan berarti kebebasan absolut. Kewenangan memang didelegasikan kepada pemerintah daerah, tetapi tetap dalam kerangka pembinaan dan pengawasan pemerintah pusat.

    “Dalam sistem otonomi, pusat tetap memiliki fungsi kontrol,” jelasnya.

    Sanksi administratif terhadap kepala daerah tersedia dalam peraturan perundang-undangan, mulai dari teguran lisan, tertulis, hingga pemberhentian sementara atau tetap.

    Menurutnya, polemik ini layak direspons melalui mekanisme pembinaan resmi agar menjadi preseden pembelajaran bagi daerah lain.

    Ia mendorong Kementerian Dalam Negeri untuk bersikap aktif dan tegas dalam menjaga standar etika pemerintahan, bukan hanya menunggu tekanan publik.

    Kebutuhan Pedoman Hidup Sederhana
    Djohermansyah juga mengusulkan perlunya pedoman pola hidup sederhana bagi pejabat publik dalam bentuk regulasi nasional.

    Ia mengingatkan, pada masa lalu pernah ada panduan etika serupa untuk membatasi gaya hidup berlebihan aparatur negara.

    “Tanpa pedoman yang mengikat, standar etika menjadi kabur. Flexing dan kemewahan sulit dikendalikan,” katanya.

    Pedoman tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah kesenjangan simbolik antara pejabat dan rakyat.

    Dalam situasi ekonomi sulit, gaya hidup pejabat menjadi isu sensitif yang berpotensi menggerus legitimasi pemerintah.

    Antara Kewenangan dan Keteladanan
    Kasus mobil dinas ini menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan tidak semata-mata soal kepatuhan prosedural. Ada dimensi moral dan simbolik yang melekat pada setiap keputusan penggunaan uang rakyat.

    Bagi Djohermansyah, kepemimpinan publik menuntut kemampuan menahan diri, bukan sekadar memanfaatkan ruang kewenangan yang tersedia.

    “Jabatan publik itu dibiayai pajak rakyat. Maka setiap kebijakan harus mempertimbangkan rasa keadilan dan kepantasan,” ujarnya.

    Polemik ini menjadi pengingat bahwa otonomi daerah membutuhkan keseimbangan antara kewenangan fiskal, profesionalisme birokrasi, dan keteladanan pemimpin.

    Tanpa itu, kebijakan yang sah secara aturan dapat tetap  dipersoalkan secara etika—dan berujung pada krisis kepercayaan publik.

  • Affirmate Selesaikan Investasi di Anak Usaha MUFG Finance & Leasing Co., Ltd. di Indonesia

    Affirmate Selesaikan Investasi di Anak Usaha MUFG Finance & Leasing Co., Ltd. di Indonesia

    distorsi.id/, Jakarta – PT. Affirmate Bisnis Nusantara (ABN) melakukan investasi kepada PT. BOT Finance Indonesia, anak perusahaan MUFG Finance & Leasing Co., Ltd. di Indonesia.

    Transaksi tersebut, menurut Chief Executive Officer atau CEO PT. ABN Yukifri Nazir, dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir Januari 2026.

    “Investasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen yang kuat dan strategi ABN dalam membangun platform kolaborasi bisnis yang berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang,” kata Yukifri Nazir, kepada wartawan, Senin (2/3/2025).

    Dengan investasi ini, lanjutnya, ke depannya diharapkan semakin memperkuat kerja sama kedua negara di sektor jasa keuangan, mendukung pertumbuhan korporasi serta memperluas peluang investasi lintas negara.

    Yukifri Nazir menegaskan, investasi ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kinerja yang positif di tengah tantangan yang semakin tinggi.

    “Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan korporasi, institusi keuangan, dan para investor untuk memperkuat pengembangan ekonomi serta kemitraan bisnis antara Indonesia dan Jepang,” ungkapnya.

    Diketahui, ABN merupakan bagian dari Grup Affirmate yang berdiri pada 2019. Grup Affirmate telah membangun rekam jejak yang kuat melalui kemitraan dengan tokoh bisnis terkemuka, perusahaan besar serta institusi keuangan dari Indonesia dan Jepang.

    ABN telah berperan mendukung pertumbuhan bisnis dan investasi lintas negara antara kedua negara dengan memiliki lebih dari 50 klien dari berbagai perusahaan ternama.

    Sedangkan PT. BOT Finance Indonesia adalah perusahaan joint venture yang didirikan pada tahun 1982. Pemegang saham utama BOT Finance adalah MUFG Finance and Leasing Co., Ltd. (dulu bernama BOT Lease Co., Ltd), suatu perusahaan pembiayaan Jepang sebagai salah satu anggota Mitsubishi UFJ Financial Group. Berkecimpung dalam bisnis selama lebih dari 40 tahun, BOT Finance adalah salah satu perusahaan leasing Jepang tertua di Indonesia.

    Tentang PT. Affirmate Bisnis Nusantara
    Perwakilan: Yukifri Nazir, Pendiri & CEO. Fokus Bisnis: Jasa penasihat merger dan akuisisi (M&A), dukungan investasi lintas negara, layanan administrasi & platform bisnis.

    Perusahaan dalam Grup: PT. Affirmate Property Nusantara: Bisnis properti (investasi, perantara/brokerage, pengembangan). PT. Affirmate Tatakelola Nusantara: Layanan administrasi & back-office (pendirian perusahaan, perizinan, SDM dan dukungan korporasi).

  • Timur Tengah Memanas, Senator Azran: Jakarta Harus Tetap Tenang dan Bersatu di Tengah Ketegangan Global

    Timur Tengah Memanas, Senator Azran: Jakarta Harus Tetap Tenang dan Bersatu di Tengah Ketegangan Global

    distorsi.id/, Jakarta – Menanggapi perkembangan situasi internasional terkait serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Anggota DPD RI Achmad Azran yang mengajak masyarakat Jakarta untuk tetap tenang dan menjaga persatuan di tengah dinamika global yang berkembang.

    Dikatakannya, setiap konflik internasional tentu menjadi perhatian dunia, namun masyarakat tidak perlu bersikap berlebihan dalam merespons situasi tersebut.

    “Saya mengajak seluruh warga Jakarta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar, baik di media sosial maupun platform lainnya. Situasi internasional memang memanas, tetapi Jakarta harus tetap menjadi rumah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ujar Azran.

    Ditekankannya, bahwa Indonesia secara konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif dan mengedepankan diplomasi dalam menyikapi setiap konflik antarnegara.

    “Bangsa kita sejak awal berdiri selalu mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi. Prinsip kemanusiaan dan perdamaian adalah fondasi yang tidak boleh kita tinggalkan. Mari jaga Jakarta. Jakarta kampung kita,” tegasnya.

    Menurut Bang Azran, sebagai kota global dan pusat aktivitas nasional, Jakarta harus menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi isu-isu internasional.

    “Jakarta adalah barometer nasional. Kita harus menunjukkan ketenangan, kedewasaan, dan solidaritas. Jangan sampai dinamika global justru memicu keresahan atau perpecahan di tingkat lokal. Apalagi di bulan suci Ramadan ini, kita harus saling berpegangan tangan satu kesatuan,” lanjutnya.

    Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi agar aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

    “Masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Pemerintah tentu memantau perkembangan situasi dengan cermat. Yang perlu kita lakukan adalah menjaga ketertiban, memperkuat solidaritas, dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” katanya.

    Senator Azran menyoroti memanasnya Timur Tengah tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya perdamaian dunia.

    “Kabar di Timur Tengah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa konflik bersenjata selalu membawa dampak kemanusiaan yang luas. Kita tentu prihatin atas eskalasi yang terjadi. Namun sebagai warga Jakarta dan bagian dari bangsa Indonesia, sikap terbaik kita adalah mendoakan agar ketegangan segera mereda, serta memastikan kota kita tercinta tetap aman, tertib, dan harmonis,” tutup Bang Azran.

  • Panglima TNI Pimpin Upacara Penyerahan Jenazah dan Ikuti Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI

    Panglima TNI Pimpin Upacara Penyerahan Jenazah dan Ikuti Upacara Pemakaman Wapres ke-6 RI

    distorsi.id/, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara penyerahan jenazah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, almarhum Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, kepada negara, di kawasan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

    Jenazah almarhum selanjutnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

    Dalam kesempatan tersebut Presiden menyampaikan penghormatan dan doa bagi almarhum, “Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ucap Presiden.

    Almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa dengan perjalanan panjang dalam pengabdian militer dan kenegaraan.

    Lahir di Surabaya pada tahun 1935, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI.

    Dalam karier militernya, almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat periode 1986–1988, Panglima ABRI 1988–1993, sebelum dipercaya sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 pada 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto.

    Keluarga besar TNI, menyampaikan duka cita yang mendalam dan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa, keteladanan, dan darma bakti almarhum kepada bangsa dan negara.

    Semangat pengabdian, loyalitas, dan kepemimpinan almarhum diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Senator Hilmy Tinjau Kesiapan Angkutan Lebaran PT. KAI Daop 6 Yogyakarta

    Senator Hilmy Tinjau Kesiapan Angkutan Lebaran PT. KAI Daop 6 Yogyakarta

    distorsi.id/, Yogyakarta – Anggota DPD RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. meninjau sarana dan prasarana publik PT. KAI di Stasiun Tugu, di Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.

    Sarana publik yang ditinjau Hilmy pada Senin (2/3/2026) itu antara lain ruang tunggu, ruang kesehatan, dan juga stasiun Bandara.

    Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan DPD RI terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya kesiapan Angkutan Lebaran 2026 PT. KAI di wilayah Daerah Operasi 6 Yogyakarta dalam memastikan kesiapan layanan, keselamatan, serta kenyamanan masyarakat menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    “Kita ingin memastikan bagaimana persiapan KAI mengupayakan keselamatan, perlindungan dan tentu saja bukan hanya di stasiun, tetapi juga selama dalam perjalanan,” kata Hilmy.

    Selain aspek keselamatan dan perawatan sarana-prasarana, anggota Komite II DPD RI itu juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas layanan publik, termasuk pengaturan parkir dan akses masuk stasiun yang kerap mengalami kepadatan.

    Ia juga menyampaikan aspirasi terkait fasilitas ruang ibadah dan kenyamanan kursi penumpang di gerbong yang sebelumnya telah disampaikan dalam rapat dengan jajaran direksi KAI.

    “Kita ingin tahu bagaimana rencana ke depan Stasiun Yogyakarta ini, karena Jogja ini favorit wisatawan dan mereka senang juga pakai kereta. Kemudian untuk musala di gerbong kereta itu terus terang terlalu kecil. Idealnya hanya untuk dua orang. Saya sudah sampaikan hal itu dan berharap ada pengembangan ke depan,” ungkapnya.

    Dalam kunjungannya, Gus Hilmy didampingi oleh Executive Vice President (EVP) Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo, Manager Fasilitas Penumpang Tomy Wardana, Manager Pengamanan Erwin, Manager Jalan Rel dan Jembatan Muhsinin, Manager Sarana Hadi Purnomo serta Kepala Stasiun Tugu Raja Harahap.

    EVP Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menjelaskan bahwa masa Angkutan Lebaran 2026 ditetapkan selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026, dengan prediksi puncak arus mudik pada 18 Maret dan puncak arus balik setelah Lebaran tanggal 28 Maret.

    Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan total penumpang mencapai lebih dari 400 ribu selama masa angkutan, dengan rata-rata harian di Stasiun Yogyakarta mencapai 15.000–18.000 penumpang.

    “Kami sudah melakukan inspeksi keselamatan prasarana dan sarana, ramp check standar pelayanan minimum di 17 stasiun, serta menyiapkan tambahan perjalanan kereta api,” jelas Bambang.

    Sebanyak 10 kereta tambahan disiapkan untuk tujuan Gambir, Pasar Senen, Bandung, dan Surabaya. Selain itu, KAI juga menyediakan program Angkutan Motor Gratis (Motis) guna mengurangi kepadatan lalu lintas pemudik bermotor.

    Dari sisi keselamatan, Daop 6 menyiapkan pengawasan ekstra di titik rawan longsor, banjir, tanah labil, serta memperkuat penjagaan perlintasan sebidang.

    Tambahan personel pengamanan dari internal dan unsur TNI/Polri juga diterjunkan selama masa posko Lebaran. “Kami fokus pada keselamatan. Pemeriksaan jalur dilakukan rutin, bahkan ditingkatkan frekuensinya selama masa angkutan,” tegas Bambang.

    Dalam kesempatan tersebut, Daop 6 Yogyakarta juga memaparkan rencana pengembangan Stasiun Yogyakarta dan penataan akses di kawasan Lempuyangan serta sisi selatan stasiun guna mengurai kemacetan dan meningkatkan integrasi moda transportasi.

    Rencana tersebut mencakup penataan area parkir, relokasi PKL, pengembangan jalur drop-off, serta integrasi dengan layanan transportasi publik seperti Trans Jogja dan DAMRI.

    Menutup kegiatan, Hilmy menyampaikan apresiasi atas kesiapan jajaran KAI Daop 6 Yogyakarta serta berharap pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan.

    “Semoga persiapan Lebaran ini diberikan kelancaran, sehingga para penumpang merasa nyaman dan aman,” pungkasnya.

  • Partai Gelora Berduka Atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

    Partai Gelora Berduka Atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

    distorsi.id/, Jakarta – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan serangan pre-emptive yang dilakukan Israel dan didukung operasi militer besar Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).

    “Partai Gelora sebagaimana perasaan banyak masyarakat dunia sangat berdukacita atas syahidnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

    Menurut Mahfuz, Ali Khamenei gugur di dalam bulan suci Ramadan, bulan yang penuh berkah. Ia menilai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu, dengan gagah berani mempertahankan kedaulatan negara dan teguh membela Palestina.

    “Beliau telah gugur di bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah, mempertahankan kedaulatan negaranya dan teguh dalam pembelaan terhadap masyarakat dan bangsa Palestina yang terjajah oleh Israel,” ucapnya.

    Ketua Komisi I DPR 2010-2017 ini menegaskan, kematian Ali Khamenei tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi Zionis Israel yang didukung.

    “Kematian beliau tentu saja tidak akan menyurutkan semangat perjuangan dalam menghadapi kesombongan dan ambisi penguasaan rezim Zionis Israel yang didukung penuh oleh Amerika Serikat,” ujarnya.

    Mahfuz menilai kematian Ali Khamenei menjadi alarm kuat bagi para pemimpin negara di Kawasan Timur Tengah akan menjadi korban agresi milter Israel dan AS selanjutnya.

    “Ini menjadi alarm kuat bagi semua negara di kawasan bahwa satu saat pemimpin negara-negara itu pun dapat menjadi korban agresi militer berikutnya,” ujar Mahfuz.

    Serangan militer Israel yang didukung militer AS terhadap Iran, lanjut dia, akan mengentalkan sentimen negatif masyarakat dunia yang menginginkan perdamaian.

    “Aksi penolakan yang menyeruak di berbagai belahan dunia terhadap agresi militer Israel di Gaza, akan hidup kembali dipicu oleh serangan militer terhadap Iran,” katanya.

    Ia mengatakan, masyarakat dunia tidak lagi melihat ini sebagai isu senjata nuklir atau dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

    “Sebab, masyarakat dunia sedang dipertontonkan dengan ambisi dan agresi zionis Israel, yang menjadikan perang sebagai jalan termudah untuk mencapai tujuannya,” pungkas Mahfuz Sidik.

    Diketahui, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan wafat usai serangan besar-besaran yang dilakukan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2028).

    Media Iran melaporkan Khamenei meninggal saat berada di kantornya. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung.

    Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah Iran juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

    Anggota keluarga Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei juga dilaporkan ikut tewas dalam serangan tentara Israel dan Amerika Serikat (AS) di Iran. Media Iran melaporkan putri hingga cucu Khamenei tewas.

    “Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” lapor kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

    Menteri Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh juga dilaporkan tewas.

    Dilansir Reuters dan Al Arabiya, Sabtu (28/2/2026), laporan dari dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel menyebut Nazirsadeh tewas dalam serangan Israel di Iran hari ini.

    Selain Nazirsadeh, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammed Pakpour juga dilaporkan tewas.