Penulis: mbahdot

  • Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Senator se-Sumatra Gagas One Sumatera Initiative

    Dorong Integrasi Perekonomian Kawasan, Senator se-Sumatra Gagas One Sumatera Initiative

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI dari 10 provinsi di kawasan Pulau Sumatra kembali bersepakat melahirkan gagasan One Sumatera Economic Initiative.

    “Gagasan pengembangan perekonomian kawasan ini merupakan inisiatif politik para Senator se-Sumatra yang bertujuan meningkatkan kualitas pertumbuhan sekaligus pemerataan ekonomi di kawasan Sumatera,” kata Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Kamis (12/3/2026).

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengatakan, gagasan One Sumatera Initiative merupakan usulan atau aspirasi lama para Senator se-Sumatera yang belum sempat diterjemahkan ke tataran kebijakan.

    “Banyak pertimbangan yang mendorong para Senator untuk membentuk semacam master plan pengembangan perekonomian di kawasan Sumatra. Selain karena modal SDA dan SDM yang memadai, kami ingin potensi dan kekhasan sosiologis yang cenderung homogen, juga posisi geografis Sumatra yang lebih aksesible ke beberapa negara tetangga bisa menjadi hub utama ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik saat ini,” ungkapnya.

    Dengan demikian, kata koordinator Subwilayah Barat 1 DPD RI itu, gagasan one Sumatra Initiative tidak hanya akan mendorong shifting pusat perekonomian nasional, tapi dalam jangka panjang dapat memastikan terwujudnya keadilan sosial ekonomi nasional.

    “Kami akan segera menyusun master plan dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, terutama Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, sehingga diharapkan dapat dikeluarkan keputusan presiden,” harapnya.

    Sultan menjelaskan bahwa peta jalan One Sumatra Initiative akan menjadi rujukan pemerintah dan pemerintah daerah se-Sumatra dalam agenda pembangunan ekonomi dan bisnis di Kawasan Sumatra.

    “Jadi tidak ada agenda lain, selain tujuan percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas ekonomi di kawasan Sumatra,” pungkasnya.

    Diketahui usulan One Sumatra Economic Initiative berkembang dalam forum rapat koordinasi Subwilayah Barat 1 yang dikemas dengan buka puasa bersama Senator se-Sumatra pada Rabu (11/2/2026) di Sentul Bogor.

    Pada kesempatan itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menerima banyak masukan dari hampir 30 Senator terkait pengembangan aglomerasi ekonomi di kawasan Sumatra.

  • Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Israel dengan Iran

    Sultan Dukung Sikap Netral Presiden Atas Konflik AS-Israel dengan Iran

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan dukungannya terhadap pandangan dan sikap Presiden Prabowo Subianto atas konflik Amerika Serikat-Israel dengan Republik Islam Iran.

    “Sikap netral terhadap para pihak yang berkonflik adalah wujud politik bebas aktif diplomasi bangsa Indonesia. Sebagai bangsa kita harus menghormati pandangan, sikap dan keputusan pemimpin nasional kita,” kata Sultan, usai menghadiri peringatan Nuzul Qur’an, di Istana Negara,  Jakarta, Selasa, (10/3/2026).

    Menurut Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu, dalam sejarahnya, Indonesia adalah negara penggagas Gerakan Non-Blok di antara konfrontasi dua kekuatan global.

    “Kami sangat memahami dan sepenuhnya mendukung sikap diplomatij Presiden Prabowo yang demikian bijaksana demi kepentingan bangsa dan begara. Presiden berupaya menjaga hubungan baik dengan semua negara,” tegasnya.

    DPD RI, kata Sultan, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaeni.

    “Tentunya Ucapan belasungkawa presiden tersebut mewakili seluruh Bangsa Indonesia kepada bangsa Iran,” ujarnya.

    Sebagai negara mayoritas Muslim, ungkapnya, tentu sangat berempati dengan para korban perang di Iran. Namun juga menghormati kepentingan dan kebijakan luar negeri dari negara-negara sahabat lainnya.

    “Prinsipnya presiden ingin mengedepankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok. Karena semua pihak yang bertikai adalah sahabat baik Indonesia,” pungkasnya.

    Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang makin kompleks.

    Pernyataan itu disampaikan Presiden, Senin (9/3/2026), di sela acara peresmian 218 jembatan secara hybrid melalui konferensi video, di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

  • Senator Hilmy Kritisi Keterlibatan RI di BoP, dan Ingatkan Dampak Politik Pilpres 2029

    Senator Hilmy Kritisi Keterlibatan RI di BoP, dan Ingatkan Dampak Politik Pilpres 2029

    distorsi.id/, Yogyakarta – Menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta doa para ulama agar pemerintah mampu menghadapi berbagai tantangan bangsa dan menegakkan keadilan, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menilai pesan tersebut penting diterjemahkan juga dalam sikap politik luar negeri Indonesia.

    Prabowo sebelumnya menyampaikan harapan agar pemerintahannya mampu menjalankan amanah melindungi rakyat serta menegakkan kebenaran dan keadilan dalam menghadapi berbagai tantangan global.

    Menurut Gus Hilmy, sapaan akrab Hilmy Muhammad, komitmen menegakkan keadilan tersebut juga harus tercermin dalam posisi Indonesia di panggung internasional.

    “Jika kita berbicara tentang menegakkan keadilan dan kebenaran, maka sikap Indonesia dalam forum internasional juga harus mencerminkan nilai itu. Kita tidak boleh terlihat berada dalam forum yang diisi oleh negara-negara yang justru melakukan intervensi militer atau penyerangan terhadap negara lain. Konsistensi antara nilai yang kita sampaikan di dalam negeri dan sikap diplomasi kita di dunia internasional menjadi sangat penting,” kata Hilmy Muhammad, Rabu (11/3/2026).

    Dalam konteks tersebut, menurut anggota Komite II DPD RI itu, gelombang desakan agar Indonesia mengevaluasi keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) perlu mendapat perhatian serius.

    Senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu menilai pemerintah perlu meninjau kembali posisi Indonesia dalam forum yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.

    Menurut Gus Hilmy, keikutsertaan Indonesia dalam BoP harus dilihat secara jernih dalam kerangka kepentingan nasional. Politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia sejak awal kemerdekaan tidak sekadar menjaga jarak dari kekuatan besar, tetapi memastikan setiap langkah diplomasi memberi manfaat nyata bagi bangsa serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.

    “Bebas aktif tidak berarti kita tidak boleh berada dalam satu forum internasional. Prinsip ini memberi ruang bagi Indonesia untuk terlibat dalam upaya perdamaian dunia tanpa tunduk pada kepentingan negara besar mana pun. Landasannya tetap kepentingan nasional,” papar Gus Hilmy.

    Gus Hilmy mencontohkan bahwa Indonesia selama ini juga terlibat dalam berbagai organisasi internasional yang memiliki karakter blok kepentingan tertentu. Indonesia menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), pernah bergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dan belakangan ikut dalam BRICS.

    Keterlibatan itu, bagi Gus Hilmy, tidak pernah menjadi persoalan selama memberikan manfaat strategis bagi bangsa. Prinsip bebas aktif memberi ruang bagi Indonesia untuk bersikap fleksibel selama kepentingan nasional tetap menjadi pijakan utama. Namun situasinya akan berbeda apabila sebuah forum internasional tidak memberikan keuntungan yang jelas bagi Indonesia.

    “Jika sebuah kerja sama internasional tidak memperkuat posisi Indonesia dan justru menimbulkan beban diplomatik atau persepsi negatif di tingkat global, maka wajar jika keikutsertaan kita dipertanyakan,” tegasnya.

    Gus Hilmy juga menilai ada persoalan etis yang perlu dipertimbangkan dalam keikutsertaan Indonesia di forum tersebut. Indonesia lahir dari perjuangan panjang melawan kolonialisme. Karena itu kehadiran Indonesia dalam forum yang diklaim mengurus perdamaian dunia perlu dikaji jika di dalamnya terdapat negara-negara yang selama ini dikenal melakukan pendudukan wilayah, intervensi militer, atau penyerobotan kedaulatan negara lain.

    Gus Hilmy menyinggung operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik di kawasan. Serangan besar-besaran terhadap berbagai target di Iran terus berlangsung dan menimbulkan korban serta kerusakan luas di sejumlah wilayah.

    “Jika kita berada dalam forum tersebut tanpa sikap kritis, Indonesia bisa dipersepsikan ikut memberi legitimasi terhadap praktik kekuasaan yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara. Ikut BoP itu kan berarti ikut terlibat dalam urusan negara lain. Jika itu berpihak pada kemanusiaan dan menghormati kedaulatan suatu bangsa, tentu tidak menjadi masalah. Lha BoP ini sudah jelas-jelas adalah forum yang diisi negara-negara yang aktif melakukan intervensi terhadap negara lain sementara kita duduk sebagai pengurus perdamaian, publik dunia tentu bertanya. Apakah Indonesia benar-benar berada di jalur nonblok atau justru terlihat condong pada kekuatan tertentu,” ujarnya.

    Gus Hilmy menilai munculnya kritik dari berbagai tokoh nasional menunjukkan adanya kegelisahan yang perlu dijawab pemerintah. Karena itu evaluasi terhadap keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace penting dilakukan. Terlebih, Gus Hilmy mengingatkan, diplomasi internasional tidak hanya berkaitan dengan kebijakan formal, tetapi juga dengan persepsi global terhadap posisi suatu negara.

    “Jangan sampai Indonesia terlihat plin-plan. Kita berbicara tentang independensi dan perdamaian dunia, tetapi langkah kita justru dipersepsikan tidak sejalan dengan prinsip tersebut,” ujarnya.

    Imbasnya, kata Gus Hilmy, isu ini tidak hanya berdampak pada diplomasi luar negeri tetapi juga dapat memengaruhi dinamika politik dalam negeri.

    “Persepsi bahwa Indonesia berada di bawah bayang-bayang Amerika Serikat dapat merugikan secara politik. Hal ini bahkan bisa memengaruhi penilaian publik terhadap kepemimpinan nasional, termasuk jika Pak Prabowo kembali bertarung pada Pilpres 2029,” kata Gus Hilmy.

    Ditegaskannya, evaluasi perlu dilakukan sejak dini agar setiap langkah diplomasi benar-benar memperkuat posisi Indonesia di panggung global serta sejalan dengan kepentingan nasional jangka panjang.

  • Apresiasi Komdigi Batasi Medsos Anak, Fikri Faqih: Segera Terbitkan Juknis

    Apresiasi Komdigi Batasi Medsos Anak, Fikri Faqih: Segera Terbitkan Juknis

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membatasi akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

    Untuk itu, ia mendesak pemerintah segera menerbitkan petunjuk teknis (Juknis) guna mencegah risiko kecanduan, paparan pornografi, hingga jeratan judi online.

    Apresiasi tersebut diberikan menyusul terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026. Meski menyambut baik, Fikri menilai regulasi tersebut memerlukan aturan pelaksana yang konkret agar kebijakan perlindungan anak di ruang digital tidak kehilangan taji saat diimplementasikan di masyarakat.

    Politikus PKS itu mengungkapkan bahwa kerentanan anak-anak terhadap platform digital sering dipicu oleh sistem yang belum terfilter dengan ketat. Fikri mencontohkan fenomena game populer Roblox yang berpotensi menjadi celah masuknya konten berbahaya.

    “Kami perlu menyampaikan terima kasih kepada Menteri Kominfo (Komdigi). Namun, seperti apa regulasinya? Misalnya tentang umur, apakah layak anak-anak menggunakan sosial media dengan konten bermuatan pornografi atau seperti Roblox yang dikeluhkan kemarin. Itu game, tapi nyambung dengan akun anak-anak yang memicu kecanduan, bahkan mungkin bisa dimasuki unsur judi,” ujar Fikri dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026) di Jakarta.

    Desakan ini, lanjutnya, bukan bermaksud menghambat kemajuan teknologi, melainkan merespons cepat dampak negatif yang selama ini menghantui dunia pendidikan.

    Menurutnya, keterlambatan Indonesia dalam memitigasi risiko digital harus segera diatasi dengan berkaca pada negara maju seperti Australia dan Finlandia.

    “Kita hanya terlambat saja. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak. Pemerintah harus segera menyiapkan Juknis kebijakan ini agar hal-hal yang positif tidak hilang dan anak-anak tetap terlindungi,” tambah Fikri.

    Sejalan dengan hal itu, Fikri juga mengapresiasi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menguatkan regulasi lintas kementerian tersebut dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang bertujuan membangun ekosistem digital yang lebih sehat bagi generasi muda.

  • Sorot Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas, DPD RI Perkuat Fungsi Pengawasan

    Sorot Overkapasitas hingga Dugaan Pungutan di Lapas, DPD RI Perkuat Fungsi Pengawasan

    distorsi.id/, Jakarta – Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Sekretariat Jenderal DPD RI menggelar diskusi terkait pengawasan implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

    Diskusi yang menghadirkan narasumber antara lain perwakilan Ombudsman Republik Indonesia dan Center for Detention Studies, digelar di Gedung B Setjen DPD RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

    Para narasumber memaparkan berbagai temuan dan analisis terkait implementasi Undang-Undang Pemasyarakatan serta kondisi pelayanan di sejumlah lembaga pemasyarakatan.

    “Sistem pemasyarakatan tidak lagi hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi lebih menekankan pada pelatihan, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan secara produktif di tengah masyarakat,” kata Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI, Sri Sundari.

    Dijelaskannya, perubahan pendekatan tersebut menuntut kesiapan berbagai aspek dalam sistem pemasyarakatan, mulai dari kebijakan hingga implementasi di lapangan.

    Menurutnya, pengawasan yang kuat diperlukan agar tujuan pembinaan dan reintegrasi sosial benar-benar dapat tercapai.

    “Dalam pelaksanaannya, sejumlah tantangan masih ditemukan dalam sistem pemasyarakatan. Isu yang mengemuka antara lain pelaksanaan program pelatihan bagi warga binaan, rehabilitasi dan pascarehabilitasi kasus narkotika, potensi kekerasan serta pelanggaran hak asasi manusia di lembaga pemasyarakatan, hingga kualitas pelayanan pemasyarakatan yang mencakup kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan rasio petugas terhadap warga binaan,” ungkap Sri Sundari.

    Ditambahkannya, persoalan overkapasitas lembaga pemasyarakatan juga masih menjadi tantangan serius.

    “Kondisi overkapasitas Lapas tidak hanya berdampak pada keterbatasan ruang hunian, tetapi juga memengaruhi efektivitas program pembinaan serta berpotensi meningkatkan risiko konflik di dalam lembaga pemasyarakatan,” pungkasnya.

    Kepala Keasistenan Utama II Ombudsman RI, Siti Uswatun Hasanah mengatakan hasil pemantauan lembaganya masih menemukan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.

    “Masih ada ketimpangan fasilitas antarwarga binaan, indikasi pungutan dalam proses pemberian hak warga binaan, kualitas makanan yang kurang layak, hingga penggunaan telepon genggam oleh warga binaan di beberapa lembaga pemasyarakatan,” ungkapnya.

  • Komisi VIII: Belum Ada Penjelasan Resmi Saudi Soal Penundaan Haji 2026

    Komisi VIII: Belum Ada Penjelasan Resmi Saudi Soal Penundaan Haji 2026

    distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abidin Fikri mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan penjelasan resmi tentang kemungkinan penundaan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

    Meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian dunia, namun DPR RI, menurut Abidin, menilai persiapan penyelenggaraan haji bagi jemaah Indonesia tetap berjalan sesuai rencana.

    Dijelaskannya, Komisi VIII DPR RI terus memantau perkembangan situasi regional yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah haji.

    Namun demikian, hingga saat ini belum ada kebijakan resmi dari pemerintah Arab Saudi yang menyatakan penundaan atau pembatasan penyelenggaraan haji seperti yang pernah terjadi pada masa pandemi Covid-19.

    “Kami di Komisi VIII DPR RI terus mengawal persiapan haji 2026 secara menyeluruh, mulai dari aspek regulasi, teknis penyelenggaraan, hingga pembiayaan. Sejauh ini, belum ada maklumat resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai penundaan atau pembatasan pelaksanaan haji,” ujar Abidin, di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

    Menurut politikus PDI Perjuangan itu, pemerintah Indonesia perlu terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan otoritas Arab Saudi guna memastikan kejelasan informasi bagi masyarakat, khususnya calon jemaah haji.

    Kejelasan komunikasi, tegasnya, dinilai penting untuk menghindari munculnya spekulasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Pada kesempatan yang sama, Abidin juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi.

    “Hingga saat ini tidak ada indikasi bahwa dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah akan mengganggu wilayah suci seperti Makkah dan Madinah yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah haji,” tegasnya.

    Selain itu, Abidin minta pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam mempersiapkan penyelenggaraan haji 1447 Hijriah.

    Menurutnya, berbagai skenario antisipasi perlu disiapkan sejak dini guna memastikan pelayanan kepada jemaah tetap berjalan optimal.

    “Persiapan yang matang sangat penting agar pelayanan kepada jemaah tetap terjaga, baik dari sisi fasilitas, transportasi, maupun akomodasi. Pemerintah harus memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.

    Komisi VIII DPR RI, lanjut Abidin, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai tahapan persiapan haji, termasuk memastikan kuota jemaah Indonesia tetap terjaga serta kualitas pelayanan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

    Harapannya, penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh calon jemaah Indonesia, sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat.

  • Bukber dan Sharing Session dengan FOKUS, Setjen DPD RI Bangun Komunikasi Tanpa Sekat

    Bukber dan Sharing Session dengan FOKUS, Setjen DPD RI Bangun Komunikasi Tanpa Sekat

    distorsi.id/, Jakarta – Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Forum Komunikasi Staf Ahli Anggota (FOKUS) DPD RI menggelar kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama bertajuk “Ngobrol Tanpa Sekat, Kerja dengan Berkat”, di Lobi DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

    Kegiatan yang dihadiri pimpinan dan jajaran Sekretariat Jenderal DPD RI, para staf ahli anggota (DPD RI), serta anak-anak dari Yayasan Abadi Surga Cinere Depok, menjadi momentum kegiatan sosial sekaligus mempererat komunikasi dan kolaborasi antara unsur sekretariat dengan staf ahli anggota dalam memberikan dukungan optimal terhadap tugas-tugas konstitusional anggota DPD RI.

    Ketua FOKUS DPD RI Muhammad Adlan Nawawi menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum komunikasi bagi seluruh staf ahli anggota dari berbagai daerah.

    “FOKUS DPD RI merupakan wadah komunikasi bagi para staf ahli anggota agar dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat berkumpul, berdiskusi, dan memperkuat dukungan terhadap kinerja anggota DPD RI,” ujar Adlan.

    Setelah rangkaian buka puasa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session, diskusi tersebut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas staf ahli sebagai bagian dari supporting system bagi anggota DPD RI.

    Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Persidangan I Setjen DPD RI Yulia Indrianingtyas, menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara sekretariat dan staf ahli anggota, baik yang berada di Jakarta maupun di daerah.

    “Dengan koordinasi yang baik, tentu upaya mitigasi tersebut justru akan memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam pengelolaan aspirasi masyarakat dan penyusunan rekomendasi kebijakan,” jelasnya.

    Ia juga menyoroti peran strategis staf ahli dalam mendukung kerja alat kelengkapan DPD RI, termasuk dalam penyusunan kajian serta penguatan substansi kegiatan anggota, terutama saat masa reses.

    Sementara itu, Kepala Biro Persidangan II Setjen DPD RI Dr. Untung Putra Jaya, menilai forum silaturahmi seperti ini memiliki makna penting karena mampu menjembatani komunikasi antara staf ahli anggota dengan sekretariat yang selama ini bekerja dalam satu sistem namun kerap berjalan secara terpisah.

    “Kita berada dalam satu atap yang sama. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa saling memahami peran masing-masing dan memperkuat kolaborasi dalam mendukung kinerja anggota DPD RI,” ujar Untung.

    Dari sisi komunikasi kelembagaan, Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Setjen DPD RI Mahyu Darma, menegaskan bahwa komunikasi dan kolaborasi merupakan kunci dalam membangun citra kelembagaan yang kuat.

    Menurutnya, DPD RI memiliki posisi strategis dalam sistem ketatanegaraan karena merepresentasikan daerah secara langsung. Oleh karena itu, sinergi antara anggota, staf ahli, dan sekretariat sangat penting untuk memperkuat peran DPD RI dalam memperjuangkan aspirasi daerah.

    “Komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci. Kita perlu bersama-sama memperkuat citra lembaga, termasuk melalui optimalisasi media dan platform digital agar peran DPD RI semakin dikenal publik,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Mahyu berharap hubungan kerja antara Sekretariat Jenderal DPD RI dan para staf ahli anggota semakin solid, sehingga mampu menghadirkan dukungan profesional, responsif, dan kolaboratif bagi anggota DPD RI dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi daerah.

  • Ketua DPD RI Apresiasi TNI Aktif Membangun Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatera

    Ketua DPD RI Apresiasi TNI Aktif Membangun Jembatan dan Pemulihan Bencana Banjir Sumatera

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonsia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang turut aktif membangun ratusan jembatan dan pemulihan bencana banjir Sumatera.

    Sultan mengatakan, peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat daerah adalah wujud pengabdian dan kecintaan TNI terhadap rakyat dan Bangsa Indonesia.

    “Kami melihat TNI tidak hanya aktif dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, namun juga efektif mendorong kecepatan serta ketepatan realisasi program-program pemerintah sesuai harapan masyarakat di daerah,” ujar Sultan, Selasa (10/3/2026).

    Senator Indonesia asal Provinsi Bengkulu itu mengatakan, selama TNI memiliki Komitmen dan pemahaman yang mendalam terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat hingga ke desa-desa. TNI telah menyatu atau manunggal dengan rakyat.

    “Atas nama lembaga DPD RI kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif dan kerja keras prajurit TNI pada beberapa program prioritas pemerintah, baik program MBG, Koperasi Desa Merah Putih, penertiban kawasan hutan hingga program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan daerah pascabencana alam,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Sultan mengatakan DPD RI secara kelembagaan siap berkolaborasi bersama institusi TNI dalam agenda pengawasan pembangunan daerah dan ketahanan nasional di daerah.

    “DPD RI dan TNI memiliki tanggung jawab konstitusional yang sama dalam menjaga persatuan nasional,” imbuhnya.

    Diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan 218 jembatan yang dilakukan secara virtual pada Senin (9/3/2026), dengan mengundang para prajurit TNI yang terlibat dalam pembangunan yang dipimpin oleh satuan tugas di bawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

  • Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berbagi Sembako untuk Warga Desa Mandiri

    Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Berbagi Sembako untuk Warga Desa Mandiri

    distorsi.id/, Morotai, Maluku Utara – Dalam rangka pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun 2026, Dansatgas TMMD Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., memberikan santunan berupa paket sembako kepada warga di Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan, Selasa (10/3/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD.

    Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 1514/Morotai Letkol Arh Ir. Masykur Akmal, S.T., M.T., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang menjadi sasaran program TMMD.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” ujarnya.

    Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima dan sedikit membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.

    “Kami berharap paket sembako yang diberikan ini dapat membantu masyarakat dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan. Semoga kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

  • Safari Ramadan ke Dapil, Andi Waris Halid Serap Aspirasi Bunda dan Yanda PAUD

    Safari Ramadan ke Dapil, Andi Waris Halid Serap Aspirasi Bunda dan Yanda PAUD

    distorsi.id/, Jakarta – Dalam kunjungan kerja ke daerah pemilihan (Kundapil) sekaligus Safari Ramadan, anggota DPD RI Andi Waris Halid menggelar pertemuan dengan masyarakat di tiga kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba.

    Kegiatan tersebut, menurut Andi Waris Halid melalui rilisnya, Selasa (10/3/2026), menjadi momentum untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat dan mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan dan berbagi Sembako.

    Pada salah satu agenda pertemuan, Andi Waris Halid berdialog dengan para Bunda dan Yanda PAUD, yaitu para pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

    Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, di mana para pendidik menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

    Salah satu persoalan utama yang muncul hampir di setiap daerah yang dikunjungi adalah minimnya fasilitas pendidikan untuk PAUD, khususnya terkait sarana komputer dan perangkat digital yang dinilai masih sangat terbatas.

    Para Bunda dan Yanda PAUD menyampaikan bahwa di tengah tuntutan pembelajaran yang semakin adaptif terhadap teknologi, banyak lembaga PAUD di daerah masih belum memiliki perangkat komputer yang memadai, baik untuk kebutuhan administrasi maupun untuk mendukung pembelajaran digital bagi anak-anak.

    Selain keterbatasan fasilitas teknologi, para pengelola PAUD juga menyampaikan kondisi fisik bangunan sekolah yang masih memprihatinkan. Di beberapa tempat, ruang kelas mengalami kerusakan seperti atap yang bocor, sehingga saat musim hujan kegiatan belajar mengajar sering terganggu.

    Tidak sedikit pula PAUD yang hanya memiliki fasilitas bermain yang sangat sederhana, padahal sarana bermain merupakan bagian penting dalam proses belajar anak usia dini.

    Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andi Waris Halid menyampaikan bahwa persoalan yang dihadapi para pengelola PAUD ini menjadi catatan penting yang perlu mendapat perhatian serius.

    “PAUD adalah fondasi awal pendidikan anak. Jika di tahap awal saja fasilitasnya terbatas, tentu akan memengaruhi kualitas proses belajar mereka. Karena itu kita perlu mendorong dukungan yang lebih besar, baik untuk perbaikan infrastruktur sekolah maupun penyediaan fasilitas pembelajaran yang lebih modern,” kata Andi Waris Halid.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan dan Kundapil ini memang dimaksudkan untuk mendengar langsung suara masyarakat, sehingga berbagai kebijakan dan program yang diperjuangkan nantinya benar-benar lahir dari kebutuhan riil di lapangan.

    Rangkaian kunjungan ini akan terus berlanjut di sejumlah titik di tiga kabupaten tersebut dengan agenda dialog bersama berbagai elemen masyarakat, tokoh pendidikan, serta komunitas lokal lainnya.

    Aspirasi yang dihimpun selama kunjungan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendorong peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan dasar dan penguatan kapasitas lembaga PAUD di daerah.