Penulis: mbahdot

  • Operasi Ketupat 2026: Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik

    Operasi Ketupat 2026: Polri Prediksi 4 Gelombang Puncak Arus Mudik dan Balik

    distorsi.id/ – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri telah merampungkan persiapan Operasi Ketupat untuk menyambut musim mudik Lebaran 2026. Dengan memprediksi ada empat gelombang puncak pergerakan masyarakat, yakni dua saat mudik dan dua saat balik, serta kesiapan 10 jalan tol fungsional di Jawa.

    “Polri berkomitmen memastikan perjalanan pulang kampung berjalan lancar, aman, dan bebas dari potensi kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya,” kata Direktur Penegakan Hukum atau Dirgakkum Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Brigjen Pol Faizal.

    Hal itu dikatakan Faizal dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman”, yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Faizal memulai paparannya dengan menyoroti keberhasilan Operasi Ketupat tahun 2024-2025 yang mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah. Indikatornya sangat bagus, di mana jumlah pelanggaran, Laka Lantas, hingga kejadian kriminalitas semuanya mengalami penurunan.

    “Manajemen lalu lintas yang kami laksanakan memberikan dampak positif tersebut,” ujarnya.

    Untuk tahun 2026, Polri memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu tanggal 14-15 dan 18-19 Maret. Sementara itu, arus balik diprediksi memuncak pada tanggal 24-25 dan 28-29 Maret.

    “Berdasarkan prediksi ini, kami bersama stakeholder lainnya telah mempersiapkan personel dan penempatan posko secara matang,” tambahnya.

    Fokus Utama, Sentralisasi Kerawanan
    Salah satu fokus utama Polri adalah sterilisasi kerawanan di lima karakteristik lokasi keamanan utama. Pertama, jalan tol dan rest area.

    Faizal mengakui isu rest area menjadi perhatian penting, sehingga pihaknya telah melakukan evaluasi di sejumlah rest area jalur Jakarta-Cikampek dan Bandung.

    “Kami sudah menyiapkan sistem digital yang memantau jumlah kendaraan masuk dan keluar secara real-time. Informasi ketersediaan parkir akan disebarluaskan melalui radio, media sosial, dan petugas di lapangan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini,” ungkapnya.

    Kedua, jalan arteri dan jalan nasional yang rawan kemacetan, terutama di pasar tumpah, lokasi perbelanjaan, dan persimpangan yang membutuhkan pengaturan langsung. Ketiga, pelabuhan penyeberangan, bandara, terminal, dan stasiun.

    “Polri mengantisipasi dampak cuaca dan memastikan sistem antrean serta penggunaan dermaga tambahan berjalan lancar,” kata Faizal, seraya juga menyebutkan ada penambahan dermaga di Bakauheni yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan.

    Keempat, tempat wisata dan area modifikasi kendaraan. Polri akan menempatkan pos pemeriksaan (checkpoint) di titik-titik strategis, seperti di KM 81 jalur Jakarta-Cikampek, untuk memeriksa kendaraan rental, dan angkutan ilegal yang beroperasi bolak-balik tanpa istirahat.

    “Kami bekerja sama dengan pihak perhubungan dan kesehatan. Jika pengemudi ditemukan kelelahan, kami akan memaksa mereka untuk istirahat demi keselamatan,” tegasnya.

    Kelima, tempat ibadah yang menjadi konsentrasi massa juga akan dijaga keamanannya.

    Upaya Urai Kemacetan
    Dalam upaya mengurai kemacetan di Jawa, Faizal mengumumkan kesiapan 10 jalan tol fungsional. Dua di antaranya yang dinilai sangat membantu adalah Tol Jabar Selatan (Cipeuyeum-Cisokan) yang siap 100% dan akan menampung arus dari arah Bandung yang sebelumnya memadati Cikampek, serta Tol fungsional menuju Sukabumi yang akan menghindari titik kritis di Pasar Cibadak.

    “Tol-tol fungsional ini akan sangat membantu mengalirkan kendaraan dan mengurangi beban di jalur utama,” pungkasnya.

  • Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    Jelang Lebaran, Senator Azran Soroti Program Mudik Gratis dan Penertiban Terminal Bayangan

    distorsi.id/, Jakarta – Anggota DPD RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran menyampaikan dukungannya terhadap berbagai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

    Azran menyoroti khususnya program mudik gratis dan penertiban terminal bayangan yang diusung Pemprov DKI Jakarta.

    Namun demikian, Azran menekankan pentingnya pengawasan ketat, transparansi, serta solusi berkelanjutan agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

    Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik secara nasional pada musim mudik Lebaran setiap tahun dapat mencapai lebih dari 120 juta orang, dengan wilayah DKI Jakarta sebagai salah satu titik keberangkatan terbesar.

    Sebagai kota metropolitan dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menjadi pusat mobilitas masyarakat yang akan kembali ke berbagai daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa menjelang Lebaran 2026.

    Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sekitar 690 unit bus untuk program mudik gratis bagi warga Jakarta yang ingin pulang kampung.

    Program ini bertujuan membantu masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, agar dapat melakukan perjalanan mudik secara lebih aman, nyaman, dan terjangkau.

    Senator Azran menyambut baik program tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Program mudik gratis adalah langkah positif untuk membantu warga Jakarta pulang kampung dengan lebih aman dan terjangkau. Namun yang paling penting adalah memastikan bahwa program ini berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik pungutan liar,” ujar Azran.

    Diingatkannya, pengawasan publik dan koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan fasilitas yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

    Selain itu, Azran juga menyoroti langkah Pemprov DKI dalam menertibkan terminal bayangan atau terminal ilegal di berbagai titik di Jakarta.

    Keberadaan terminal bayangan selama ini sering menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan, ketidakteraturan lalu lintas, hingga potensi risiko keselamatan bagi penumpang karena kendaraan yang beroperasi tidak selalu melalui pemeriksaan kelayakan.

    Menurut Azran, penertiban tersebut merupakan langkah yang tepat, namun perlu dibarengi dengan pendekatan yang komprehensif.

    “Penertiban terminal bayangan memang penting untuk memastikan keselamatan penumpang dan keteraturan transportasi. Namun pemerintah juga perlu memastikan bahwa terminal resmi memiliki kapasitas yang memadai, akses transportasi yang mudah, serta pelayanan yang nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai solusi, Azran mendorong beberapa langkah strategis, antara lain:
    Digitalisasi pendaftaran mudik gratis untuk memastikan transparansi dan mencegah pungutan liar.

    Peningkatan pengawasan di titik keberangkatan, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum.
    Penguatan fasilitas terminal resmi, termasuk akses transportasi penghubung seperti bus kota dan transportasi massal.

    Sosialisasi masif kepada masyarakat agar menggunakan jalur dan terminal resmi demi keselamatan perjalanan.

    Azran juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bijak.

    “Keselamatan perjalanan mudik adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas resmi yang disediakan pemerintah dan turut menjaga ketertiban selama arus mudik,” tutup Bang Azran.

    Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, Azran optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh warga.

  • Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    Soroti Risiko Mudik Motor dan Lonjakan Tiket Lebaran 2026, Syaiful Huda: Pemerintah Harus Perketat Pengawasan

    distorsi.id/, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah memperketat pengawasan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026, terutama lonjakan harga tiket, kendaraan over dimension over load (ODOL), hingga tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor.

    Permintaan tersebut disampaikan Syaiful dalam forum Dialektika Demokrasi bertajuk “Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Buat Mudik 2026 Aman dan Nyaman”, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Menurut Syaiful, pemerintah harus memastikan tarif tiket transportasi tetap terkendali agar masyarakat tidak terbebani saat ingin pulang ke kampung halaman. Ditegaskannya, tradisi mudik yang telah menjadi momen penting bagi jutaan keluarga Indonesia tidak boleh terganggu oleh lonjakan harga.

    “Jangan sampai masyarakat ingin mudik tapi terhalang tiket yang naik. Pertemuan keluarga yang sudah setahun ditunggu tidak boleh terganggu karena hal ini,” kata Syaiful.

    Selain harga tiket, Komisi V, lanjutnya, juga menyoroti keberadaan kendaraan besar yang melanggar aturan dimensi dan muatan atau ODOL. Kendaraan jenis ini dinilai kerap menjadi penyebab kecelakaan serta kerusakan jalan, sehingga perlu penindakan tegas di lapangan.

    Politikus PKB itu juga mengingatkan potensi gangguan pada layanan transportasi, termasuk keterlambatan jadwal perjalanan, terutama di sektor penerbangan.

    Menurutnya, koordinasi antarinstansi harus diperkuat untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

    Isu lain yang mendapat perhatian adalah maraknya angkutan mudik ilegal atau yang disebutnya sebagai “angkutan umum zombie”. Modus ini biasanya menggunakan mobil pribadi atau kendaraan perusahaan yang dioperasikan layaknya angkutan umum tanpa pengawasan keselamatan yang memadai.

    “Beberapa kecelakaan fatal beberapa tahun lalu terjadi karena kendaraan semacam ini beroperasi bolak-balik tanpa pengawasan. Ini harus diawasi secara langsung,” ujarnya.

    Dalam hal infrastruktur, Komisi V terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan kepolisian untuk memperkuat pengawasan serta memastikan kesiapan sarana-prasarana di jalur mudik. Hal tersebut mencakup perbaikan jalan rusak, pemasangan lampu penerangan di titik rawan kecelakaan, serta pengelolaan rest area agar tidak menjadi titik kemacetan.

    Ia juga meminta Badan Pengatur Jalan Tol memastikan standar pelayanan minimum di jalan tol terpenuhi, termasuk penyampaian informasi rekayasa lalu lintas seperti skema one way secara berkala kepada masyarakat.

    Selain faktor infrastruktur, Saiful menyoroti potensi risiko cuaca selama masa mudik. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode mudik diperkirakan masih berada dalam musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir dan kondisi jalan licin di sejumlah wilayah.

    “Kami minta BMKG terus memperbarui informasi cuaca agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka,” kata Saiful.

    Namun perhatian terbesar Komisi V tertuju pada tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan pemudik sepeda motor. Berdasarkan data yang dihimpun DPR dari periode 2022 hingga 2025, sekitar 75,9 persen kecelakaan selama masa mudik dialami oleh pengguna sepeda motor.

    Angka tersebut dinilai mengkhawatirkan karena sebagian besar korban berasal dari kelompok usia muda. Data menunjukkan kelompok usia 17 hingga 25 tahun menyumbang sekitar 28,54 persen kasus kecelakaan, sementara anak di bawah 17 tahun mencapai sekitar 15 persen.

    “Kita tidak boleh menggadaikan masa depan anak muda. Banyak keluarga yang membawa anak di bawah umur menggunakan sepeda motor untuk mudik. Risikonya sangat besar,” ujar Syaiful.

    Meski pelarangan total penggunaan sepeda motor untuk mudik dinilai belum realistis, Komisi V mendorong pemerintah memperluas program mudik gratis dengan moda transportasi yang lebih aman seperti bus dan kereta api.

    Menurut Syaiful, langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus memindahkan sebagian besar pemudik motor ke moda transportasi yang lebih aman.

    “Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama. Dengan sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, risiko kecelakaan selama mudik bisa ditekan,” kata Syaiful.

  • DPD RI Salurkan 1.626 Bingkisan Idul Fitri 1447 H bagi Pegawai, Staf Pendukung dan Santuni Anak Yatim

    DPD RI Salurkan 1.626 Bingkisan Idul Fitri 1447 H bagi Pegawai, Staf Pendukung dan Santuni Anak Yatim

    distorsi.id/, Jakarta – Sekretariat Jenderal DPD RI melalui Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sekretariat Jenderal DPD RI menyalurkan 1.626 bingkisan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada pejabat, pegawai, dan staf pendukung, di lingkungan Setjen DPD RI.

    Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan pemberian santunan untuk anak yatim. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

    Sekretaris Jenderal DPD RI sekaligus Penasihat KORPRI Setjen DPD RI, H. Mohammad Iqbal, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Sekretariat Jenderal DPD RI dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri di bulan suci Ramadan.

    Menurutnya, Ramadan tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, serta solidaritas di lingkungan kerja.

    “Pemberian bingkisan ini tidak semata-mata dilihat dari nilai materinya, tetapi sebagai wujud perhatian dan kebersamaan, sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi di antara seluruh keluarga besar Sekretariat Jenderal DPD RI,” ujar Iqbal.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kelembagaan.

    “Saya mewakili pimpinan dan seluruh pejabat di lingkungan Setjen DPD RI menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat semangat kita memberikan pengabdian terbaik bagi lembaga,” tambahnya.

    Sedangkan Deputi Bidang Persidangan selaku Ketua KORPRI Sekretariat Jenderal DPD RI, Oni Choiruddin, mengatakan KORPRI memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.

    Melalui berbagai program dan kegiatan organisasi, KORPRI diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para pegawai, baik dari sisi kesejahteraan maupun dalam memperkuat solidaritas antar-anggota.

    Menurutnya, KORPRI juga diharapkan terus menjalin hubungan yang harmonis di antara seluruh anggota sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif, saling mendukung, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

    “Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin memperkuat kebersamaan serta kepedulian di antara seluruh anggota KORPRI, sehingga semangat kekeluargaan di lingkungan Setjen DPD RI dapat terus terjaga,” ujar Oni.

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, KORPRI Setjen DPD RI menyalurkan bingkisan Hari Raya dalam bentuk voucher belanja kepada pegawai dan staf pendukung.

    Total bingkisan yang disalurkan sebanyak 1.626 voucher, dengan rincian 1.408 voucher diberikan kepada pejabat dan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dan 218 voucher diberikan kepada staf pendukung yang selama ini turut membantu kelancaran pelaksanaan tugas di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.

  • OTT Berulang Kepala Daerah: Catatan Kritis Profesor Djohermansyah Djohan

    OTT Berulang Kepala Daerah: Catatan Kritis Profesor Djohermansyah Djohan

    distorsi.id/, Jakarta – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyasar kepala daerah. Kali ini, Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan, terjaring OTT KPK pada Selasa dini hari.

    Ia menjadi kepala daerah ke delapan yang ditangkap sejak pelantikan kepala daerah serentak nasional pada 2025.

    Bagi Guru Besar IPDN dan pakar otonomi daerah, Profesor Djohermansyah Djohan, peristiwa ini bukan sekadar kasus individual. Ia menyebutnya sebagai gejala sistemik yang menandakan pembenahan tata kelola daerah belum menyentuh akar persoalan korupsi di daerah.

    “Ini sudah periode kedua, Fadia Arafiq pernah pula menjadi wakil bupati. Rasanya tidak mungkin tidak paham aturan,” kata Djohermansyah Djohan, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

    Sistem Sudah Digital, Korupsi Tetap Lolos
    Sejumlah penelitian, termasuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut, faktor korupsi kepala daerah antara lain monopoli kekuasaan, diskresi kebijakan, lemahnya akuntabilitas, rendahnya kompetensi pengelolaan keuangan, dan ketidaktahuan regulasi.

    Namun, lanjut Djohermansyah, indikator itu tak sepenuhnya menjelaskan kasus kepala daerah berpengalaman.

    “Kalau ukurannya ketidaktahuan, ini sulit diterima. Mereka sudah lama di dunia pemerintah daerah,” katanya.

    Mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah pada Kemdagri itu memetakan tiga ladang utama korupsi daerah, yaitu pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan jual-beli jabatan.

    Pada pengadaan barang dan jasa, kata Djohermansyah, pemerintah telah menerapkan sistem elektronik, e-katalog, hingga digitalisasi proses tender.

    Namun praktik suap tetap terjadi. “Di balik layar sistem digital itu tetap ada manusia yang bisa dikendalikan oleh kepala daerah. Arahan tetap terjadi,” ungkapnya.

    Demikian juga halnya dengan perizinan, kata Djohermansyah, juga telah dipangkas menjadi sistem satu pintu berbasis elektronik.

    Namun celah kompromi tetap muncul. Demikian pula praktik jual-beli jabatan yang, menurutnya, bahkan menjalar hingga level desa.

    “Artinya, pembenahan teknis saja tidak cukup. Ada faktor lain yang lebih dalam,” tegasnya.

    Data 416 Kepala Daerah Tersangkut Korupsi
    Djohermansyah mencatat, sejak 2005 hingga kini, sedikitnya 416 kepala daerah tersangkut perkara korupsi, ditangani KPK, kejaksaan, maupun kepolisian. Angka itu menunjukkan pola berulang selama dua dekade Pilkada langsung.

    “Kalau teknikalities sudah berkali-kali diperbaiki, tapi kasus tetap muncul, berarti ada yang salah di hulu,” tegasnya, sembari menambahkan, hulu yang dimaksud adalah awal proses rekrutmen politik di tubuh partai.

    Reformasi Dimulai dari Partai Politik
    Menurut Djohermansyah, pembenahan harus dimulai dari mekanisme rekrutmen partai politik.

    Ia menyoroti praktik mahar politik yang hingga kini belum benar-benar terhapus.
    “Kalau mau maju, harus punya biaya besar. Itu sudah jadi rahasia umum,” ujarnya.

    Partai politik, katanya, perlu membangun demokrasi internal yang transparan pakai uji publik dan tidak semata mengandalkan kuasa bos partai yang sentralistik, popularitas dan isi tas kandidat, atau pertimbangan dinasti politik. Negara juga harus memperkuat dengan menambah dana partai agar tidak cari duit kepada kandidat.

    “Kalau dana partai memadai dari negara, mereka tidak perlu meminta-minta kepada calon,” katanya.

    Karena itu, Djohermansyah mengusulkan peningkatan signifikan bantuan keuangan partai berbasis perolehan suara dari 1000 rupiah menjadi 10.000 rupiah persuara.

    Pilkada Mahal dan Transaksional
    Masalah berikutnya adalah mahalnya biaya Pilkada. Ia mengutip pernyataan Presiden yang menyebut sistem pemilihan saat ini “very costly”. “Biaya kampanye, pembelian suara, hingga ongkos saksi di TPS menjadi beban besar kandidat,” ungkapnya.

    Beban ini, kata Djohermansyah, berpotensi mendorong praktik balas jasa dari cukong politik ketika kepala daerah menjabat lewat pemberian proyek. Solusinya, Negara harus hadir lebih jauh.

    Ia mengusulkan pembiayaan saksi oleh negara, pembatasan dana kampanye yang ketat, serta model kampanye sederhana berbasis program.

    “Kalau negara serius ingin demokrasi bersih, biaya politik harus ditekan secara struktural,” tegasnya.

    Syarat Calon Perlu Diperketat
    Ia juga menyoroti syarat minimal pendidikan kepala daerah yang hingga kini cukup setara SMA.

    Djohermansyah membandingkan dengan Papua yang, melalui Undang-Undang Otonomi Khusus, mensyaratkan minimal sarjana (S-1) untuk calon kepala daerah. “Papua saja bisa lebih tinggi standarnya. Mengapa nasional tidak?” katanya.

    Selain pendidikan, integritas calon perlu diuji lebih ketat. Ia mengkritik regulasi yang masih memberi ruang bagi mantan terpidana korupsi untuk kembali mencalonkan diri.

    “Sudah pernah dihukum, lalu maju lagi, tertangkap lagi. Ini lingkaran setan,” ujarnya.

    Pengawasan dan Hukuman Berat
    Di hilir, pengawasan terhadap kepala daerah perlu diperkuat. Namun, ia menilai pembinaan administratif saja tidak cukup tanpa efek jera yang nyata.

    Djohermansyah mendorong penerapan hukuman berat dan mekanisme pemiskinan koruptor secara konsisten. “Kalau perlu 90 tahun, 100 tahun penjara. Harta disita, pokoknya dimiskinkan. Supaya ada efek jera,” usulnya.

    Diingatkannya, tanpa keberanian politik memperbaiki regulasi dan penegakan hukum, siklus OTT akan terus berulang.

    Political Will sebagai Kunci
    Djohermansyah menegaskan, momentum pembenahan bergantung pada kemauan politik Pemerintah dan DPR.

    Kementerian Dalam Negeri, sebagai pemegang data dan pembina pemerintahan daerah, harus menjadi motor penggerak perubahan. “Kalau tidak dibetulkan dari hulu sampai hilir, kita akan terus bertemu lagi dengan kasus yang sama,” ujarnya.

    OTT terhadap kepala daerah, dalam pandangannya, bukan semata persoalan individu yang tergelincir. Hal itu adalah cermin dari tata kelola politik dan pemerintahan yang tidak dibenahi dengan sungguh-sungguh.

    “Tanpa perbaikan menyeluruh dari rekrutmen partai politik, pembiayaan politik, syarat calon, hingga penegakan hukum, OTT akan terus berulang, jangan-jangan bisa tembus hingga 500,” imbuhnya.

  • Selamatkan Warga Sipil, TNI Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata di Tembagapura

    Selamatkan Warga Sipil, TNI Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata di Tembagapura

    distorsi.id/, Mimika – Aparat Komando Operasi (Koops) TNI Papua menggagalkan upaya penyerangan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (2/3/2026).

    Insiden bermula saat kelompok bersenjata melakukan aksi penembakan di sekitar permukiman warga sipil yang memicu kepanikan masyarakat.

    Dalam peristiwa tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian tangan dan kaki.

    Menerima laporan dari masyarakat, tim patroli Koops TNI Papua segera bergerak menuju lokasi untuk mengamankan situasi sekaligus mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan perawatan medis.

    Namun, saat proses pengamanan berlangsung, aparat kembali mendapat serangan tembakan dari kelompok bersenjata.

    Prajurit TNI kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur tetap yang berlaku.

    Dalam kontak tembak yang terjadi, satu anggota kelompok bersenjata dilaporkan tewas di lokasi kejadian.

    Selain itu, enam orang lainnya berhasil diamankan dan kini menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat keamanan.

    Dari lokasi kejadian, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk pistol FN, tiga butir munisi kaliber 9 milimeter, satu senapan angin, satu set panah dan busur, serta beberapa barang lainnya yang masih dalam tahap pendataan.

    Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyampaikan bahwa tindakan aparat merupakan respons cepat untuk melindungi masyarakat dari ancaman keamanan.

    “Tindakan yang dilakukan prajurit di lapangan merupakan langkah profesional dan sesuai ketentuan hukum dalam rangka menjaga keselamatan warga,” ujarnya dalam keterangan resmi.

    Koops TNI Papua juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun propaganda yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

    TNI, lanjutnya, berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan berlandaskan hukum demi menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  • Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran 2026, DPD RI Cek Cadangan Pangan di Gudang Bulog Purwomartani Yogyakarta

    Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran 2026, DPD RI Cek Cadangan Pangan di Gudang Bulog Purwomartani Yogyakarta

    distorsi.id/, Yogyakarta – Empat Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Gudang Bulog Purwomartani, Selasa (3/3/2026).

    Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan bahan pangan pokok pada Ramadan 1447 H dan menyongsong Idul Fitri 2026.

    Momentum ini tentunya berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan juga stabilitas sosial-ekonomi di DIY.

    Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas mengatakan kenaikan harga bahan pokok dan pangan ini merupakan budaya tahunan yang mungkin akan selalu terjadi, sehingga harus diantisipasi.

    ”Kapasitas DPD RI di sini bukan mengawasi tetapi membantu untuk dapat menstabilkan harga. Yogya jangan lebih bergejolak ketimbang provinsi lain. Tentunya, kita akan memastikan harga bahan kebutuhan pokok terjangkau oleh masyarakat,” tuturnya.

    Anggota Komite II DPD RI Hilmy Muhammad mengatakan, kunjungan kali ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh persiapan yang dilakukan oleh Gudang Bulog DIY untuk distribusi pangan ke warga.

    “Kita ingin tahu tentunya terkait dengan konsumsi untuk warga kita di DIY, sebanyak apa stok yang dimiliki, apakah sudah siap ketercukupannya. Tentunya, kita perlu mengetahui dan memastikan supaya proses distribusi ini berjalan dengan semestinya,” ujarnya.

    Selanjutnya dari lingkup Komite III, Ahmad Syauqi, juga turut menyampaikan bahwa DPD RI hadir untuk memastikan keterjangkauan harga pokok bagi masyarakat terutama kelompok rentan.

    “Pastinya kita akan menjamin keterjangkauan harga bahan pokok, apalagi pada kelompok masyarakat rentan tentu saja akan menjadi perhatian tersendiri. Mungkin bahasa lugasnya adalah mengendalikan harga-harga agar ditingkat masyarakat terutama kelompok rentan tidak menimbulkan gejolak,” ungkapnya.

    Kemudian, Anggota Komite IV DPD RI, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega menyampaikan terjadi kenaikan harga bahan pangan menjelang Lebaran di DIY terutama pada komoditas cabai dan daging ayam.

    Namun, secara umum harga bahan pokok masih stabil dan tidak mengalami kenaikan di beberapa wilayah di DIY.

    “Berdasar hasil pemantauan lapangan yang kami lakukan di Pasar Sleman dan Kulonprogo bersama TPID DIY, secara umum kami melihat bahwa ketersediaan harga pokok di DIY ini masih dalam kategori terkendali. Jika, harga bahan pangan naik, mari kita cegah perilaku panic buying supaya ketersediaan bahan pokok di pasar bisa merata ke semua warga,” katanya.

    Sementara itu Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi mengungkapkan bahwa pasokan harga pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dipastikan tidak akan mengalami kenaikan dan tidak ada indikasi penimbunan barang.

    Dengan posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog DIY sebesar 48.115 ton (per tanggal 1 Maret 2026). Maka stok beras tersebut cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

    “Untuk kegiatan operasi pasar murah demi stabilisasi pasokan dan harga pangan ini bekerjasama dengan Dinas Perdagangan DIY. Hampir tiap minggu kebutuhan stok dan harga tetap stabil, tidak ada indikasi penimbunan. Kami selalu memonitor harga bersama tim TPID, untuk menjaga indikasi spekulasi harga menjelang hari besar keagamaan,” ungkap Dedi.

    Turut hadir dalam forum diskusi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY Brigjen TNI Firyawan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hermanto, Analis Kebijakan Ahli Madya Biro Perekonomian DIY Dahana Pamungkas, serta Kanit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda DIY Kompol Suranto yang juga memberi masukan di sesi dialog.

  • Perang Berlarut di Timur Tengah, Mahfuz Sidik: Ini Dampak Besarnya

    Perang Berlarut di Timur Tengah, Mahfuz Sidik: Ini Dampak Besarnya

    distorsi.id/, Jakarta – Ketua Komisi I DPR periode 2010-2017 Mahfuz Sidik mengatakan, konflik yang terjadi antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran sekarang adalah perang sesungguhnya di Kawasan Timur Tengah (Timteng), bukan hanya sekedar serangan militer biasa.

    Meskipun Israel dan AS menyebutnya sebagai serangan militer pencegahan (pre-emptive), dan Iran menyebutnya serangan militer pembalasan (retaliation).

    “Karena itu, kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pimpinan terasnya, terbukti tidak menyurutkan langkah pembalasan dari militer Iran. Bahkan sasarannya meluas ke basis militer AS di sejumlah negara Teluk,” kata Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

    Mahfuz yakin, Iran menyiapkan rencana operasi serangan pembalasan berlarut, setelah dua kali serangan militer Israel dan Amerika Serikat tidak berhasil melumpuhkan kekuatan militer Iran.

    “Situasi ini perlu diwaspadai. Karena ketika perang ini berlarut maka akan timbul sejumlah dampak besar perang dan sangat serius,” kata Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia ini.

    Dampak pertama adalah kekacauan politik di kawasan Timur Tengah, ketika sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS terjebak pada dilema menyikapi serangan pembalasan dari Iran.

    Jika negara seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain dan Kuwait membentuk front bersama Israel dan AS untuk menghadapi Iran, maka akan ada resiko domestik penolakan dari warganya.

    “Ini berpotensi memicu kekacauan politik domestik,” ujar Sekjen Partai Gelora Indonesia itu.

    Dampak kedua adalah raibnya perimbangan militer di kawasan. Jika kekuatan militer Iran berhasil dihancurkan, maka akan menyisakan Israel sebagai kekuatan militer dominan di kawasan tersebut.

    Sehingga serangan rudal Israel ke wilayah Qatar untuk menyasar delegasi Hamas beberapa waktu lalu, lanjut Mahfuz, bakal menjadi mimpi buruk terus bagi negara di kawasan ini, karena kejadian tersebut, bisa saja akan terjadi lagi.

    “Belum lagi militer Amerika Serikat yang telah melingkari seluruh kawasan tersebut,” katanya.

    Dampak ketiga, adanya potensi perluasan agresi militer Israel di kawasan. Selama agresi Israel terhadap Gaza berlangsung selama dua tahun, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dalam beberapa kesempatan secara terbuka telah menafikan konsep solusi dua negara, dan menyuarakan ambisi zionis mewujudkan Israel Raya.

    Kehancuran Iran sebagai kekuatan terakhir poros perlawanan terhadap Israel, akan memuluskan ambisi Israel Raya.

    “Artinya wilayah negara Lebanon, Suriah, Irak, Yordania, Mesir dan Saudi Arabia akan menjadi sasaran agresi militer lanjutan pihak Israel,” tegas.

    Dampak keempat, adanya potensi krisis ekonomi dunia yang dipicu terblokirnya jalur pelayaran energi dunia yang melewati Selat Hormuz dan Selat Baab el-Mandab.

    Selat Hormuz mencakup 20-30 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Sementara selat Baab el-Mandab di jalur Laut Merah mencakup 12 persen pasokan minyak dan 10-15 persen perdagangan maritim dunia.

    “Perang berlarut akan sangat mengganggu rantai pasok energi dunia, dan pada gilirannya memicu krisis ekonomi dunia,” katanya.

    Dampak kelima, perang berlarut akan menciptakan perang asimetris baru. Iran dengan jaringan proksi dan penganut syiah yang tersebar di banyak negara dapat dikelola sebagai instrumen perang asimetris baru, untuk melawan kepentingan Israel dan Amerika Serikat di mana pun.

  • Serap Aspirasi Kesejahteraan, Yorrys Raweyai Temui Danrem 173 Praja Vira Braja di Nabire

    Serap Aspirasi Kesejahteraan, Yorrys Raweyai Temui Danrem 173 Praja Vira Braja di Nabire

    distorsi.id/, ​Nabire – Wakil DPD RI Bidang Kesejahteraan Rakyat, Yorrys Raweyai, melakukan kunjungan kerja ke Markas Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) di Nabire, Rabu (3/3/2026), diterima oleh Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda.

    ​Dalam pernyataannya, Yorrys Raweyai mengatakan kehadiran DPD RI di wilayah Korem 173/PVB bertujuan untuk menghimpun data dan fakta objektif mengenai isu-isu krusial di daerah.

    ​”Kami hadir untuk mendengar langsung, bukan sekadar menerima laporan di meja kerja. Sinergi dengan TNI, khususnya Korem 173/PVB, sangat vital karena peran TNI di Papua tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Yorrys Raweyai.

    ​Beberapa poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam lawatan tersebut antara lain:
    Akselerasi Pembangunan: Memastikan proyek strategis nasional dan daerah di Papua Tengah berjalan tanpa hambatan teknis maupun sosial.
    Kesejahteraan Rakyat: Meninjau sejauh mana program sosial pemerintah berdampak pada kehidupan ekonomi warga lokal.
    Stabilitas Wilayah: Mengapresiasi peran TNI dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan investasi dan aktivitas masyarakat.
    ​
    ​Yorrys menjelaskan bahwa agenda nasional DPD RI saat ini adalah memastikan suara dari instansi vertikal seperti TNI dapat terkanalisasi dengan baik ke tingkat pusat. Menurutnya, TNI memiliki perspektif tersendiri mengenai tantangan pembangunan di Papua Tengah.

    ​Menanggapi hal tersebut, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda menyatakan kesiapan jajarannya untuk terus berkolaborasi.

    Danrem menekankan, Korem 173/PVB senantiasa siap bersinergi dengan seluruh elemen pemerintah demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga.
    ​
    ​Kunjungan ini merupakan bagian integral dari rangkaian kerja DPD RI untuk memastikan pemekaran Provinsi Papua Tengah benar-benar memberikan dampak nyata (impactful) bagi masyarakat adat dan penduduk setempat. Seluruh aspirasi yang dihimpun dari pertemuan ini akan dibawa ke tingkat pusat untuk ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

    ​”Papua Tengah adalah masa depan. Dengan sinergi antara lembaga legislatif dan TNI, kita optimis pembangunan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang bisa dirasakan oleh seluruh rakyat,” pungkas Yorrys.

  • Fikri Faqih Minta Pemerintah Evaluasi Skema Pengabdian Penerima Beasiswa LPDP

    Fikri Faqih Minta Pemerintah Evaluasi Skema Pengabdian Penerima Beasiswa LPDP

    distorsi.id/ – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., mendesak pemerintah mengevaluasi skema pengabdian penerima beasiswa LPDP dengan mengutamakan penyediaan ekosistem riset yang memadai di dalam negeri daripada sekadar menuntut kepulangan fisik secara kaku.

    Pernyataan tersebut merespons polemik diaspora yang enggan kembali ke Tanah Air karena minimnya fasilitas pendukung keahlian mereka di Indonesia.

    Menurut Fikri, nasionalisme tidak boleh diukur hanya dari domisili, melainkan dari kontribusi nyata dan jaringan ilmu pengetahuan yang dibangun untuk bangsa.

    “Jangan sampai kita hanya menuntut mereka pulang, tapi di sini mereka justru ‘mati’ secara keilmuan karena laboratorium tidak ada dan ekosistem risetnya tidak mendukung. Kita harus menyediakan ‘rumah’ yang layak bagi mereka untuk berkarya,” kata Fikri dalam keterangannya dari Tegal, Selasa (3/3/2026).

    Politikus PKS ini mencontohkan kisah BJ Habibie yang bersedia pulang karena negara memberikan panggung berupa industri strategis.

    Ia menekankan bahwa tanpa sarana prasarana yang mumpuni, talenta terbaik Indonesia di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) akan terus terserap oleh industri luar negeri yang lebih menghargai keahlian mereka.

    Fikri juga mengusulkan pergeseran konsep dari brain drain (kehilangan talenta) menjadi brain circulation. Dalam konsep ini, diaspora yang tetap di luar negeri tetap dianggap mengabdi selama mereka menjadi jembatan teknologi dan riset bagi institusi di Indonesia.

    “Pemerintah perlu memperbaiki koordinasi antar-kementerian agar lulusan terbaik ini tidak membentur tembok birokrasi saat ingin berkontribusi. Jangan biarkan mutiara-mutiara kita hanya bersinar di negeri orang karena kita gagal menyiapkan tempat bagi mereka di rumah sendiri,” pungkasnya.[Fas-VNews.click]